Dilihat dari segi pangan dan gizi, kedelai merupakan sumber protein yang paling murah di dunia. Diantara jenis kacang-kacangan, kedelai merupakan sumber protein, vitamin, mineral, lemak dan serat yang paling baik. Selain itu dalam lemak kedelai terkandung beberapa fosfolipida penting seperti sepalin, lipositol dan lesitin. Minyaknya dapat dilah mealalui berbagai cara menjadi bermacam produk pangan, pangan ternak dan produk untuk keperluan industri.Produk kedelai dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu makanan non fermentasi dan makanan terfermentasi. Makanan non fermentasi dapat berupa hasil pengolahan tradisional seperti tempe, kecap dan tauco, produk non fermentasi dari industri tradisional seperti tahu dan kembang tahu, serta produk fermentasi seperti yoghurt. Pengolahan kedelai menjadi tempeTempe merupakan makanan khas yang dibuat dari hasil fermentasi kacang kedelai. Kacang kedelai merupakan jenis kacang-kacangan yang mempunyai kandungan protein tinggi, kandungan kalori lebih rendah dan sebagai sumber vitamin serta mineral yang lebih tinggi dibandingkan dengan kacang-kacangan lainnya.Bahan dan alat:Bahan yang diperlukan dalam pembuatan tempe adalah: kacang kedelai, ragi tempe, air, daun pisang atau plastic dan bahan bakar. Alat yang diperlukan yaitu: tampan. Ember, keranjang, panci/ dandang, pengaduk kayu dan kompor.Cara membuat tempe:1. Kedelai dipilih yang bermutu baik, dibersihkan, kemudian dicuci dengan air bersih. Lalu direndam dalam air pandan diember atau di baskom plastic selama 1 malam. Perbandingan air dan kedelai 2:1. Setelah air rendaman dingin tambahkan lagi ar ±1/3 bagian air dari perbandingan sebelumnya dan biarkan semalam.2. Kedelai dibersihkan dari kulitnya dengan cara menggerus menggunakan tangan, setelah itu dicuci bersih.3. Kedelai bersih yang telah dicuci kembali direbus dengan menggunakan dandang selama satu jam. Setelah matang kedelai didinginkan distas tampan. 3. Setelah kedelai dingin selanjutnya ditaburi dengan ragi tempe dengan perbandingan 2 gram ragi untuk 1 (satu) kg kedelai. Campran tersebut harus diaduk sampai benar-benar rata.4. Kedelai yang sudah dicampur ragi tersebut selanjutnya dicetak atau dibungkus dengan menggunakan daun pisang atau plastic. Bila menggunakan plastic sebelumnya plastic diberi lubang kecil. Setelah selesai dibungkus kemudian dibiarakan selama satu malam untuk proses fermentasi.5. Keesokan harinya bungkusan tempe diatur satu persatu (jangan ditumpuk satu sama lain) pada tempat yang tidak lembab dan biarkan sampai menjadi tempe. Pengolahan Yoghurt kedelai (Soyghurt)Soyghurt adalah suatu produk fermentasi susu kedelai yang menggunakan kultur bakteri Steptoccus thefmophillus dan Lactobacillus bulgaricus.1. Siapkan bibit (starter) bakteri dan susu kedelai yang masih baru. Bibit dapat diperoleh secara murni dari bagian teknologi hasil ternak, berbentuk kental padat. 2. Bibit dipelihara dengan dengan cara:a. Susu sapi diuapkan sampai volume menjadi ¾ bagian.b. Botol bermulut besar diisi dengan susu tersebut, kemudian dikukus dalam dandang selama 20 menit, 3 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.c. Hari ke 3 suhu diturunkan 43-45°C, diinokulasi dengan bibit 10% volume susu steril bagi satu jenis mikroba, kedua jenis mikroba dibiakkan secara terpisah. Inokulasi pada suhu 45°C selama 4-5 jam.3. Dinginkan segera dalam tabling atau termos berisi es, simpan dalam lemari es.4. Penggantian makanan dapat diulang 4-7 hari sekali.5. Kemudian susu kedelai dipasteurasi pada suhu 80-90 °C selama 30 menit dan ditambahkan sumber gula (glukosa, fruktosa) sebanyak 4-5 %.6. Tambahkan gelatin 0,5 – 1,5 % untuk menjaga agar soyghurt stabil dan dapat juga ditambahkan sumer gula (glucose, fruktosa ) sebanyak 4-5 %.7. Tambahkan gelatin 0,5-1,5 % untuk menjaga agar soyghurt stabil dan dapat juga ditambahkan gelatin 0,5-1,5 % untuk menjaga agar soyghurt stabil dan dapat juga ditambahkan flavor.Pengolahan Susu KedelaiSusu kedelai atau susu sari dele adalah salah satu minuman segar yang bergizi tinggi. Untuk membuat susu jedelai diperlukan bahan dan alat sebagai berikut: kacang kedelai, gula secukupnya, essen moka/vanili secukupnya, garam 10 gram Na3PO4 (Natrium Phosphat) 5 gram, Ca (OH)2 (Calcium Hidroksida) 1 gram, Na2HSO3 (Natrium meta bisulfat) 1,5 gram dan air secukupnya.Alat yang digunakan adalah: Panci. Kain saring. Lender, baskm/ember plastic, pengaduk kayu, otol, penutup botol, komporProses pembuatan susu kedelai sebagai berikut: 1. Kedelai dipilih yang bermutu baik, lalu dibersihkan dan dicuci dengan air bersih2. Setelah bersih kedelai direbus selama 15 menit dan kemudian direndam dengan air bersih selama 12 jam ( semalam).3. Setelah direndam semalam, susu kedelai dicuci kembali dengan air bersih sambil di remas-remas agar kulit arinyanterkelupas. Kemudian kedelai tersebut dipisahkan dari kulit arinya, lalu dihancurkan sampai halus dengan blende sambil diambah air sedikit demi sedikit.4. Kedelai yang sudah dicampur dengan air panas (1:8) dan diaduk sampai rata. Kedelai yang sudah bercampur dengan air lalu disaring dengan kain saring, untuk memperolh filtrate (hasil saringan).5. Fltrat dibei Na3PO4, Ca(OH)2, gula pasir dan essence, lalu disaaring kembali kemudian dipanaskan lagi tapi jangan sampai mendidih. Dalam pemanasannya filtrate tersebut diaduk rata, sehingga gula yang dimasukkan menjadi hancur dan juga mencegah agar filtrate tidak mendidih.6. Setelah pemanasan mencapai 80°C atau bau kedelai hilang dan berubah menjadi bau essence, maka masukkan filtrate (sari dese) ke dalam botol yang sudah disterilkan terlebih dahulu, zat pengawet Na2HSO3 diberikan bila susu tersebut akan disimpan lama.7. Setelah ditutup rapat, botol yang berisi susu Sari dele dimasukkan dalam panic yang berisi air bersih selama 15 menit. Botol-botol harus terendam dalam air mendidih tersebut. Ke,uadian angkatlah botol yang berisi susu dele itu. Diamkan sampai dingin.8. Susu sari dele yang sudah distirilisasi dapat disimpan dalam lemari es agar tahan lama dan rasanya tetap segar. (Sri Wijiastuti, Penyuluh Pertanian Pusluhtan, BPPSDMP) Sumber:1. Pengolahan hasil-hasil pertanian. Departemen Pertanian. 1990.2. Pengolahan hasil-hasil Pertanian. BIP. Depateman Pertanian. 1987.3. Susu kedelai Susu nabati yang menyehatkan. Agro media Pustaka, Jakarta.