Berdasarkan hasil pengamatan secara rutin dan berkala baik, pertumbuhan tanaman maupun perkembangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah sebagai berikut: Tanah Pemberian pupuk organik dapat memberikan dampak yang lebih baik; Tingkat kesuburan tanah lebih subur dengan dicirikan dari kondisi tanah sebelumnya yang agak keras menjadi lebih gembur, warna tanah agak lebih hitam maupun Varietas Inpari 30 Pada tanah yang lebih gembur (cukup tersedia air) populasi dan pertumbuhan tanaman lebih baik dan produktip dibandingkan dengan tanah yang agak kering. Ketersediaan air pada masa primordia sampai menjelang panen kurang cukup tersedia, sehingga berrpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil produksi Bobot ubinan Kaji Terap à 4,80 kg è 7,42Ton GKP dan 6,35 Ton GKG Kontrol è 4,08 kg è 6,31 Ton GKP dan 5,40 Ton GKG Hama dan Penyakit Perkembangan organisme pengganggu tanaman (OPT) di lokasi SL Dekon berdasaran hasil pengamatan secara rutin dan berkala seminggu sekali dapat ditekan atau dikendalikan secara dini yaitu dengan cara pendekatan, pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT) dan penggunaan atau aplikasi pestisida yang tepat (5T), yaitu: tepat dosis, tepat sasaran, tepat waktu, tepat cara dan tepat jenis atau sesuai dengan dengan kondisi dan keadaan hama tersebutan Hal hal Yang Perlu Di perhatikan Dalam Sekolah Lapang Pemupukan Berimbang Pemberian pupuk organik yang sesuai dengan dosis maupun waktu aplikasi perlu dikembangkan dan diterapkan ditingkat petani. Sistim Tanam Jajar Legowo perlu diterapkan dan dikembangkan Perlu adanya pelatihan-pelatihan ditingkat petani, hal ini untuk meningkatkan SDM petani baik dalam hal tehnik atau cara pemberian pupuk organik, pengamatan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), pemilihan Varietas Unggul serta sistim tanam yang tepat dan benar. Perlu ada kajian-kajian yang mendalam untuk mendapatkan formula yang tepat, hingga mendapatkan varietas yang cocok dengan kondisi lingkungan setempat (spesifik local) dan kualitas gabah yang lebihh baik Sarana produksi untuk kegiatan Kaji Terap sebaiknya disesuaikan terlebih dahulu dengan kondisi lokasi setempat, nantinya diharapkan tepat guna dan sasaran