PENGOLAHAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA TANAMAN CABE Tanaman Cabe merah merupakan salah satu komoditas pertanian paling atraktif. Pada saat tertentu, harganya bisa naik berlipat-lipat. Pada Situasi lain bisa turun dratis. Hal ini membuat budidaya cabe merah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani di tanah air khususnya Sumatera Barat yang salah satu Penghasil cabe terbesar di indonesia.Kondisi iklim di Indonesia cocok untuk budidaya cabe dimana matahari bersinar penuh. Tanaman ini bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1400 meter dpl. Di dataran tinggi, cabe masih bisa tumbuh namun produksinya tidak maksimal.Karena fluktiasi harga, Tantangan budidaya cabe cukup rentan dengan kondisi cuaca dan serangan hama. Untuk meminimalkan semua resiko tersebut, biaya untuk budidaya cabe bisa dikatakan cukup tinggi.Naungan Lahan yang diperlukan untuk budidaya cabe merah ini tanah yang gembur dan memiliki porosotas yang baik. Sebelum dimulai penanaman cabe merah ini tanah perlu cangkul atau bajak lahan sedalam kira –kira 20-40 cm. Bersihkan lahan dari gulma pengganggu tanaman,dari akar tumbuhan yang mengganggu.Buat bedengan dengan lebar satu meter tinggi 30-40 cm dan jarak antar bedengan 60 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk memudahkan pemeliharaan panjang bedengan maksimal 15 meter. Buat saluran drainase yang baik karena tanaman cabe merah tidak tahan terhadap genangan air.Budidaya cabe merah menghendaki tanah yang memiliki tingkat keasaman tanah pH 6-7. Apabila nilainya terlalu rendah (asam), daun tanaman cabe merah akan terlihat pucat dan mudah terserang virus. Tanah yang asam biasanya mudah ditumbuhi ilalang. Untuk menetralisirnya bisa gunakan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2-4 ton/ha. Pemberian kapur atau dolomit dilakukan pada saat pembajakan dan pembuatan bedengan.Campurkan pupuk organik, bisa berupa kompos atau pupuk kandang pada setiap bedengan secara merata. Kebutuhan pupuk organik untuk budidaya cabe merah adalah 20 ton per hektar. Selain pupuk organik tambahkan juga urea 350 kg/ha dan KCl 200kg/ha. Setelah bendengan dibuat dan di tutup dengan palastik mulsa maka lahan tananaman cabe siap di tanaman.Untuk budidaya cabe intensif sebaiknya, bedengan ditutup dengan mulsa plastik perak hitam. Penggunaan mulsa plastik mempunyai konsekuensi biaya namun mendatangkan sejumlah manfaat. Mulsa bermanfaat untuk mempertahankan kelembaban, menekan erosi, mengendalikan gulma dan menjaga kebersihan kebun.Buat lubang tanam sebanyak dua baris dalam setiap bedengan dengan jarak 60-70 cm. Sebaiknya lubang tanam di buat lurus atau zig zag, tidak sejajar. Hal ini berguna untuk mengatur sirkulasi angin dan penetrasi sinar matahari. Diameter dan kedalaman lubang tanam kurang lebih 10 cm, atau disesuaikan dengan ukuran polybag semai,ini lah sekelumit penggolahan lahan sebelum di tananam cabe,semoga bermamfaat.Penulis:Indra Jaya,SH,pegawai BP4K2P Kec.Tilatang Kamang ,Kabupaten Agam ,Sumatera