Penggunaan pupuk organik yang selama ini sebagian dilupakan oleh petani sejak penerapan teknologi revolusi hijau pada tahun 1970-an, sejak tahun 2007 barulah mulai digalakkan kembali oleh Kementerian pertanian dan Pemerintah Provinsi/Pememerintah Kabupaten untuk menggunakan pupuk organik.Pupuk organik adalah Pupuk yang sebagian besar terdiri atas bahan organik dari tanaman, hewan melalui proses rekayasa/melalui pengolahan yang hasilnya berbentuk padat atau cair bila digunakan untuk pemupukan dapat mensuplai bahan organik dan dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, maupun biologi tanah.Penggunaan pupuk organik perlu ditekankan hal ini didasarkan atas sudah memprihatinkannya kondisi Kandungan Bahan Organik Tanah antara lain adalah 73% lahan pertanian kandungan Bahan Organik tanah rendah, (4%), Lahan sawah di Jawa kandungan BO tanah Kondisi lahan pertanian tersebut disebabkan karena beberapa hal antara lain; 1. Kesadaran petani rendah, terbiasa dengan pupuk anorganik yang praktis.2. Pemahaman tentang pupuk organik masih dangkal.3. Penyuluhan tentang pupuk organik jarang diterima petani.4. Malas membuat kompos, banyak pekerjaan nonfarm. (Nukang Batu, bakulan, Ngojek dan Lain-lain)5. Belum terampil membuat kompos.6. Tidak mempunyai ternak besar penyedia kotoran hewan.7. Tidak tersedia bahan (kohe, hijauan) di RTP.8. Kurang praktis, pengangkutan mahal.9. Keuntungan ekonomis tidak jelas.10. Tidak tersedia alat pengangkutan, tidak ada jalan usaha tani.11. Sawah bukan milik petani penggarap.Beberapa Bahan organik/pupuk organik antara lain adalah: Kompos ,Pupuk hijau, Pupuk kandang , Sisa panen , Limbah panen Limbah olahan berbahan hasil pertanian, Limbah ternak dan Sampah organikFungsi Pupuk Organik Dalam Tanah1. Penyedia/sumber hara makro N, P, K, Ca, Mg, S.2. Sumber hara mikro: Zn, Cu, Mo, B, Mn, Fe.3. Meningkatkan KTK tanah.4. Mengikat senyawa logam yang meracuni tanaman seperti Al, Fe, Mn.5. Sumber energi mikroba tanah yang berguna.6. Meningkatkan kapasitas simpan air tanah. 7. Memperbaiki struktur tanah.8. Mencegah pengerasan tanah.9. Meningkatkan kapasitas infiltrasi air.10. Memperbaiki drainase tanah.11. Pengikat partikel tanah.12. Sebagai penyangga (buffer) terhadap perubahan reaksi kimia tanah.13. Mempermudah pengolahan tanah.14. Memperbaiki pelumpuran tanah.15. Mengurangi daya erosi tanah.Selain itu ada juga beberapa manfaat pupuk organik adalah tanah lebih subur, mudah dilumpurkan; tanaman lebih subur dan daun lebih hijau; hasil lebih tinggi, pruduk lebih berbobot; dan tanaman lebih tahan terhadap hama-penyakit (terutama tanaman Jagung)Dalam penggunaan pupuk organik selama lima (5) musim tanam berturut –turut dengan dosis antara 3 – 4 ton /ha dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik. Adapun penggunaan pupuk organik pada budidaya tanaman jagung cukup dilakukan pada waktu pengolahan tanah dan budidaya tanaman jagung sebaiknya dilakukan menggunakan mulsa Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) Ditulis Oleh: Sundari BBP2TP Bogor Sumber: Balitbangtan Tanaman pangan