Padi merupakan salah satu komoditi andalan sektor pertanian yang mempunyai pasaran yang cukup besar dalam menghasilkan sumber pendapatan bagi petani. Kebutuhan beras terus meningkat, seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, namun peningkatan produksi sering kali diikuti berbagai permasalahan. Salah satunya adanya serangan wereng hijau pembawa virus tungro.Selama ini petani di Desa Sekarmojo Kecamatan Purwosari masih menggunakan insektisida sintetis dalam pengendalian wereng hijau, sehingga biaya produksi lebih banyak untuk mengatasi hal tersebut, penggunaan insektisida nabati merupakan solusi yang tepat. Selain murah juga ramah lingkungan. Sumber nabati yang bias digunakan untuk mengendalikan wereng hijau antara lain Daun tembakau, umbi gadung, dringu/jeringau,dan daun mimba Beberapa Fungsi Pestisida NabatiPestisida nabati memiliki berbagai fungsi yang bermacam-macam, antara lain sebagai :• Repelen, yaitu menolak kehadiran serangga (bau yang menyengat) • Antifidan, mencegah serangga memakan tanaman yang telah disemprot (ada rasa pahit). • Mencegah serangga meletakkan telur. • Sebagai racun syaraf. • Mengacaukan sistem hormon di dalam tubuh serangga. • Atraktan, pemikat kehadiran serangga yang dapat dipakai pada perangkap serangga. • Mengendalikan pertumbuhan jamur/bakteri. b. Kelebihan dan KekuranganSelanjutnya, dikatakan bahwa kelebihan dari pestisida berbahan baku nabati antara lain :• Mengalami degradasi/penguraian yang cepat oleh sinar matahari. • Memiliki efek/pengaruh yang cepat, yaitu menghentikan nafsu makan serangga walapun jarang menyebabkan kematian. • Toksitasnya umumnya rendah terhadap hewan dan relatif lebih aman pada manusia (lethal dosage (LD) >50 Oral). • Memiliki spektrum pengendalian yang luas (racun lambung dan syaraf) dan bersifat selektif. • Dapat diandalkan untuk mengatasi OPT yang telah kebal pada insektisida sintetis. • Phitotoksitas rendah, yaitu tidak meracuni dan merusak tanaman.Sedangkan kelemahan penggunaan pestisida nabati sebagai berikut :• Cepat terurai dan aplikasinya harus lebih sering. • Daya racunnya rendah (tidak langsung mematikan serangga/ memiliki efek lambat). • Kapasitas produksinya masih rendah dan belum dapat dilakukan dalam jumlah massal (bahan tanaman untuk insektisida nabati belum banyak dibudidayakan secara khusus). • Ketersediaannya di toko-toko pertanian masih terbatas.Bahan-bahan di atas umumnya dibuat dengan cara diblender, direbus dan direndam sebelum disemprotkan. Untuk jenis biji direndam terlebih dahulu kemudian ditumbuk/diblender, sedangkan jenis daun dan umbi dapat diblender dan diambil ekstraknya. Sebelum digunakan bahan-bahan di atas dicampur dengan larutan sabun colek/sabun cair dan direndam semalam, setelah itu siap digunakan. Senyawa aktif yang terdapat pada sumber bahan pestisida nabati: Daun Tembakau? Kandungan senyawa aktif : mengandung senyawa alkaloid seperti : nicotine, anabarine, anatobine, mysonine, nicotinoid, nicotelline, norcotine, piperidine Umbi Gadung? Kandungan bahan aktif : Diosgenin, steroid, saponin, alkaloid, fenol Daun Mimba? Kandungan senyawa aktif : Azadirachtin, salannin, nimbinen, dan meliantriol Pengendalian tungro/wereng hijau merupakan salah satu factor yang menentukan keberhasilan usaha tan padi. Selama ini penggunaan pestisida kimia selalu menjadi andalan untuk mengatasi hama penyakit ini. Namun penggunaan bahan kimia yang secara terus menerus menimbulkan dampak negative, baik bagi kesehatan maupun bagi kelestarian lingkungan. Dampak negative tersebut antara lain: meningkatnya resistensi (kekebalan) bagi hama, timbulnya ledakan hama, timbulnya hama sekunder, timbulnya efek residu pada hasil pertanian/peternakan, timbulnya gangguan kesehatan manusia, dan adanya kontaminasi/pencemaran lingkungan. Salah satu alternative yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan penggunaan biopestisida. Kelompoktani Usaha Bersama beberapa kali melaksanakan praktek pembuatan pestisida nabati secara bersama-sama pada saat pertemuan kelompoktani. Hasil dari praktek pembuatan pestisida ini kemudian dimanfaatkan bagi anggota-anggota yang membutuhkannya. Berikut ini cara pembuatan biopestisida untuk mengendalikan wereng hijau.Bahan-bahan:1. Gadung 5 kg2. Dlingu 0,5 kg3. Tembakau 1,5 kg4. Gula pasir 2 kg5. Daun Mimba 1 kg6. Air 10 Ltr Cara membuat:1. Umbi gadung diparut kemudian ambil airnya2. Dlingu ditumbuk sampai halus dan ditambahkan 1 liter air lalu diperas dan diambil airnya3. Tembakau direbus dengan 10 liter air4. Daun mimba ditumbuk/dicacah sampai halus5. Semua bahan tersebut dicampur dan dimasukkan ke dalam tong/ember lalu ditambahkan gula pasir6. Aduk semua campuran bahan dan simpan selama 3 hari7. Setelah 3 hari diperas dan siap digunakan8. Cara penggunaannya yaitu setiap 50 cc larutan dicampur dengan 12 liter air lalu disemprotkan ke tanaman. Hambatan Dan Permasalahan Dalam pemasyarakatan dan penggunaan pestisida nabati di petani masih dijumpai beberapa hambatan dan permasalahan antara lain :1. Kesadaran petani akan dampak buruk pestisida sintetik masih kurang dan kecenderungannya untuk menggunakan yang lebih praktis2. Petani baru mau menggunakan pestisida nabati bila tidak mampu membeli pestisida sintetik3. Petani belum yakin betul akan efektivitas pestisida nabati