Penanganan benih perlu dilakukan secara khusus dan serius, karena kelalaian dan keterlambatan dalam penanganan benih akan menyebabkan daya berkecambah menurun atau kematian benih. Kesalahan dalam proses pengolahan benih juga dapat menyebabkan penurunan mutu. Pengolahan benih meliputi penjemuran batangan/pocokan, perontokan benih, pembersihan benih, sortasi, pengeringan, pengemasan dan penandaan.Penjemuran Batangan/Pocokan: Batang kenaf dijemur di sinar matahari selama 2-3 hari. Pada saat menjemur batang kenaf perlu dialasi dengan alas plastik, karena buah-buah yang kering akan mudah pecah.Perontokan benih: Batangan/pocokan yang telah dijemur selanjutnya dibungkus dengan terpal plastik, kemudian dipukul-pukul dengan kayu atau besi. Perontokan ini dapat juga menggunakan mesin pemecah kapsul (seed thresher). Pembersihan benih: Pembersihan benih dilakukan agar benih bebas dari bahan-bahan/benda asing yang tidak diinginkan dan terhindar dari kontaminasi cendawan gudang. Pembersihan dilakukan secara manual dengan nampan (ditampi) dan dengan mekanis menggunakan seed blower. Sortasi: Sortasi dilakukan agar benih mempunyai mutu dan ukuran yang seragam, bebas dari benih yang rusak serta bahan-bahan /benda asing yang tidak diinginkan dan terhindar dari kontaminasi cendawan gudang. Pemilihan dapat dilakukan secara manual (dipilih dengan tangan) atau secara mekanis dengan seed grafity separator.Pengeringan: Pengeringan benih dimaksudkan untuk mengurangi kadar air benih sehingga benih aman untuk diproses lebih lanjut, terhindar dari serangan hama dan penyakit serta tidak berkecambah. Kadar air benih yang akan disimpan antara 6-9%. Pengeringan dilakukan dengan cara menjemur di bawah sinar matahari selama 2-4 hari atau menggunakan pemanas buatan dengan suhu tidak boleh melebihi 40o C.Pengemasan: Agar benih terlindung dari gangguan hama/penyakit dan tahan disimpan dalam waktu lama, maka perlu dilakukan pengemasan benih. Benih dikemas dalam kaleng atau kantong plastik dengan tebal kantong plastik 0,08-0,1 mm dan ditutup rapat (kedap air dan udara). Volume kemasan sesuai dengan kebutuhan, berkisar 1-5 kg. Pada saat memasukkan benih ke dalam kantong atau kaleng, sebaiknya benih tidak dalam keadaan panas (setelah penjemuran) karena dapat merusak viabilitas benih.Penandaan/pelabelan: Label harus dilegalisasi oleh instansi yang berwenang, ditempatkan di dalam atau di luar kemasan benih dan berisi sebagai berikut: (a) Varietas; (b) Kadar air; (c) Benih murni; (d) Daya kecambah; (e) Nama dan alamat Perusahaan/produsen, (f) Isi kemasan; (g) Nomor lot; (h) Nomor seri label; (i) Perlakuan pestisida (bila ada); J) Kadaluwarsa benih. Masa berlaku label: (a) enam bulan setelah tanggal selesai pengujian mutu di laboratorium; (b) enam bulan setelah pengujian ulangPenyimpanan benihPenyimpanan benih perlu dilakukan dengan baik agar umur benih atau viabilitas benih tetap baik sampai dengan waktu yang diinginkan. Tempat penyimpanan benih harus aman dari berbagai gangguan yang dapat merusak benih. Kondisi ruang penyimpanan minimal sebagai berikut: (1) RH ruang tidak melebihi 75%; (2) Suhu ruang 10-30oC; (3) Aerasi udara dalam ruangan baik.Ada beberapa faktor yang mempengaruhi viabilitas benih, baik faktor dalam maupun luar. Faktor dalam diantaranya adalah kadar air, viabilitas, dan vigor awal benih harus sesuai spesifikasi yang telah ditentukan dan faktor luar yaitu macam kemasan dan kondisi ruang simpan. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan benih adalah faktor dalam, seperti kadar air dan daya berkecambah benih. Kadar air untuk benih dasar 6-8 %, benih pokok 6-8 % dan benih sebar 6-9%. Sedangkan daya berkecambah dari benih dasar, benih pokok dan benih sebar minimal 80%.Penyimpanan benih diklasifikasikan dalam tiga kelompok yaitu: a. Penyimpanan jangka pendek (3-12 bulan): Ruang simpan harus baik, bersih dan diberi ventilasi, kemasan benih disusun di rak-rak, Suhu ruangan 28-32o C, kelembaban 60-70%.b. Penyimpanan jangka menengah (10-15 tahun: ruang simpan harus baik, bersih dan tidak diberi fentilasi , kemasan benih disusun di dalam lemari /rak, suhu ruangan di bawah10o C, kelembaban 40-50%.c. Penyimpanan jangka panjang (> 15 tahun): Ruang simpan harus baik, bersih dan tidak diberi ventilasi, kemasan benih disusun di dalam rak lemari, suhu ruangan di bawah 0o C (-5o C-20oC), kelembaban 30-40%. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan).Sumber: 1. KENAF (Hibiscus cannabinus L.). Departemen Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Balai PenelitianTanaman Tembakau dan serat. 2009.2. Benih Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) kelas benih dasar (BD), benih pokok (BP) dan Benih sebar (BR). Badan Standarisasi Nasional. 2006.