Pengobatan (pemberian) Obat Cacing Untuk Ternak Sapi Di Desa Banyu Tajun Pangkalan Kec. Sungai Pandan
Salah satu kendala yang dapat mempengaruhi percepatan pengembangan peternakan sapi adalah penyakit. Penyakit tidak hanya menyebabkan kerugian ekonomi karena dapat menurunkan produktivitas ternak namun juga dapat mengakibatkan kematian. Dampak negatif lain yang dapat muncul yaitu menurunnya minat peternak untuk mengembangkan usahanya. Salah satu penyakit yang banyak menyerang ternak sapi adalah cacingan. Peternak di Desa Banyu Tajun Pangkalan, Bapak Fahri menyampaikan bahwa ada 1 ekor sapi Limosin pejantan miliknya yang sudah dipelihara kurang dari 1 tahun sakit dengan gejala seperti mulai kurus, mata sering berair (seperti mengeluarkan air mata / tampak menangis), dan kondisi rambut kusam. Makanan setiap pagi disediakan, namun sapi tidak bertambah berat badan. Sapi pejantan ini berumur 2 tahun dengan berat badan 225 kg. Dua (2) sapi jantan lain yang berjenis sapi Bali dan 1 sapi Bali betina dalam keadaan yang sehat. Berdasarkan hasil konsultasi dengan Bidang Keswan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara, dengan drh. I. Gusti Putu Susila pada hari Selasa tanggal 9 Juni 2020, beliau menyarankan untuk pengobatan cacing dengan obat Monil Boluses, yang mengandung Albendazole 1.125 mg dan terindikasi dapat membasmi semua stadium cacing di saluran pencernaan & pernafasan pada hewan ruminansia seperti Haemonchus, Ostertagia, Trichostrongylus, dan lain-lain dengan dosis dan cara pemakaian yang diberikan secara oral. Dengan berat badan 150 – 300 kg obat cacing yang diberikan sebanyak 2 bolus. Beliau juga menyarankan untuk pencegahan selanjutnya dengan tidak mengumpulkan rumput di pagi hari karena pagi hari merupakan saat larva cacing berada di pucuk rumput dan kandungan gas pada rumput tinggi sehingga selain cacingan, juga terjadi kembung pada sapi. Sebaiknya mengumpulkan rumput di atas jam 10 atau dengan mengangin-anginkan rumput terlebih dahulu atau disiram air garam sebelum diberikan pada ternak. Peternak juga harus memperhatikan sanitasi kandang dan kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan kotoran sapi menumpuk dan membersihkan sisa pakan secara rutin, menjaga drainase kandang dan lingkungan di sekitarnya sehingga tidak lembap dan becek, serta menghindari adanya genangan air pada tanah. Melakukan pemeriksaan kesehatan dan program pemberian obat cacing secara teratur jika memungkinkan, hal ini bisa dilakukan dengan menghubungi Penyuluh setempat untuk mengkoordinasikan dengan bidang Keswan Kesmavet. Pemberian obat cacing merupakan langkah utama dalam upaya pengendalian dan penanganan cacingan baik pada sapi. Program pemberian anthelmintika/ obat cacing sebaiknya dilakukan sejak masih muda dan diulang secara berkala setiap 6 bulan sekali guna membasmi cacing secara tuntas dan memutus siklus hidup parasit tersebut. Upaya pengobatan ini telah dilakukan pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2020. Peternak sangat berterimakasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan saran dan koordinasi dengan drh. I. Gusti Putu Susila dari bidang Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit agar sapi tetap dalam kondisi sehat. (Farida Adriani, SP)