Loading...

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN COLIBACILLOSIS

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN COLIBACILLOSIS
Colibacillosis adalah penyakit pada hewan, terutama yang berumur muda yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli (E.coli). E.coli pertama diisolasi oleh Escheric pada tahun 1885 dan feses manusia pada anak muda. Penyebaran bakteri ini sangat luas, lazim ditemukan dalam usus (terutama usus bagian bawah) baik pada hewan maupun manusia. Bakteri sering dihubungkan dengan berbagai kejadian seperti infeksi pusar, infeksi persendian, mastitis, pylonephritis, cervicitis dan metritis pada sapi serta pada babi dikenal penyakit "gut oedema". Penyakit ini, berkembang cepat dengan derajat kematian tinggi pada semua spesies. Derajat kematian pada anak sapi dapat mencapai 25 – 30 %, pada anak kuda dan anak babi mencapai 25 %.Cara Penularan. Pada feses hewan penderita, lingkungan sekitar yang tercemar dan saluran kelamin induk pada hampir semua hewan merupakan sumber penularan penyakit. Sedangkan pada hewan, penularan dapat berlangsung dalam berbagai cara, antara lain : (1) Melalui saluran pencemaran, misalnya akibat terminum susu mengandung E.coli patogen (pada anak sapi dan babi); 2) Melalui pusar yang masih basah dan tercemar oleh material mengandung E.coli, patogen (pada anak babi), intra uterina (kebanyakan pada anak kuda).Dalam pengelolaan peternakan yang buruk merupakan faktor peluasan penyakit. Misalnya, melalui pencemaran ambing induk, tempat pakan maupun tempat minum. Ditemukannya E.coli dalam pakan dan minuman merupakan pertanda bahwa bahan-bahan tersebut tercemar oleh feses hewan ataupun manusia.Gejala Klinis pada anak sapi, dikenal 3 (tiga) bentuk colibacillosis pada anak sapi yang masing-masing dapat berdiri sendiri atau bersama-sama, sebagai berikut : (1) Enteric-toxaemic colibacillosis. Anak sapi yang terserang dapat kolaps dan akhirnya mengalami kematian dalam waktu 2-6 jam. Gejala Klinis yang menonjol adalah koma, suhu normal, selaput lendir pucat, sekitar mulut basah, denyut jantung tak teratur dan lambat, disertai gerakan konvulasi ringan, tidak disertai diare; (2) Septicaemic colibacillosis. Sering dijumpai pada anak hewan berumur sampai 4 hari. Penyakit ini bersifat akut, kematian dapat terjadi dalam 24-96 jam tanpa gejala-gejala klinis yang jelas. Bila terdapat tanda-tanda klinis, hewan akan menjadi lemah dan depresi, tidak nafsu makan, suhu tubuh dan denyut jantung yang semula naik dengan cepat menurun hingga subnormal berbarengan dengan adanya diare. Gejala lain yang mungkin dilihat antara lain lumpuh, sendi bengkak dan sakit, miningitis diikuti dengan panophthalmitis; (3) Enteric colibacillosis. Paling sering dijumpai pada anak sapi umur seminggu sampai 3 minggu. Feses encer atau serupa pasta, berwarna putih sampai kuning dan mengandung noda darah. Feses berbau tengik serta mengotori sekitar anus dan ekornya. Denyut nadi dan suhu tubuh naik mencapai 40,5°C. Penderitaan terlihat apatis, lemah, berhenti minum dan secara cepat mengalami dehidrasi. Pada palpasi perut ditemukan reaksi nyeri. Tanpa pengobatan, hewan dapat mati dalam waktu 3-5 hari. Pada kejadian colibacillosis jangan lupa untuk memperhatikan terhadap kemungkinan peradangan pusar dan jaringan sekitarnya.Gejala Klinis pada anak Domba. Manifestasi penyakit pada anak domba hampir selalu sama dalam bentuk septisemik yang perakut, walaupun beberapa menunjukkan bentuk enterik yang kronik. Dua kelompok umur yang rentan terhadap penyakit yaitu anak domba umur 1-2 hari dan umur 3-8 minggu. Kejadian perakut ditandai dengan kematian mendadak tanpa gejala klinis. Kejadian akut ditandai dengan jalan kaku pada awalnya, kemudian hewan rebah. Terdapat hyperaestesia dan konklusi tetanik. Kejadian kronik ditandai dengan arthritis. Gejala Klinis pada anak Babi. Gejala yang terlihat berupa depresi, anoreksia, demam yang berlangsung beberapa hari dan diare. Selain itu ditemukan kulit sedikit kebiruan. Babi terserang biasanya dalam kondisi bagus dengan mendapat ransum yang terdiri dari biji-bijian. Perubahan mendadak baik dalam pemberian pakan atau pengelolaannya, mengundang timbulnya penyakit ini.Pengobatan. Untuk pengobatan colibacillosis, bermacam-macam antibiotik diketahui memberikan hasil baik terhadap kejadian colibacillosis, diantaranya tetracycline, neomycin dan streptomycin. Kebiasaan memberikan antibitik kepada anak ternak sering menimbulkan resistensi. Pemberian antibiotik pada ternak potong dihentikan sekurang-kurangnya 7 hari sebelum dipotong. Selain pemberian antibiotik atau sulfonamide, obat-obatan penunjang lainnya, sebaiknya diberikan juga infus dengan NaCl fisiologis.Pencegahan, Pengendalian dan Pemberantasan. Dalam hal ini, hindari keadaan penuh sesak di kandang, usaha ternak terbagi dalam kelompok kecil dan terdiri dari umur yang sama. Pengendalian colibacillosis pada anak ternak adalah dengan manajemen kandang dan hygiene yang baik. Lantai kandang terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan. Disinfektan kandang dilakukan setiap ada pergantian kelompok ternak. Tempat pakan dan air minum diletakkan sedemikian rupa sehingga terhindar dari pencemaran feses.Untuk anak sapi yang baru lahir harus segera mendapatkan kolustrum. Tempat pakan dan minum segera disucihamakan setiap habis dipakai. Pemberian pakan atau minum pada anak-anak sapi oleh pekerja hendaknya dilakukan dari luar kandang untuk mencegah kemungkinan infeksi melalui sepatu, pakaian ataupun peralatan kandang lainnya.Sedangkan ternak baru harus dilakukan tindakan karantina dan lebih baik lagi disertai pengobatan profilaktik pada saat kedatangan. Sebaiknya dihindari pembelian ternak baru umur muda. Bagi peternakan yang sering mengalami kejadian colibacillosis dapat dianjurkan untuk melakukan vaksinasi pada induk 2-4 minggu menjelang partus (dengan vaksin autagenous) yang bertujuan untuk mengurangi jumlah kematian yang biasanya tinggi dan mendadak (Inang Sariati).Sumber : 1. Brosur/Buku "Manual Penyakit Hewan Mamalia", Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2012.2. https://www.google.com/search?q=PENGOBATAN+DAN+PENCEGAHAN+COLIBACILLOSIS&newwindow=1&safe=active&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=8pmSVKf4KoqSuATh_4C4Bw&ved=0CAgQ_AUoAQ&biw=1024&bih=677