• Gelondong tanaman sagu ( Metroxylon sp.) yang berukuran 1-2 meter dapat langsung dibawa kesumber air terdekat kemudian langsung di ekstraksi, potongan pohon sagu dibelah dua kemudian ditokok sedikit demi sedikit dari ujung sampai ke pangkalnya dengan catatan empulur dijaga jangan sampai kering.• Hasil tokokan empulur dikumpulkan kemudian disaring sekaligus disiram dengan air bersih, maka aci akan keluar bersama dengan air siraman selanjutnya disaring lagi, air hasil siraman diendapkan dan hasilnya dipisahkan dari air yang sudah mulai mengendap. Hasil endapan dipisahkan dari air yang sudah mulai jernih sehingga diperoleh aci sagu basah.• Aci sagu basah dimasukkan dalam suatu wadah dari batang sagu untuk disimpan atau diproses lebih lanjut. Untuk mendapatkan sagu yang putih diproses dengan menggunakan larutan kaporit 3 %,caranya 300 gram kaporit dilarutkan dalam 10 liter air bersih.Aci sagu dimasukan dalam larutan kaporit dengan perbandingan 1 :2 bagian kemudian diaduk sampai homogen selama 1 menit dan diendapkan selama ½ jam.• Cairan bening yang terdapat diatas tepung dikeluarkan dan ditampung dalam suatu tempat, cairan ini dapat dipergunakan lagi untuk mencuci 2-3 kali. Netralkan aci sagu tersebut dengan memasukkan air bersih dalam aci lalu diaduk sampai rata kira-kira selama 1 menit.Pencucian aci sagu ini diulangi sampai 4 kali sehingga didapatkan sagu putih yang tidak berbau kaporit, segera dilakukan pengeringan dengan para-para yang dialasi lembaran plastik sampai kering.• Pati sagu mengandung sekitar 27% Amilosa,dan sekitar 73% amilopektin.perbandingan amilosa akan mempengaruhi sifat pati itu sendiri. Apabila kadar amilosa tinggi maka pati akan bersifat kering,kurang lekat dan cenderung meresap lebih banyak air. Sagu merupakan penghasil karbohidrat yang paling produkstif sebagai persediaan bahan makanan. Komposisi kimia dalam 100 gram aci sagu terdiri dari 355 kal kalori,0.7 gr protein,0,2 gr lemak, 84,7 gr karbohidrat, 14 gr air, 13 mgr fosfor, 11 mgr kalsium dan 1,5 gr besi.• Pasar Ekspor yang potensial adalah Jepang, Kanada, Amerika Serilkat,Inggris, Thailand dan Singapura begitu juga permintaan dalam negeri untuk bahan makanan ,farmasi maupunindustri lainnya .Klasifikasi dan standar mutu sagu :(1). Keadaan bau normal,warna normal putih, rasa normal (2) Benda asing tidak boleh ada, (3) Serangga/ bentuk stadia dan potongannya tidak boleh ada. (4) Jenis pati selain pati sagu tidak boleh ada. (5) kadar air maksimal 13 %, (6) Kadar Abu maksimum 0,5 %, (7) Serat kasar maksimum 0,1 %, (8) Derajat asam ( MI NaOH 1 N/100 gram ) maksimum4 (9) SO2 ( Mg/Kg ) maksimum 30, (10) Bahan tambahan makanan ( bahan pemutih ) sesuai SNI 01-0222-1995, (11) Kehalusan, lolos ayakan 100 mesh (%) : minimum 95, (12) Cemaran logam :Timbal(Pb) Mg/kg maksimum 1,0 , Tembaga (Cu) Mg/kg maksimum 10,0, Seng ( Zn) Mg/kg maksimum 0,05, (13) Cemaran Arsen(As) Mg/kg maksimum 0,5, (14) Cemaran mikroba : Angka lempengan total koloni/gram maksimum 10, E koli APM/gram maksimum 10, Kapang koloni maksimum 10. Oleh : Ir.Soehardi Kusumowarno,MS