Loading...

PENGGUNAAN TRICHOKOMPOS UNTUK PENGENDALIAN BULAI PADA TANAMAN JAGUNG

PENGGUNAAN TRICHOKOMPOS UNTUK PENGENDALIAN BULAI PADA TANAMAN JAGUNG
LATAR BELAKANG Tanaman jagung merupakan komoditas unggulan di Kecamatan Montong setelah kacang tanah dan padi, dengan luas tanam jagung 14.323 Ha pada tahun 2018 yang mayoritas ditanam pada lahan tegal musim hujan dan sebagian lagi pada musim kemarau di sawah. Produktifitas rata-rata di kecamatan Montong adalah 6,4 ton / ha. Untuk mempertahankan dan meningkatkan produkstifitas tanaman jagung perlu diantisipasi sejak dini hal hal yang menyebabkan berkurangnya produkstifitas dan kegagalan panen tanaman jagung. Salah satu penyakit yang menyebabkan gagal panen yaiut bulai. UPTD PKP Kecamatan Montong berusaha melakukan kaji tindak untuk mengatasi masalah bulai yaitu dengan membuat Trichokompos sebagai urug tanaman jagung menggunkan metode trichokompos. Pembuatan Trichokompos Trichokompos merupakan pupuk organik plus Trichoderma yang digunakan sebagai uruk pada tanaman jagung untuk mengendalikan bulai/putehen. Hasil Kaji Tindak di Lahan Kantor UPTD PKP Kecamatan Montong penggunaan Trichokompos ini bisa mengurangi/mencegah serangan bulai. Hasil uji coba kaji tindak adalah Kotoran hewan murni tanpa perlakuan terkena bulai 50%, pupuk organik biasa 30%, dan Trichokompos hanya terkena 10%. Pembuatan TrichokomposCara PembuatanAlat : ­ Cangkul­ Terpal­ Timba Bahan : 1. Kotoran Hewan (Kohe) = 1.000 kg2. Sekam/Serbuk gergaji = 150 kg (15% bahan)3. Dedak / katul 50 kg = 50 kg (5% bahan)4. Tetes tebu = 1 liter5. Dekomposer / MOL = 1 liter6. Air secukupnya = 100 Liter7. Trichoderma cair = 1 Liter Proses Pembuatan : 1. Campur kotoran hewan, sekam dan dedak sesuai takaran, aduk hingga rata, kemudian dibagi menjadi 4 bagian2. Tuang MOL, tetes tebu, TCD dalam air diaduk kemudian percikan pada adonan di atas dengan kadar air kurang lebih 40% (cara praktis : memeras adonan dengan tangan, bila diperas tidak keluar air dan bila tangan dibuka akan berupa gumpalan/tidak pecahtambah )3. Adonan ditutup terpal. Lama fermentasi 7 hari. Bokashi plus TCD (Trichokompos) dianggap jadi ditandai bau khas fermentasi/sedap bahkan tidak berbau, dingin dan kering. Bila berbau busuk maka pembuatan bokashi gagal (tidak jadi)4. Trichokompos disimpan dalam karung goni atau gelangsing (zak) dan disimpan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari. Penulis : Yovie Isnawan, STP (Penyuluh Pertanian,Kec. Montong)