Adapun manfaat kapur dolomit untuk tanaman adalah mengatur tingkat keasaman dan pH tanah, mensuplai kebutuhan hara (Ca) dan (Mg) pada tanaman, membantu menyeimbangkan keasaman tanah, menetralisir kejenuhan zat-zat yang berlebih. Penambahan bahan organic sangat membantu dalam memperbaiki tanah yang terdegradasi, karena dapat mengikat unsur hara yang mudah hilang serta membantu dalam menyediakan unsur hara tanah sehingga efisiensi pemupukan menjadi lebih tinggi. Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan pengkajian di Desa Adi Warno Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur tentang “Pengaruh Dosis Dolomit dan Pupuk Organik Petroganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung”. Adapun bahan yang digunakan adalah benih jagung Hibrida NK 7328 15 kg/ha, NPK Mutiara 100 kg/ha, Urea 400 kg/ha, SP-36 50 kg/ha, pupuk organic petroganik sesuai perlakuan, Dolomit sesuai perlakuan. Pengkajian ini dilaksanakan dilahan kering dengan system tanpa olah tanah (TOT). Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan dua factor perlakuan. Faktor pertama yaitu dolomit (D) dengan 3 taraf : D0 = tanpa dolomit, D1 = pemberian dolomit 2 ton/ha, D3= pemberian dolomit 4 ton/ha. Faktor ke dua yaitu pupuk organic petroganik (P) dengan 3 taraf yaitu P1 = pemberian pupuk organic petroganik 500 kg/ha, P2= pemberian pupuk organic petroganik 1000 kg/ha, P3= pemberian pupuk organic petroganik 1500 kg/ha. Jumlah kombinasi perlakuan 9 yaitu : D0P1, D0P2, D0P3, D1P1, D1P2, D1P3, D2P1, D2P1, D2P2, D2P3. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Untuk pengamatan pada setiap petak perlakuan diambil 5 tanaman contoh yang ditentukan secara acak. Data yang diperoleh diuji homogenitasnya dengan uji Barlett’s dan ketak-aditifan data antara lingkungan dan perlakuan uji Tuckey, kemudian dianalisis dengan Uji F dan dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), semua pengujian pada taraf nyata 5%. Penanaman dilakukan dengan system tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam (100-40)cm x 20 cm (1 tanaman per lubang) Luas plot 160 x 140 cm. Populasi tanaman 24 batang/plot dengan Jumlah 27 plot. Pemupukan dasar dilakukan pada waktu tanam hanya dengan memberikan pupuk organic petroganik. Pemupukan dengan pupuk anorganik dilakukan dua kali. Pemupukan susulan pertama pada umur 15 hari setelah tanam diberikan 50%. Pemupukan susulan ke dua dilakukan pada umur 38 hari setelah tanam diberikan 50%. Pengamatan pada petak pengkajian dilakukan terhadap 5 tanaman contoh yang diambil secara acak. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, diametr batang, luas daun, bobot per tongkol tanpa klobot, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot pipilan per tongkol, bobot 100 butir biji per gram. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa: (1) Perlakuan dosis dolomit 4 ton/ha berpengaruh nyata terhadap panjang tongkol, diameter tongkol,dan bobot 100 biji per gram; (2) Perlakuan dosis pupuk organic petroganik 1000 kg/ha berpengaruh nyata terhadap berat pipilan per tongkol; (3) Interaksi dosis dolomit 4 ton/ha dan dosis pupuk organic petroganik 1000 kg/ha berpengaruh nyata terhadap bobot per tongkol tanpa klobot, berat pipilan per tongkol dan bobot 100 biji /gram. SUMBER: KTI HASIL PENGKAJIAN HERLINA. SP (Ditulis Oleh : Herlina,S.P. Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).