Loading...

Penggunaan Perangkap Kuning Solusi Hemat dalam Pengendalian OPT Yang Ramah Lingkungan

Penggunaan Perangkap Kuning Solusi Hemat dalam Pengendalian OPT Yang Ramah Lingkungan
Beberapa hama bandel dengan ukuran kecil namun sangat merugikan seringkali membuat petani resah. Bukan hanya menguras kantong karena harus membeli pestisida mahal, namun lebih parah akibatnya jika menularkan virus yang tidak ada obatnya. Alhasil panen pun gagal, alih-alih untung malah buntung. Salah satu Ide menangkap hama secara sederhana, tidak membutuhkan modal besar namun cukup efektif untuk mengurangi populasi hama adalah perangkap menggunakan perekat kuning. Idenya sangat sederhana. Hama digoda dengan warna kuning, hama yang tertarik dengan warna kuning akan mendekat ke arah sumber warna kuning tersebut. Warna kuning bisa berasal dari warna kuning cat atau bahan-bahan yang berwarna kuning. Bahan berwana kuning tersebut dilumuri dengan lem perekat bening, seperti lem tikus atau minyak goreng. Sehingga hama yang mendekat dengan otomatis akan terperangkap dalam lem perekat. Hama yang lengket tidak akan bisa bergerak dan mati. Cara kerja perangkap warnaPerangkap warna memanfaatkan sifat phototaksis postitif dalam menangkap serangga. Serangga umumnya tertarik dengan warna kuning, biru, hijau, merah dan putih. Hama serangga yang tertarik dengan warna pada perangkap warna akan mendekat, hinggap dan terperangkap. Cara membuat perangkap warnaAlat dan Bahan : Botol/gelas kemasan air mineral (aqua)Plastik bening (pelapis botol/gelas air mineral)Cat kayu/besi/gabus warna kuningTiner/bensin pengencer cat & pengencer lem tikusAir (pengencer cat acrilik/cat gabus)Minyak kelapa / lem tikus (bening)Tali raffiaAjir Cara membuat :Botol/gelas air mineral kita bersihkan jangan sampai ada bekas air atau minyak didalam botol kemudian cat kuning kita encerkan menggunakan tiner/bensin; kemudian dimasukkan/kuaskan kedalam botol/gelas air mineral menggunakan corong/kuas sebanyak sepertiga bagian botol. Setelah itu botol ditutup dan diputar sehingga cat yang ada didalam botol bias mewarnai seluruh permukaan dalam botol, setelah warna rata sisa cat yang ada dalam botol di tuangkan kedalam botol air mineral yang lain yang masih bersih demikian selanjutnya sampai cat atau botol yang mau dicat kuning habis. Setelah proses pengecatan selesai diamkan botol yang sudah dicat selama sehari semalam supaya kering. Kenapa yang dicat bagian dalam? itu dikarenakan untuk mempermudah pengecatan selain itu cat yang didalam botol cenderung lebih tahan lama menempel dibandingkan dengan cat yang dioleskan di bagian luar karena akan cepat terkelupas. Setelah cat di dalam botol kering, botol siap digunakan. Lapisi botol dengan plastik bening kemudian diberikan lem tikus yang sudah diencerkan dengan tiner atau menggunakan oli bekas sebagai perekat. Mengapa harus dilapisi dengan plastik bening? tujuannya adalah supaya botol tetap awet dan bisa digunakan berulang kali karena bila serangga yang terperangkap sudah banyak maka tinggal membuang plastiknya dan menggantikannya dengan plastik yang baru kemudian diberikan lagi perekat. Metode pemasangannya perangkap kuning diikat pada ajir dengan ketinggian satu jengkal diatas tajuk tanaman, seiring tinggi tanaman perangkap likat kuning dinaikkan mengikuti tinggi tajuk tanaman supaya hasil bisa optimal, hal ini bertujuan supaya serangga hama langsung bisa melihat perangkap likat kuning diatas tajuk tanaman. Untuk areal tanaman cabai seluas 1000 m2 minimal di pasang perangkap likat kuning dengan botol ukuran 1,5 liter atau gelas bekas air mineral sebanyak 10 buah dengan metode pemasangan zig-zag atau gigi gergaji. Ketika hama terperangkap telah memenuhi sebagian besar permukaan perangkap atau 15 hari setelah pemasangan, maka perlu dilakukan penggantian dengan perangkap yang baru, dengan cara melepas plastik dan menggantikannya dengan plastik yang baru dan diolesi lem perekat begitu selanjutnya sampai dengan tanaman habis masa panennya Perangkap kuning mampu mengendalikan beberapa hama yang sering muncul di pertanaman, seperti lalat buah, wereng, aphids, thrips, kutu, ngengat, dan kepik. Perangkap likat kuning ini dapat dijadikan solusi untuk petani dalam pengendalian hama di lapangan. Perangkap warna atau yellow sticky trap biasa digunakan pada tanaman cabai, bawang merah, semangka, melon, dan lainnya. Admin BPP Tanah Merah