Pengolahan Singkong Menjadi Tiwul Oleh Kwt Enggal Mukti Di Kampung Reno Basuki Kecamatan Rumbia
Kecamatan Rumbia merupakan salah satu penghasil singkong terbesar di Lampung Tengah. Lahan perladangan kebanyakan ditanami singkong oleh petani selain untuk tanaman jagung dan padi gogo. Oleh karena itu, kesempatan ini dimanfaatkan oleh Ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Enggal Mukti untuk mengolah singkong tersebut menjadi olahan Tiwul. Adapun kegiatan ini dimaksudkan untuk para Ibu-ibu Rumah Tangga khususnya di Kampung Reno Basuki Kecamtan Rumbia agar dapat memajukan perekonomian dan mengurangi angka pengangguran. Kegiatan ini dilakukan oleh semua anggota KWT Enggal Mukti di Rumah milik Ketua Kelompok. Biasanya kegiatan pembuatan tiwul ini dilakukan diwaktu senggang oleh semua anggota KWT mengingat kebanyakan anggotanya adalah Ibu Rumah Tangga yang harus mengurus pekerjaan rumahnya atau bahkan ada beberapa Ibu yang memiliki pekerjaan diluar kegiatan KWT itu sendiri, yaitu di pagi dan sore hari. Sedangkan untuk singkong yang akan diolah menjadi tiwul ini, Ibu KWT biasa membeli di lapak yang menjual berbagai macam singkong yang terletak di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia. Pembuatan tiwul itu sendiri melalui beberapa proses, sehingga anggota dibagi tugas untuk mempermudah dan mempercepat pembuatan tiwul. Namun disini Ibu KWT membuat tiwul masih dengan cara manual atau konvensinal, karena belum memiliki alat pengolahan tiwul sendiri. Adapun proses pembuatan tiwul adalah sebagai berikut: Singkong dikupas dan dicuci bersih, kemudian dipotong atau dibelah. Singkong yang telah dibersihkan kemudian dijemur sampai kering di paparan sinar matahari sehingga menjadi gaplek. Gaplek tersebut direndam dengan air bersih selama 2-3 malam dengan sehari sekali dibilas atau diganti airnya. Gaplek yang telah direndam kemudian digiling menjadi lembut Gaplek yang telah digiling tersebut diguyeng hingga menjadi granul atau butiran tiwul kemudian kembali dijemur sampai ½ kering Setelah dijemur ½ kering tiwul tersebut dipilah atau dibersihkan dari kotoran jika ada lalu dikukus selama kurang lebih ½ jam. Jemur sampai kering tiwul yang telah dikukus tersebut dipaparan sinar matahari. Tiwul siap dikemas dan dipasarkan. KWT Enggal Mukti ini memasarkan tiwulnya sendiri dengan menjualnya ke pasar atau menitipkan ke warung-warung yang ada disekitaran Kampung Reno Basuki. Harga jual tiwul dipatok sebesar Rp. 15.000,-/Kg.