Pengolahan tanah intensif memerlukan biaya yang tinggi, disamping mempercepat kerusakan sumber daya tanah. Pada umumnya saat dilakukan pengolahan tanah,lahan dalam keadaan terbuka, tanah dihancurkan oleh alat pengolah, sehinggaagregat tanah mempunyai kemantapan rendah. Jika pada saat tersebut terjadi hujan, tanah dengan mudah dihancurkan dan terangkut bersama air permukaan (erosi). Untuk jangka panjang, pengolahan tanah yang terus-menerus mengakibatkan pemadatan pada lapisan tanah bagian bawah lapisan olah, hal demikian menghambat pertumbuhan akar. Untuk mengatasi kerusakan karena pengolahantanah, akhir -akhir ini diperkenalkan sistim pengolahan tanah minimum (Minimum Tillage) yang diikuti oleh pemberian mulsa dapat meningkatkan produksi pertanian.Pengolahan tanah minimum (Minimum Tillage) adalah pengolah an tanah yang dilakukan secara terbatas atau seperlunya tanpa melakukan pengolahan tanah pada seluruh areal lahan. Manfaat Pengolahan tanah minimum antara lain:a. Mencegah kerusakan tanah oleh erosi dan aliran pemukaanb. Mengamankan dan memelihara produktifitas tanah agar tercapai produksi yang setinggi-tingginya dalam waktu yang tidak terbatas.c. Meningkatkan produksi lahan usahatani.d. Menghemat biaya pengolahan tanah, waktu dan tenaga kerja.Pada pertanian lahan kering dengan jenis tanah podsolik yang lapisan olahnya tipis dan peka akan erosi, bahan organik sangat berperan untuk neningkatkan kesuburan dan produktifitas lahan. Hilangnya bahan organik, antara lain karena pengolahan tanah yang terlalu sering, tanah menjadi terbuka sehingga terjadi kenaikan suhu yang mempercepat hilangnya unsur hara dalam tanah. Pada tanah yang tidak diolah biasanya akar tanaman hanya mampu menembus sampai kedalaman 30 -40 cm. Untuk mengatasi hal itu maka diperlukan pengolahan tanah seperlunya saja yaitu disekitar lobang tanaman diikuti dengan pemberian mulsa. Cara Pengolahan Tanah Minimum1. Pengolahan tanah disekitar lobang tanaman.Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari rumput-rumput baik secara mekanis maupun secara kimia dengan menggunakan Herbisida selanjutnya tanah ditutupi mulsa dan sekitar lobang tanaman tanah diolah seperlunya.2. Pengolahan tanah di sekitar tanaman.Pembersihan Iahan dari rumput-rumputan dan pemberian mulsa sama dengan cara di atas sedang pengolahan tanah dilakukan dalam jalur tempat tumbuh tanaman3. Tanpa pengolahan tanah (Zero Tillage).Dalam keadaan struktur dan porositas tanah masih baik maka pengolahan tanah beIum diperlukan. Pemberian MulsaMulsa adalah sisa-sisa tanaman (serasah) yang susah lapuk. Penggunaan mulsa ini bermanfaat sebagai pengendali gulma, meningkatkan aktivitas organisme tanah, mengurangi penguapan air tanah dan dapat menambah bahan organik sete lah mulsa tersebut mulai lapuk. Cara pemberiannya dengan menghempaskan mulsa tersebut di atas permukaan lahan secara merata dengan tebal 3 -5 cm sebanyak 5 ton/Ha.P E M U P U K A NPemupukan diberikan dengan penugalan dalam alur dengan jarak 7-10 cm dari barisan tanaman. Setelah pemberian pupuk, lubang/alur ditutup dengan tanah. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk Urea, SP-36 dan KCL. AHMAD HERIYANTO, SP-Admin Cybex Kab. Pamekasan