Loading...

PENGOLAHAN LAHAN KERING (TEGALAN) UNTUK TANAM KEDELAI

PENGOLAHAN LAHAN KERING (TEGALAN)   UNTUK TANAM KEDELAI
Budidaya tanaman kedelai pada umumnya dilakukan petani di lahan basah yaitu sawah. Petani menanam kedelai setelah selesai memanen padi di musim tanam II atau gadu, Namun lahan kering atau tegalan berpotensi untuk ditanami kedelai. Pada daerah atau desa yang lahan usaha taninya lebih banyak lahan kering atau tegal merupakan lahan sentra tanaman kedelaiDesa Nampurejo kecamatan Purwodadi merupakan desa dengan luas lahan sawah 10 hektar sedangkan kering mencapai 70 hektar. Pola tanam yang dilakukan petani di sawah adalah padi-padi –bero sedangkan pada pola tanam lahan kering padi-palawija –hortikultura .Kelompok tani Rukun Lestari desa Nampurejo memperoleh kegiatan Pengembangan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai seluas 4 hektar. Paket bantuan berupa benih kedelai sejumlah 200 kg, Rhizobium serta Pupuk Organik Cair. Penanaman kedelai dilakukan pada musim tanam III di lahan kering.Petani di desa Nampurejo sudah lama tidak membudidayakan tanaman kedelai hanya ada satu atau dua petani yang sudah membudidayakan kedelai pada satu tahun terakhir. Tetapi dalam penuturan petani di lahan kering pernah berhasil dibudidayakan kedelai pada duapuluh sampai tigapuluh dasawarsa yang lalu. Untuk memulai penanaman kedelai maka dilakukan pengolahan tanah. Untuk pengolahan tanah seluas satu hektar siap tanam diperlukan waktu satu minggu yang dilakukan oleh anggota kelompok tani. Tahapan pengolahan tanah:1. Pemangkasan rumput dengan alat mesin rumputJika pada lahan tumbuh rumput yang banyak sebaiknya dilakukan pemangkasan rumput dengan menggunakan mesin rumput. Hal ini akan memudahkan pengolahan tanah selanjutnya. Karena rumput yang subur akan menyebabkan pengolahan tanah lebih sulit jika tidak dibersihkan terlebih dahulu.2. Pencacahan tanah tegalan dengan mengunakan traktor rotaryPenggunakan traktor rotary mutlak diperlukan pada pengolahan tegalan karena traktor ini mampu mencacah tanah, memutar atau membalikkan tanah pada lahan kering tanpa diairi terlebih dahulu.3. Penggaruan / Meratakan tanahUntuk meratakan perlu dilakukan penggaruan, tetapi ada yang tidak memrlukan penggaruan.4. Membuat bedengan Bedengan yang lebar dibuat dengan cara 6 baris dibuat satu bedengan. Beengan ini tidak tinggi tapi cukup rendah kurang lebih 8 cm. Bedengan ini dapat juga untuk membantu pemeberian pengairan tanpa merusak tanaman jika lahan sudah ditanami.5. Sebelum dilakukan penanaman sebaiknya lahan dilakukan pengairan Untuk membasahi tanah sebelum tanam maka tanah perlu diairi dengan kapasitas lapang (cukup basah sehingga pada saat tanam kedelai tanah lebih mudah diponjo karena kondisinya cukup gembur. Dengan tanah yang cukup basah kapasitas lapang maka biji kedelai juga lebih mudah tumbuh. Oleh: Nursilahturahmi, SP. Penyuluh Pertanian MudaBPP Kecamatan Purwodadi DINPPKP Purworejo