Loading...

Penggunaan Urin Sapi, Sebagai Pupuk Organik Cair

Penggunaan Urin Sapi, Sebagai Pupuk Organik Cair
Kotoran ternak Sapi yang bebentuk padat (faeces), bentuk cair/urin adalah bukan hal baru, yang difomulasikan menjadi bahan organik, pupuk organik cair. Adalah Fermentasi urin dapat menghasilkan prodak Pupuk Organik Cair (atau dikenal dengan singkatan POC) dengan komposisi yang lebih baik, dalam penggunaannya pada beberapa tanaman. Misalnya saja, tanaman Jambu mete merupakan salah satu komoditi unggulan Pertanian yang mengalami penurunan produksi pada belakangan ini, yang antara lain juga penyebabnya adalah faktor usia Jambu Mete yang dipastikan telah berumur rata-rata diatas 30 tahun, tersebar di hampir seluruh lahan/kebun milik masyarakat/anggota Kelompok Tani, khusunya dalam Kecamatan Mawasangkja Tengah Kab. Butun Tengah. Memanfaatkan kesempatan pada moment ini, adalah penggunaan Pupuk Cair yang berasal dari urin Ternak Sapi, cukup menggembirakan, setelah melihat, mengamati terwujudnya hasil produksi Jambu Mete yang agak lumayan dari pada bebepara tahun sebelumnya, dengan mematerikan teknoligi ini jadwal penyuluhan, termasuk anjangsana dan telah diterapkan oleh petani mete binaan kami di WKPP. Proses pembuatan Pupuk Organik Cair dari urin Ternak Sapi, bahan-bahannya mudah didapatkan disekitar kita. Prosedur pembuatan dapat dilakukan dengan urutan sebagai berikut ; siapkan 10 liter Urin Ternak Sapi, 1 ons gula merah, 100 gram terasi halus, 8 sendok teh EM4 dan sediakan jerigen berkapasitas 20 liter untuk penyimpanan. Semua bahan dicampur, diaduk homogen, kemudian dimasukan ke dalam jerigen, ditutup rapat, setelah itu disimpan dan diletakkan pada tempat yang sejuk, yang dipastikan tidak terkena sinar matahari langsung. Dalam waktu seminggu, tutup jerigen dibuka sebentar, guna membuang/proses keluarnya gas yang terkumpul dalam jerigen. Selanjutnya, dalam waktu minimal sekitar seminggu kemudian, fermentasi tersebut, lanjutkan tutup jerigen dibuka kembali, bila sudah tidak tercium bau urin, maka proses fermentasi pembuatan POC tersebut dipastikan telah sukses/berhasil. “Masih mengiang-ngiang di telinga kami, Bapak Ato Suprapto (purna tugas) kepala Badan PSDMP Kementan RI saat itu, (dalam satu kesempatan, pada media Nasional, mengatakan Kembali ke Organik, go organik tergaungkan)”. Lanjut, pengaplikasian POC yang telah selesai dibuat diatas, kembali di formulasikan dengan mencampurkan air. Untuk penyiraman langsung ke Tanaman, dapat digunakannya dengan takaran sekitar 25 ml POC berbanding 1 liter air, dapat pula menggunakan Hand Spayer untuk penyemprotan melalui bagian daun pada setiap pohon, dalam bedengan-bedengan tanaman sayuran, dst. Dalam situasi/seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital dan inovasi-inovasi baru, rancangan Kementrian Pertanian menjadikan BPP sebagai Konstratani (Komando Strategi Pembangunan Pertanian) dimana BPP akan menjadi pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, pusat gerakan pemberdayaan petani, hingga Pusat Data dan Informasi serta Pusat membangun Network, dan hingga era revolusi industri 4,0 saat ini, yang merupakan integrasi on line, internet dengan dunia usaha serta produksi dalam perkembangan industri secara menyeluruh, namun kami selaku pemerhati Pertanian, salam hijau, salam produksi hasil yang organik, dengan tidak menyepelekan bahan kimia terlebih untuk penggunaannya dalam meningkatan produksi hasil tanaman, namun, pengaplikasian dalam menggunakan bahan-bahan organik yang ramah lingkungan, aman konsumsi, dst. Tetap berkesinambungan kembali ke Organik. Demikianlah sekedarnya, selamat mendampingi petani. Penulis : PPL WKPP Waturumbe, Kec. Mawasangka Tengah, Kab. Buton Tengah LA RASA, S.ST.