Loading...

Pengolaha Tanah Sawah Sempurna Pada Padi Sawah

Pengolaha Tanah Sawah Sempurna Pada Padi Sawah
PENGOLAHAN TANAH SEMPURNA PADA LAHAN SAWAH DI KELOMPOK TANI MUARO KAKO NAGARI DURIAN GADANG MENDUKUNG KEGIATAN SL-BPP TAHUN 2017 Di Kecamatan Sijunjung khususnya nagari Durian Gadang yang umumnya (80%) bermata pencaharian sebagai petani, dalam hal pengolahan tanah pada lahan sawah turut mengalami perubahan yang terus meningkat dari masa ke masa. Pada beberapa dekade terakhir pegolahan tanah dilakukan secara manual dengan menggunakan tenaga manusia maupun ternak. Oleh sebab itu pengolahan tanah menggunakan peralatan modern khususnya Alsintan perlu untuk ditingkatkan untuk mendapatkan hasil yang sempurna. Pengolahan tanah merupakan salah satu unsur yang penting, karena merupakan pondasi awal sebelum melakukan kegiatan bercocok tanam. Dengan pengolahan lahan yang baik maka akan diharapkan kondisi tanah menjadi lebih baik. Ditinjau dari tingkat erosi tanah hingga keadaan topografi tanah.Lahan adalah merupakan lingkungan fisis dan biotik yang berkaitan dengan daya dukungnya terhadap perikehidupan dan kesejahteraan hidup manusia. Lingkungan fisis meliputi relief (topografi), iklim, tanah, dan air. Sedangkan lingkungan biotik meliputi hewan, tumbuhan, dan manusia. Setiap kegiatan pertanian pasti membutuhkan pengolahan lahan. Pengolahan lahan bertujuan mengubah keadaan lahan pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan lahan (struktur tanah) yang dikehendaki oleh tanaman. Setiap upaya pengolahan lahan akan menyebabkan terjadinya perubahan sifat-sifat tanah. Tingkat perubahan yang terjadi sangat ditentukan oleh cara atau metode pengolahan tanah. Perubahan sifat tanah akibat pengolahan tanah juga berhubungan dengan seringnya tanah dalam keadaan terbuka, terutama antara 2 musim tanam, sehingga menjadi lebih riskan terhadap, erosi, dan proses iluviasi yang selanjutnya dapat memadatkan tanah. Metode atau cara pengolahan lahan dibagi menjadi dua yaitu secara tradisional (konvensional) dan secara modern. Metode Pengolahan Lahan:1. Pengolahan Lahan Secara KonvensionalPengolahan lahan dengan metode konvensional biasanya dilakukan untuk lahan lahan yang sempit dan memiliki kemiringan tertentu. Metode ini biasanya banyak dilakukan di lingkungan pedesaan yang sebagian masyarakat banyak menggunakan lahannya sebagai lahan persawahan dan tanaman sayuran. Kelebihan dari metode ini yaitu tidak dibutuhkan modal yang cukup besar, karena dilakukan oleh tenaga manual dan biasannya dilakukan secara gotong royong. Tetapi pengolahan lahan dengan system ini banyak menagalami kekurangan, diantaranya membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya. 2. Pengolahan Lahan Secara ModernPengolahan lahan dengan cara modern biasanya banyak dilakukan untuk tanaman tanaman perkebunan dan memiliki lahan yang luas. Pengolahan lahan dengan cara ini biasannya menggunakan mesin. Pengolahan lahan dengan sistem ini memiliki kelebihan diantaranya lebih cepat dalam proses pengerjaan, serta dapat menghemat waktu penanaman. Kekurangan dari sistem ini yaitu dibutuhkannya modal yang besar dalam pengupayaannya. Olah Tanah Sempurna (OTS) pada tanaman padi sawah adalah salahsatu komponen teknologi dasar Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Keuntungan daripada OTS adalah sebagai berikut:a) Mempermudah penanaman padib) Tersedianya media tumbuh yang baik sejak awal pertumbuhan.c) Meningkatkan efisiensi penggunaan air.d) Menekan hilangnya unsur hara yang larut dalam air.e) Menekan pertumbuhan gulma. Olah tanah sempurna merupakan manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk meningkatkan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Pengolahan tanah dapat dilakukan secara sempurna dengan dua kali pembajakan dan satu kali garu. Pemilihan cara yang akan dilakukan disesuaikan dengan keperluan dan kondisi. Faktor yang menentukan adalah kemarau panjang, pola tanam dan jenis/struktur tanah. Dua minggu sebelum pengolahan tanah, taburkan bahan organik secara merata di atas hamparan sawah. Bahan organik yang digunakan dapat berupa pupuk kandang (2 ton/ha) atau kompos jerami (5 ton/ha). Teknis pengolahan tanah adalah sebagai berikut: ? genangi lahan sawah dengan air sedalam 2-5cm selama 3 hari sebelum dibajak. ? Bajak I dengan menggunakan traktor bajak singkal sedalam 15-20cm lalu diiunkubasi selama 3-4 hari.? Sudut petakan dan dan sekitar pematang dicangkul sedalam 20cm.? Bajak II meliputi pelumpuran tanah dan pembenaman gulma.? Perataan tanah menggunakan garu/papan, sisa gulma dibuang, tanah dibiarkan dalam kondisi lembab dan tidak tergenang. (penulis: Adpi Gunawan, SST) Penyuluh Pertanian Nagari Durian Gadang UPTD- BPP Kecamatan Sijunjung