PENGOLAHAN LAHAN TANAMAN CABE RAWIT Melakukan persiapan lahan untuk menanam apapun, tetap ada syarat dan langkah yang harus diikuti. Begitu juga dengan cara mengolah tanah untuk cabe rawit ini. Tidak jauh berbeda dengan cara pengolahan tanah untuk menanam cabai, langkah-langkah dasarnya tetap sama. Melakukan pembersihan lahan yang akan digunakan untuk penanaman cabe rawit sebelum melakukan pengolahan lebih lanjut. Berikut langkah-langkah dalam pengolahaan cabe rawit yang dianjurkan : Bajak atau gunakan cangkul agar lahan tempat penanaman menjadi lebih gembur, rata dan mudah ditanami nantinya Setelah diratakan menggunakan bajak maupun cangkul maka sebaiknya gulma maupun sampah yang ada dibuang kemudian biarkan lahan selama beberapa hari. Hamburkan pupuk kandang secara merata, pada pertanaman cabe di kelompok tani subur tani Desa pa’jukukang menggunakan organik granul sebanyak 600 Kg/Ha yang diberikan pada saat pengolahan lahan. Agar pemupukan dengan menggunakan pupuk organik ini bisa menyerap dengan bagus dilahan tersebut maka biarkan selama 7 hari lagi. Setelah selesai dengan proses pemupukan sederhana dilanjutkan dengan membuat sebuah bedengan. Bedengan diatas lahan yang akan diolah untuk penanaman cabe rawit ini memiliki lebar sekitar 1 meter. Panjang akan menyesuaikan dengan panjang atau kondisi lahan dan tingginya adalah 30 cm. Antara bedengan satu dengan lainnya sebaiknya diberikan jarak yang nantinya bisa berfungsi sebagai parit. Jarak yang dianjurkan adalah 50 hingga 80 cm. Setelah selesai dengan proses ini maka sudah bisa ditutup dengan mulsa hitam dan lakukan pembuatan lubang tanam dengan bantuan dari kaleng susu untuk memudahkan. Buatlah pola zig zah dan jaraknya antara lubang yang satu dengan yang lainnya sejauh 50 hingga 60 cm. Sumber :IlmuBudidaya.com Ditulis oleh : ANDI IRMA, SP Penyuluh Kontrak Daerah Kabupaten Bantaeng