Loading...

PENGGUNAAN PEMUPUKAN BERIMBANG DI LOKASI SEKOLAH LAPANG DESA BOJONG WETAN KECAMATAN JAMBLANG

PENGGUNAAN PEMUPUKAN BERIMBANG DI LOKASI SEKOLAH LAPANG DESA BOJONG WETAN KECAMATAN JAMBLANG
Berdasarkan hasil pengamatan secara rutin dan berkala dengan pemberian pupuk organik serta penerapan Jajar Legowo 2 : 1dan Legowo 4 ; 1 secara tepat dapat memberikan dampaksebagai berikut: Tanah Pemberian pupuk organik dan kaptan dapat memberikan dampak yang lebih baik bagi kesuburan tanah dengan dicirikan dari kondisi tanah sebelumnya yang agak keras menjadi lebih gembur, warna tanah agak lebih hitam Tanaman (Varietas Inpari 33 ) Pada tanah yang lembab populasi dan pertumbuhan tanaman lebih baik dan produktip dibandingkan dengan tanah yang agak kering, (lebih cocok untuk ditanam pada musim rendengan). Jumlah anakan produktip lebih baik, rata-rata 21,78/Rumpun, Tinggi tanaman rata-rata 103,33 cm Jumlah bulir isi rata-rata: , 180 hampa : 2,5 bulir Bobot akhir rata-rata : 5,06 kg à dengan hasil ubinan 8,56 GKP dan 7,48 GKG Rata-rata produktifitas tanaman pada lokasi Sekolah Lapang meningkat atau lebih baik,dikarenakan pada musim sebelumnya rendengan hanya berkisar antara 8 ton GKP dan 7 ton/Ha GKG jadi ada kenaiakan produktifitas sekitar lebih kurang 1 ton/Ha. Hama dan Penyakit Perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT) berdasaran hasil pengamatan secara rutin dan berkala seminggu sekali dapat ditekan atau dikendalikan secara dini yaitu dengan cara pendekatan, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT)dan penggunaan atau aplikasi pestisida yang tepat (5T), yaitu: tepat dosis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat cara dan tepat jenis atau sesuai dengan dengan kondisi dan keadaan hama tersebut. Hal hal Yang Perlu Di perhatikan Dalam Sekolah Lapang Pemupukan Berimbang Pemberian pupuk organik maupun kaptan yang sesuai dengan dosis maupun waktu aplikasi perlu dikembangkan dan diterapkan ditingkat petani. Perlu adanya pelatihan-pelatihan ditingkat petani, hal ini untuk meningkatkan SDM petani baik dalam hal tehnik atau cara pemberian pupuk organik, pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), pemilihan Varietas Unggul serta sistim tanam yang tepat dan benar. Perlu ada kajian-kajian yang mendalam untuk mendapatkan formula yang tepat, hingga mendapatkan varietas yang cocok dengan kondisi lingkungan setempat (spesifik local)