Cabai merah (Capsicum annum L.) merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, karena komoditi ini merupakan jenis sayuran yang setiap harinya banyak dikonsumsi. Tanaman ini juga mempunyai daya adaptasi yang cukup baik untuk dibudidayakan hampir pada semua jenis tanah dan tipe iklim yang berbeda, serta dapat diusahakan sepanjang tahun.Seperti produk hortikultura lainnya, cabai merah merupakan komoditas yang mudah rusak, sehingga dalam hal ini penanganan pasca panen berperan sebagai mata rantai yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan produksi. Kadar air pada cabai cukup tinggi mencapai 70-90% sehingga menjadi media yang baik untuk pertumbuhan mikroorganisme. Harga cabai juga selalu berfluktuasi dan mengikuti permintaan pasar. Sebagai contoh misalnya, pada saat hari raya harga cabai menjadi mahal, sementara pada saat panen raya, harga cabai menjadi sangat murah. Sebagai bahan pangan yang mudah rusak, cabai tidak tahan disimpan dalam bentuk segar. Untuk mengantisipasi hal tersebut, cabai segar dapat diolah menjadi berbagai produk olahan sehingga mampu memberikan nilai tambah yang besar. Pengolahan cabai merupakan salah satu alternatif untuk menjaga kontinuitas cabai dan menjaga terjadinya fluktuasi harga.Produk olahan cabai terdiri dari 2 dua bentuk antara lain : 1. Produk Olahan Setengah Jadi antara lain cabai kering, cabai bubuk dan pasta cabai. Produk olahan setengah jadi ini dapat digunakan untuk bahan baku produk lainnya. Produk olahan setengah jadi dibuat untuk mengantisipasi jika produksi melimpah, sehingga harga jualnya sangat rendah. Produk ini bisa juga di jual untuk keperluan industri rumah tangga seperti pada pembuatan kripik, industri mi instan, makanan kaleng dan aneka makanan lainnya. 2. Produk olahan yang langsung jadi atau siap dikonsumsi seperti saos cabai, abon cabai, manisan cabai, minyak cabai dan oleoresin cabai. Abon cabai merupakan produk salah satu olahan cabai yang berbentuk kering, siap saji, memiliki umur simpan cukup lama yaitu selama 6 bulan, praktis untuk dibawa dan disimpan serta mempunyai nilai jual yang cukup tinggi.Di Kelompok Tani Sido Makmur Desa Pilangpayung Kecamatan Toroh telah ada produk olahan cabai berupa sambal kering siap konsumsi (Abon Cabai) yang saat ini telah diproduksi dan dipasarkan dengan menggunakan merek "Sambal Bledek". Sambal Bledek adalah sambal hasil olahan yang berasal dari cabai yang dikeringkan dan dipadukan dengan bahan-bahan lain seperti bawang merah, bawang putih, terasi, garam, gula dan minyak serta tambahan ikan sesuai varian yang kemudian dikemas dalam botol yang mudah dibawa. Sampai saat ini Sambal Bledek memiliki 3 (tiga) Varian rasa yaitu rasa Original, rasa Ikan Peda, dan rasa Ikan Teri Medan. Serta memiliki 3 (tiga) tingkat kepedasan untuk setiap rasanya yaitu level 5 (lima) untuk tingkat kepedasan paling rendah, level 10 (sepuluh) untuk tingkat kepedasan medium, dan level 15 (lima belas) untuk tingkat kepedasan paling tinggi. Proses pembuatan abon cabai pertama dengan pembuatan bubuk cabai. Pertama ambil tangkai dari cabai, cuci bersih dan tiriskan. Keringkan dengan dijemur di bawah sinar matahari langsung selama kurang lebih seminggu atau cukup dioven saja. Setelah cabai benar-benar kering (ketika dipencet mudah hancur) maka kita siap menghaluskannya. Gunakan blender/ food processor. Sisihkan bubuk cabai yang didapatkan. Haluskan bawang putih, bawang merah, ketumbar, gula merah, terasi dan garam. Segera tumis dengan sedikit minyak hingga tercium bau harum, setelah itu masukkan cabai bubuk dengan takaran sesuai tingkat kepedasan yang akan dibuat. Ikan teri atau ikan peda yang telah digoreng terlebih dahulu ditambahkan sesuai dengan varian rasa yang diinginkan. Aduk-aduk hingga rata dan terlihat sangat kering (tidak lagi berminyak). Abon cabai yang sudah dingin dapat disimpan di wadah plastik atau botol kaca dan ditutup rapat lalu disegel dan diberi label.Sambal Bledek telah mendapatkan Sertifikat Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan P. IRT No. 2113315100502-22. Sambal Bledek mampu bertahan hingga 6 bulan bahkan lebih tanpa menggunakan bahan pengawet. Sampai saat ini, Sambal Bledek telah dipasarkan di seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri seperti Australia, Malaysia, Taiwan, Hongkong, Jepang, Korea, Vietnam, Saudi Arabia, Turki. Sambal Bledek memiliki nilai ekonomi daripada yang lebih tinggi dibandingkan cabai segar sehingga diharapkan dapat membantu perekonomian warga di sekitar Desa Pilangpayung, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan. Penulis : Laeli Rakhmawati, S.TP Sumber :http://sulsel.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/publikasi/panduan-petunjuk-teknis-brosur/128-teknologi-pengolahan-cabai-merah https://guesty.wordpress.com/2009/01/28/pengolahan-cabai-merah/