Loading...

Pengolahan Lahan Dengan Prinsip Konservasi Lahan Spesifik Lokasi

Pengolahan Lahan Dengan Prinsip Konservasi Lahan Spesifik Lokasi
PENGOLAHAN LAHAN DENGAN PRINSIP KONSERVASI LAHAN SPESIFIK LOKASI Pengolahan lahan adalah proses persiapan lahan dimulai dari pembalikan lapisan olah lahan dengan kedalaman 25-30 cm sampai dengan lahan siap tanam. Tujuan pengolahan lahan adalah melakukan tahapan pengolahan lahan sampai lahan siap untuk ditanami sesuai dengan kebutuhan. Pertanian konservasi (PK) bertujuan meningkatkan hasil pertanian dengan mengurangi biaya, menjaga kelestarian sumberdaya lahan dan air. Suatu upaya menuju pertanian lestari berkelanjutan dan memperbaiki mata pencaharian. â–º Alat Peralatan yang digunakan untuk pengolahan lahan berupa: Cangkul,Linggis/besi gali, Parang, garu, dan tembilang. Pertimbangan untuk melakukan pengolahan dengan prinsip konservasi lahan spesifik lokasi : Meningkatkan hasil pertanian. Pada pertanian kenvensional, umumnya hasil tanaman cenderung menurun karena menurunnya kesuburan tanah sebagai akibat teknik budidaya yang kurang tepat. Pertanian konservasi mecegah kehilangan tanah karena erosi, meningkatkan kelembaban tanah, menjaga kesuburan tanah sehingga hasil tanaman lebih stabil bahkan dapat meningkat dalam kurun waktu panjang. Menekan biaya. Biaya pengolahan tanah, tenaga kerja, sarana produksi seperti pupuk dan pestisida terus meningkat. Sedangkan hasil tanaman cenderung menurun. Pertanian konservasi menganut pengolahan tanah terbatas dan mengggunakan sarana produksi kimiawi secara terbatas sehingga dapat menurunkan biaya dengan hasil tanaman yang sama atau lebih baik. Mengantisipasi keterbatasan tenaga kerja. Pertanian konservasi mengurangi kebutuhan tenaga kerja pengolahan lahan, penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit, terutama mulai musim tanam kedua dan selanjutnya. Penerapan PK pada beberapa keadaan lahan Lahan kering. Pada lahan yang sangat kering, PK diintegrasikan dengan upaya memanen air hujan dengan membuat lubang tanam dan memberikan pupuk organik. Pada lahan miring. Perlu diintegrasikan dengan konservasi lahan miring seperti teras gulud, penanaman tanam penguat gulud searah kontur (gamal, kaliandra, turi, rumput gajah, dsb.). Persiapan Lubang Tanam, parit tanam dan alur tanam. Jika dipilih langkah awal memulai PK melalui pengolahan tanah dapat dibuat lubang tanam, parit tanam, atau alur tanam. Lubang tanam. Dibuat lubang tanam ukuran panjang, lebar dan dalam sekitar 30 cm. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kering dan harus selesai menjelang musim hujan. Buat lubang tanam dalam pola jalur atau barisan dengan jarak sesuai kebutuhan misalnya jarak 75 cm antar barisan dan 40 – 60 cm dalam barisan. Pada tanah datar luruskan lubang tanam dengan tali, sedangkan pada lahan miring barisan lubang tanam dibuat searah kontur. Tanah galian lubang diletakkan di satu sisi dan untuk lahan miring tanah galian diletakkan pada bagian bawah lereng. Lubang tanam akan terus ditanami pada musim-musim berikutnya sehingga harus dibuat dengan baik dan tepat ukuran. Isi tiap lubang tanam dengan pupuk kandang atau kompos sekitar 10 – 15 % volume/bobot lubang tanam dan dicampur dengan tanah galian. Masukan campuran tanah dan pupuk kandang kedalam lubang tanam dan sedikit dipadatkan hingga permukaan lebih tinggi sekitar 2-5 cm diatas permukaan tanah asli untuk menghindari cekungan dan genangan air air pada saat turun hujan. Pupuk kimia dapat diberikan pada saat tanam atau setelah tanaman tumbuh jika diperlukan dengan takaran sesuai anjuran. Parit tanam. Parit tanam adalah lubang tanam yang dibuat memanjang searah kontur jika di lahan miring dan panjangnya sesuai keperluan. Pembuatan parit tanam dilakukan pada musim kering dan harus selesai menjelang musim hujan. Jarak antar jalur parit tanam sekitar 75 cm atau sesuai keperluan. Pada saat menggali parit tanam letakan tanah galian di bagian bawah lereng. Parit tanam ini akan terus ditanami pada musim berikutnya. Isi parit tanam dengan pupuk kandang atau kompos sekitar 10 – 15 % volume atau bobot tanag dari parit, dicampur dengan tanah galian. Masukan campuran tanah dan pupuk kandang kedalam parit tanam hingga sekitar 2 cm dibawah permukaan tanah asli untuk menahan air pada saat turun hujan. Pupuk kimia majemuk dapat diberikan pada saat tanam dengan takaran sesuai anjuran. Alur tanam. Alur tanam adalah alur gembur tanpa membalik tanah dengan lebar sekitar 10 cm dan dalam 15 cm. Alur tanam dapat dibuat dengan cabang kayu dua arah. Satu cabang dipotong pendek dan diruncingkan sebagai mata alur dan satu cabang dibiarkan panjang untuk menarik pada saat mata alur ditekan kedalam tanah. Alur tanam juga dapat dibuat dengan linggis. Alur tanam juga dibuat memanjang searah kontur dan panjangnya sesuai keperluan. Jarak antar alur 75 cm. Pembuatan alur tanam dilakukan pada musim kering dan harus selesai menjelang musim hujan. Taburkan sekitar satu kilogram pupuk kandang atau kompos untuk setiap satu meter alur tanam. Pada saat hujan pupuk kompos akan terbawa meresap kedalam alur gembur. Pupuk kimia majemuk dapat diberikan pada saat tanam dengan takaran sesuai anjuran. Oleh: Inhard Kase, SST PPL BPP Kot`olin Sumber : PERTANIAN KONSERVASI (Prinsip Dasar dan Petunjuk Praktis)