Penggunaan Lem Tikus Sebagai Perangkap Hama Tanaman Bawang Merah
Bawang merah merupakan salah satu bumbu rempah yang sangat dibutuhkan dalam hampir disetiap masakan dengan kata lain hampir setiap keluarga, warung makan dan restoran membutuhkan bawang merah. Namun demikian harga darpada komoditas bawang merah tidak selalu menjanjikan, adakalanya harga akan jatuh utamanya pada musim kemarau karena pada saat ini di sentra-sentra tanaman bawang merah sedang panen. Selain itu biaya produksi tanaman bawang merah sangat tinggi utamanya biaya obat-obatan atau pestisida. Di sini kami kami ingin berbagi cara untuk mensiasati agar biaya produksi bisa ditekan/dikurangi, utamanya pengunaan pestisidanya dapat menggunakan Lem Tikus untuk perangkap hama/ngengat/kaper. Cara ini pernah diterapkan di Poktan Tani Muncul Desa Karangtengah Kecamatan Kandangan di lahan bapak Susilo. Berikut ini Alat dan Bahan serta cara aplikasinya : Lem Tikus Botol Plastik Bekas Bambu Cara Penggunaannya : Oleskan Lem Tikus ke permukaan botol secara merata/menyeluruh. Tancapkan bilah bambu dengan jarak 1 m x 2 m pada bedengan bawang merah ,kemudian taruh botol yang sudah diolesi Lem Tikus tadi diatas/ujung bilah bambu tersebut dalam posisi tengkurap agar pada saat hujan tidak kemasukan air. Apabila ngengat/kaper yang terperangkap di botol dirasa sudah banyak maka dapat diganti dengan botol baru. Berdasarkan pengalaman petani teknologi ini sangat membantu pengurangan biaya produksi khususnya biaya pestisida untuk ulat daun yang menyerang tanaman bawang merah. Oleh : M. Isro’, SP