Pupuk kandang merupakan pupuk organik dari permentasi kotoran padat dan cair hewan ternak yang umumnya berupa mamalia (sapi, kambing, kuda) dan unggas (ayam, burung, dll). Pupuk kandang ini yang paling umum digunakan petani untuk menyuburkan tanah.Di Kecamatan Hantakan secara umum petani hanya menggunakan pupuk kandang/ kompos dari kotoran sapi saja, dengan alasan pupuk tersebut lebih mudah di urai oleh mikroba tanah dan lebih cepat menyuburkan tanah dibanding pupuk kandang lainnya. Namun saat ini untuk pupuk dari kotoran sapi sudah sulit didapatkan dikarenakan penggunanya yang semakin banyak dan ternaknya tidak mengalami penambahan jumlah, padahal untuk ternak kambing yang ada, kotorannya belum ada yang memanfaatkan sehingga petani mulai mencari cara untuk mengolah kotoran kambing agar bisa cepat digunakan seperti kotoran sapi, dan pupuknya nanti juga bisa diterima oleh tanaman.Kandungan hara, unsur N yang dimiliki oleh kotoran kambing lebih tinggi dari ternak sapi yaitu sebesar 0,83 - 0,95 dibanding sapi yang hanya 0,10 – 0,90, sedangkan unsur P dari kotoran kambing adalah 0,35 – 0,51, dan unsur K sebesar 1 – 1,2. Hanya saja jika tidak diolah terlebih dahulu maka lapisan musegel dari kotoran kambing akan mengunci hara dari kotoran kambing dan akan memakan waktu yang lama sampai bisa digunakan untuk tanaman.Kelompok wanita Tani (KWT) melati desa alat melakukan pembuatan pupuk dari kotoran kambing pada bulan Juni 2018, dengan tujuan agar kotoran kambing yang ada didesa alat dapat dimanfaatkan sebagai pupuk secara maksimal.Langkah Kerja : pengumpulan kotoran kambing, pada saat praktik yang dibuat sebanyak 55 kg, kemudian pupuk urea sebanyak 3 % ( 1,6 kg), urea tersebut dilarutkan dengan air yang kemudian disiramkan pada kotoran kambing sampai basah semua. Kemudian kotoran tadi dibungkus menggunakan plastik supaya keadaan an aerob, dan diperam selama 7 hari, setelah 7 hari dicoba dibuka ternyata kotoran kambing tadi baunya sudah hilang (bau khas kotoran), dan tekstur menjadi remah. Ini menandakan bahwa kotoran kambing sudah siap digunakan pada tanaman. Dengan dimanfaatkannya kotoran kambing sebagai pupuk sehingga dapat menjadi pilihan ketika pupuk dari kotoran sapi sulit didapat, dan juga bisa menjadi kegiatan rutin KWT melati desa alat.Tentu saja percontohan ini masih belum sempurna dan memerlukan kajian yang lebih mendalam serta metode penelitian yang lebih tepat, setidaknya ini dapat memacu petani untuk memanfaatkan limbah ternak kambing menjadi pupuk kandang kotoran kambing Taufikkurahman, SST (Admin Simluhtan BPP Hantakan