Loading...

Pengolahan Lahan Teras Sering Untuk Tanaman Manggis

Pengolahan Lahan Teras Sering Untuk Tanaman Manggis
Pengelolaan lahan pada lahan kebun manggis dengan kesesuaian lahan agar tanaman tumbuh subur dan berproduksi baik. Pengelolaan lahan atau tanah memerlukan pengelolaan yang tepat, sejauh mungkin mencegah/ mengurangi kerusakan, serta dapat menjamin kelestarian sumber daya alam dan juga untuk kepentingan generasi yang akan datang. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan secara lestari sederhana, bisa menggunakan peralatan serba modern (canggih) yang juga mempunyai pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang cukup (dalam menggunakan ALSINTAN dan SAPRAS), sehingga tidak menyebabkan tanah menjadi kritis. Lahan teras sering yang akan digunakan untuk tanaman manggis mempunyai bentuk yang sangat bervariasi ukurannya sehingga perlu banyak menggunakan pematang.Tujuan dan manfaat pengolahan tanah adalah agar tanah jadi gembur, subur banyak mengandung/menyimpan unsur hara, mudah untuk pertumbuhan tanaman serta mudah untuk berkembangan perakaran tanaman, untuk menciptakan lingkungan perakaran yang dalam, mempertahankan kemampuan tanah dalam menyimpan air, mengedarkan udara, memperkaya ketersediaan zat hara untuk akar tanaman manggis. Apabila pH tanah terlalu asam (pH7) bisa ditambahkan belerang. Persiapan Alat dan bahan yang digunakan yaitu;Alat dan bahan yang digunakan antara lain adalah Mesin traktor atau seperangkat bajak hewan, cangkul, garfu, sorok perata lahan dan sarana lainnya.Sebelum melakukan pengolahan lahan alat dan bahan perlu dipersiapkan terlebih dahulu, adapun cara mempersiapkan antara lainMembajak dengan mesin traktor: perlu melakukan indentipikasi kelengkapan dan kesiapan traktor baik itu sarana dan prasyarananya (BBM, Kunci-kunci, pengamanan, kondisi mesin, cek oil mesin, roda jalan, mata bajak, mata penghancur tanah dan lainnya)Bajak Hewan: yang perlu disiapkan ketrampilan dan kesehatan hewan ternak, seperangkap bajak (pasangan hewan, bajak, garu, tali tambang, pecut/penyambuk hewan dan lainnya)Pengolahan menggunakan cangkul/garfu, sabit dan lainnya harus berkondisi prima yang dapat dilihat dari mata cangkul, garfu, sabit dengan tangkainya tersambung dengan kuat dan tajam.Cara melakukan pengolahan lahanPengolahan lahan yang dilakukan pada lahan teras sering sesuai SOP perlu dilakukan beberapa tahapan antara lain adalah;• Lahan dibersihkan dari gulma atau sisa-sisa tanaman terlebih dahulu, sehingga pengolahan dapat dlakukan dengan mudah• Pembuatan pematang dengan cara mengantikan tanah langsung untuk dibentuk pematang sehingga terbentuklah pembatas dan penahan air dalam lahan, hal ini dilakukan karena di lahan terasering biasanya pematang tanahnya jadi kering dan retak-retak. Cara memperbaiki pematang dengan melakukan pencangkulan 2/3 bagian pematang yang kering dan keras ditaruh dilahan secara merata, selanjutnya bekas cangkulan sekaligus dijadikan alur bajak baik itu dari traktor maupun bajak hewan, kemudian dilakukan perbaikan pematang sesegera mungkin dengan menggunakan tanah yang telah diolah yang bertujuan untuk menahan air dalam lahan.• Mengatur pengairan lahan baik datar maupun terasering dengan cara mengurangi atau menambah air dilahan yang akan diolah, adapun banyaknya air dalam pembajakan pertama kurang lebih berukuran setinggi rataan tanah (tanah terendah dan tanah tertinggi).• Pengaturan mata bajak baik itu traktor maupun bajak hewan kedalaman bajak ± 30 cm.• Pembajakan sebaiknya dimulai dari sisi pematang yang sudah dibuat terlebih dahulu untuk menampung pembalikan tanah dari mata bajak hingga selesai dan terlihat rapi dalam hamparan/petakan• Pencangkulan tanah dilakukan pada posisi-posisi yang tidak terkena bajak/garu adapun yang banyak dilakukan biasanya pada tanah terasering terutama pada bagian pojok/lekukan pematang lahan.• Penggaruhan/pengahancuran tanah dilakukan dengan cara menganti mata bajak traktor/bajak hewan dengan mata pisau traktor/mata garu yang sudah disediakan hingga tekstur tanah benar-benar sudah matang dan mudah untuk diratakan.• Perataan tanah pada lahan menggunakan sorok yang terbuat dari papan kayu, dengan panjang ± 100 cm, perataan dilakukan setelah tanah sudah menjadi lumpur sehingga mudah untuk menarik/mendorongnya. Setelah lahan diolah kemudian menetapkan titik calon lubang tanam dengan jarak 10 X 10 dan dibuat lubang tanam berukuran 75 X 75 X 75 cm untuk tanah gembur dan untuk tanah berat dibuat 100 X 100 X 100 cm . lubang tanaman dibiarkan selama 2 minggu untuk memberikan kesempatan tanah menyerap oksigen dan sinar matahari untuk mematikan bakteri yang merugikan tanaman manggis.Biaya pengolahan lahan untuk 1 ha, pada lahan terasering, untuk bajak ± 1.350.000,- Pembuatan pematang, mencangkul (Bagian pojok dan tikungan) dan meratakan hamparan ± Rp 500.000,- serta membuat lubang tanam 100 ± Rp 500.000,-lubang jadi total Biaya diperkirakan ± Rp 2.350.000,- Penulis : DalmadiSumber: dari Google dan sumber lainFoto : SKKNI Kepmennakertrans Nomor: KEP.171/MEN/IV/2007