Penerapan system legowo pada tanaman jagung lebih diarahkan kepada peningkatan penerimaan intensitas cahaya matahari untuk optimalisasi fotosintesis dan assimilasi. Dengan assimilasi meningkat alhasil pengisian biji optimal. Pemakaian bahan organic salah satunya pupuk kandang dapat memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimia tanah serta dapat meningkatkan kesuburan tanah. Pemanfaatan system legowo ini dikaitkan dengan upaya peningkatan produksi melalui peningkatkan indeks pertanaman (IP) jagung. Dengan peningkatan IP maka hasil panen dapat meningkat dan pengelolaan lahan menjadi lebih produktif. Produksi jagung per satuan luas dipengaruhi oleh banyak factor, antara lain : ketersediaan air, tingkat kesuburan tanah, pengelolaan tanaman dan pemupukan. Semua factor ini saling berinteraksi dalam menentukan produksi tanaman. Berdasarkan uraian di atas penyuluh merasa penting untuk melakukan pengkajian tentang “Pengaruh Sistem Tanam dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung” yang dilaksanakan di Kelompoktani Sido Rejo I Desa Adi Warno Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur. Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam pengkajian ini adalah benih jagung varietas Hibrida NK 7328 15kg/ha, NPK Phoska 200 kg/ha, Urea 500 kg/ha, pupuk kandang ayam 2 ton/ha, pupuk kandang kambing 2 ton/ha, pupuk kandang sapi 2 ton/ha. Pengkajian ini dilaksanakan di lahan kering dengan system tanpa olah tanah (TOT). Pengkajian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) factorial dengan dua factor perlakuan : Faktor pertama Sistem tanam (J) dengan dua taraf yaitu system tanam jajar legowo 2:1 dengan jarak tanam (100 – 40) x 20 cm (J1) dan system tanam tegel (konvensional)dengan jarak tanam 70 cm x 40 cm (J2). Faktor ke dua pupuk kandang (P) dengan 3 taraf yaitu, pupuk kandang ayam (P1), pupuk kandang kambing (P2), pupuk kandang sapi (P3). Dengan demikian diperoleh 6 kombinasi perlakuan yaitu : J1P1, J1P2, J1P3, J2P1, J2P2, J2P3. Jarak tanam jajar legowo : (100 – 40) cm x 20 cm (1 tanaman / lubang), jarak tanam tegel : 70 x 40 cm (2 tanaman/lubang). Luas plot 160 cm x 140 cm, populasi tanaman 24 batang, jumlah plot 18 plot. Penanaman dilakukan dengan system tugal dengan kedalaman 3-5 cm. Pelaksanaan pemupukan untuk pupuk kandang dilakukan pada pemupukan dasar 100%. Penggunaan pupuk anorganik dilakukan dua kali. Pemupukan pertanama dilakukan pada umur 7 hari setelah tanam diberikan 50%. Pemupukan ke dua dilakukan pada umur 35 hari setelah tanam diberikan 50%. Pengamatan pada petak pengkajian dilakukan terhadap 5 tanaman contoh yang diambil secara acak. Parameter yang diamati : tinggi tanaman (cm), jumlah daun, diameter batang (cm), luas daun (cm),bobot per tongkol tanpa klobot, panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), bobot pipilan per tongkol (g), bobot 100 biji jagung (g). Dari hasil pengkajian menunjukkan bahwa perlakuan system tanam jajar legowo 2:1 berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, bobot pipilan per tongkol dan bobot 100 biji per gram. Perlakuan pupuk kandang dan interaksi system tanam dan pupuk kandang tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap setiap parameter yang diukur. SUMBER: KTI HASIL PENGKAJIAN HERLINA. SP (Ditulis Oleh : Herlina,S.P.Penyuluh Pertanian Madya (KJF) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Lampung Timur).