Loading...

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN TOXOPLASMOSIS

PENGOBATAN DAN PENCEGAHAN TOXOPLASMOSIS
Toxoplasmosis adalah salah satu penyakit zoonosis yang banyak dijumpai di hampir seluruh dunia dan menyerangberbagai jenis mamalia, termasuk satwa exotic dan hewan berdarah panas lainnya. Kasus toxoplasmosis juga banyak terjadi pada manusia bahkan disebut sebagai opportunistic diseases pada immunocompromise patients. Penyakit ini mempunyai dampak ekonomis yang penting karena mampu menimbulkan penurunan produksi, gngguan pertumbuhan dan fertilitas, termasuk abortus. Biaya pengobatan yang tinggi dan penurunan kualitas sumber daya manusia merupakan kerugian lain yang juga harus dipertimbangkan. Penyakit Toxoplasmosis, sampai saat ini masih mejadi perhatian dikalangan dunia peternakan maupun kesehatan manusia. Penyebab penyakit Toxoplasmosis adalah Toxoplasma gondii yang bersifat parasit intraseluler obligat. Nama Toxoplasma berasal dari kata toxon (bahasa Yunani) yang berarti busur (bow) yang mengacu pada bentuk sabit (crescent shape) dari takizoit.Sifat penyakit ini, dapat bersifat akut dan kronis tergantung dari galur T. gondii dan induk semangnya. Cara penularan bentuk intensif dari T. gondii adalah takizoid atau tropozoid yang terdapat dalam cairan tubuh, bentu kedua adalah bradizoit atau sista yang terdapat didalam jaringan dan bentuk ketiga adalah sporozoit yang terdapat didalam oosista. Bentik sista banyak ditemukan pada organ, terutama otak, otot skelet dan jantung. Cacing tanah, kecoa dan tikus dapat berperaqn sebagai sumber penular toxoplasma tanpa kehilangan virulensinya.Adapun penyebaran toxoplasmosis dapat disebabkan karena pola hidup yang kurang higeinis, seperti kebiasaan makan dengan tangan dan makan daging setengah matang yang mengandung sista, tertelannya oosista infektif atau infeksi transplasenta dari induk ke fetus. Penularan dapat juga terjadi melalui trnasfusi darah (tropozoit), transplantasi organ atau cangkok jaringan (tropozoit, sista) dan kecelakaan di laboratorium yang menyebabkan T. gondii masuk ke dala tubuh atau tanpa sengaja masuk melalui luka. Hewan lain sebagai inang perantara seperti burung, ayam, tikus, anjing, domba, kambing dan sapi berpotensi untuk menularkan toxoplasmosis ke manusia.Gejala klinis toxoplasmosis pada manusia bersifat non spesifik atau sering kali tidak menimbulkan manifestasi klinis yang jelas. Masa inkubasi toxoplasmosis sekitar 2 – 3 minggu. Gejala yang muncul merupakan gejala umum biasa, antara lain demam, pembesaran kelenjar life di leher bagian belakang. Apabila infeksi mengenai susunan syaraf pusat maka akan menyebabkan encephalitis (toxoplasma ceebralis akut). Parasit yang masuk ke dalam otot jantung mengakibatkan terjadinya peradangan. Adapun lesi pada mata akan mengenai khorion dan rentina sehingga menimbulkan irridosklitis dan khorioditis (toxoplasmosis ophithalmica akuta). Bayai dengan toxoplasmosis kongennital akan lahir sehat dapat pula timbul gambaran eritroblastosis feotalis dan hidrop feotalis.Pengobatan. Untuk pengobatan pada ternak yang dilakukan adalah dengan pemberian preparat Clindamycin dengan dosis 25 – 50 mg/kg berat badan per hari dibagi menjdi 2 dosis, yaitu pagi dan sore diberikan secara per oral. Pengobatan ini diberikan sampai 2 minggu setelah gejala klinis hilang. Preparat yang lain adalah Sulfidazine dengan dosis 3o mg/kg berat badan diberikan per oral setiap 12 jam. Bersama-sama dengan pemberian pyrimethamine 0,5 mg/kg berat badan, dan untuk mengurangi gejala samping yang timbul, maka pada waktu memberi makan perlu ditambahkan folinic acid 5 mg/hari.Obat toxoplasmosis yang dilaporkan cukup efektif adalah kombinasi pyrimethamine dengan trisulfapyrimidine yang mapu menghambat siklus p-amino asam benzoat dan siklus asam foist. Dosis yang dianjurkan untuk pyrimethamine ialah 25 – 50 mg per hari selama sebulan dan trisulfapyrimidine dengan dosis 2.000-6000 mg sehari selama sebulan. Namu demikian, dianjurkan untuk menambahkan asam folat dan yeast selama pengobatan.Adapun vaksinasi Toxoplasmosis yang saat ini tersedia adalah vaksin hidup untuk domba, misalnya di Belanda terdapat Toxovax, Intervet BV; di New Zeland (Toxovax, Agvax,Ag Research). Saat ini vaksin-vaksin tersebut telah mendapatkan lesensi untuk digunkan di UK, Irlandia, Perancis, Portugal dan Spanyol. Vaksin ini akan mestimulasi immun protektif selama sekurang-kurangnya 18 bulan pasca pemberian dosis tunggal dan mempunyai waktu efektif yang pendek serta berpotensi mempunyai dampak immunosupresi.Pencegahan. Pada prinsipnya pencegahan toxoplasmosis adalah dengan memutus rantai penularan, sehingga oosista maupun sista tidaki masuk ke dalam tubuh manusia maupun ternak. Adapun beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain : 1) Mencuci tangan sebelum makan, menggunakan air dan sabun; 2) Mencuci bersih sayuran mentah, buah-buahan, dan lalapan sebelum dikonsumsi; 3) Berkebun sebaiknya memakai sarung tangan; 4) Anak-anak sehabis bermain dengan pasir/tanah harus mencuci tangan dengan air dan sabun; 5) Mencegah kontaminasi makanan terhadap lalat dan kecoa; 6) Membiasakan diri selalu cuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan semua bahan yang mungkin tercemari ookista (daging, buah, sayur dll); 7) Setelah membersihkan/mencuci daging, hati, otak mentah sebaiknya mencuci tangan dengan sabun; 8) Ibu-ibu pemilik kucing yang kebetulan sedang mengandung sebaiknya jangan membersihkan tempat kotoran kucing dan jangan membersihkan daging atau jerohan yang akan dimasak; 9) Tinja kucing dibakar atau diberi antiseptic (tidak lebih dari 1-2 hari); 10) Kucing peliharaan sebaiknya diberi makanan matang, untuk memotong siklus hidup T. gondii; 11) Kepada pemilik hewan terutama kucing hendaknya memeriksakan hewannya ke dokter hewan. (Penulis Inang Sariati) Sumber : Brosur/Buku "Manual Penyakit Hewan Mamalia", Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Tahun 2012.