Loading...

PENGKAJIAN PENGARUH DOSIS ARANG SEKAM DAN ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH

PENGKAJIAN PENGARUH DOSIS ARANG SEKAM DAN ZEOLIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH
Arang sekam merupakan salah satu bahan organic yang dapat memperbaiki struktur tanah. Disamping dapat memperbaiki struktur tanah arang sekam mengandung SiO2 (52%), C(31%), K (0,3%), N (0,18%), F (0,08%), dan kalsium (0,14%). Selain itu juga mengandung unsur lain seperti : Fe2O3 , K2O , MgO, CaO, MnO dan Cu dalam jumlah yang kecil serta beberapa jenis bahan organic. Sekam bakar juga digunakan untuk menambah kadar kalium dalam tanah. Manfaat serta efek yang telah diketahui secara umum adalah arang sekam meningkatkan pH tanah, sehingga meningkatkan juga ketersediaan fospor (P). Penambahan arang sekam pada media tanam atau tanah pertanian juga meningkatkan system aerasi (pertukaran udara) dizona perakaran tanaman. Zeolit adalah salah satu pembenah tanah alami yang dapat mengikat hara yang diberikan melalui pupuk sehingga mencegah pencucian hara. Hara yang terikat tersebut akan dilepas kembali secara pelan-pelan dan langsung diserap akar. Hasilnya akan lebih baik jika tanah diberikan kompos jerami sebagai sumber hara kalium (K) sehingga pupuk KCl tidak diperlukan lagi. Pengkajian ini dilaksanakan dilahan kelompoktani Sido Rejo II Desa Adi Warno Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Adapun bahan yang digunakan adalah benih padi BW 80 25 kg/ha, Urea 200 kg/ha, ZA 100 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, pupuk hayati Petro Bio 100 kg/ha, pupuk organic petroganik 1000 kg/ha, arang sekam dan zeolit sesuai perlakuan. Pengkajian ini dilaksanakan di lahan sawah beririgasi teknis dengan olah tanah sempurna dengan system tanam tegel dengan jarak tanam (27x27) cm. Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial. Faktor pertama arang sekam (A) dengan dua taraf yaitu A0 = tanpa arang sekam A1 = pemberian arang sekam 1500 kg/ha. Faktor kedua zeolite (Z) dengan tiga taraf yaitu Z0 = tanpa zeolite, Z1 = 125 kg/ha, Z2 = 150 kg/ha. Dengan demikian diperoleh 6 kombinasi perlakuan yaitu : A0Z0, A0Z1, A0Z2, A1Z0, A1Z1, A1Z2. Setiap perlakuan diulang tiga kali, setiap petak perlakuan berukuran 5m x 5m. Pengamatan pada petak perlakuan dilakukan terhadap 10 tanaman yang diambil secara acak. Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, panjang malai, jumlah butir gabah per malai, jumlah butir bernas per malai, jumlah burtir hijau per malai, jumlah butir hampa per malai, bobot 1000 butir per gram, bobot gabah ubinan. Dilihat dari hasil ubinan adalah sebagai berikut : Peningkatan produksi padi sawah sebesar 2.032 kg/ha dengan pemberian arang sekam 1500 kg/ha dan zeolite 150 kg/ha. Peningkatan produksi padi sawah sebesar 912 kg/ha dengan pemberian arang sekam 1500 kg/ha dan tanpa pemberian zeolite. Peningkatan produksi padi sawah sebesar 1.072 kg/ha dengan pemberian zeolite 125 kg/ha tanpa pemberian arang sekam. Peningkatan produksi padi sawah sebesar 832 kg/ha dengan pemberian arangdan zeolit sekam 1500 kg/ha 125 kg/ha. SUMBER: KTI Hasil Pengkajian Herlina. SP (Ditulis Oleh : Herlina,S.P. Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).