Padi termasuk genus Oryza L yang meliputi lebih kurang 25 spesies, tersebar didaerah tropik dan daerah sub tropik seperti Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Menurut Chevalier dan Neguier padi berasal dari dua benua Oryza fatua koenig danOryza sativa L berasal dari benua Asia, sedangkan jenis padi lainya yaitu Oryza stapfii roschev dan Oryza glaberima steund berasal dari Afrika barat. Padi yang ada sekarang ini merupakan persilangan antara Oryza officinalis dan Oryza sativa f spontania. Di Indonesia pada mulanya tanaman padi diusahakan didaerah tanah kering dengan sistim ladang, akhirnya orang berusaha memantapkan hasil usahanya dengan cara mengairi daerah yang curah hujannya kurang. Tanaman padi yang dapat tumbuh dengan baik didaerah tropis ialah Indica, sedangkan Japonica banyak diusakan didaerah sub tropika.Pengolahan bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini, dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang (galengan) sawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman.Teknik bercocok tanam yang baik sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan seperti yang dilakukan di Desa-Desa Geuleumpang payong. Hal ini harus dimulai dari awal, yaitu sejak dilakukan persemaian sampai tanaman itu bisa dipanen. Dalam proses pertumbuhan tanaman hingga berbuah ini harus dipelihara yang baik, terutama harus diusahakan agar tanaman terhindar dari serangan hama dan penyakit yang sering kali menurunkan produksi.1. PersemaianMembuat persemaian merupakan langkah awal bertanam padi. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, oleh karena itu persemian harus benar-benar mendapat perhatian, agar harapan untuk mendapatkan bibit padi yang sehat dan subur dapat tercapai.2. Persiapan dan Pengolahan Tanah SawahPengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap :a. Pembersihanb. Pencangkulanc. Pembajakand. Penggaruane. Perataan3. PenanamanDalam penanaman bibit padi, harus diperhatikan sebelumnya adalah :a. Persiapan lahanTanah yang sudah diolah dengan cara yang baik, akhirnya siap untuk ditanami bibit padi.b. Umur bibitBila umur bibit sudah cukup sesuai dengan jenis padi, bib it tersebut segera dapat dipindahkan dengan cara mencabut bibit.c. Tahap penanamanTahap penanaman dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu :1) Memindahkan bibitBibit dipesemaian yang telah berumum 17-25 hari (tergantung jenis padinya, genjah/dalam) dapat segera dipindahkan kelahan yang telah disiapkan.2) MenanamDalam menanam bibit padi, hal- hal yang harus diperhatikan adalah sistem larikan (cara tanam), jarak tanam, hubungan tanaman, jumlah tanaman tiap lobang, kedalam menanam bibit, cara menanam.4. PemeliharaanMeliputi :a. Penyulaman dan penyianganAda beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyulaman yaitu bibit yang digunakan harus jenis yang sama, bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu, penyulaman tidak boleh melelewati 10 hari setelah tanam, selain tanaman pokok (tanaman pengganggu) supaya dihilangkan.b. PengairanPengairan disawah dapat dibedakan menjadi pengairan secara terus-menerus dan pengairan secara piriodik.c. PemupukanTujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan/produksi.d. Pengendalian Hama dan Penyakit1) Hama putih (Nymphula depunctalis)Gejala : Menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi.Pengendalian : Pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun. Menggunakan BVR atau Pestona.2) Padi Thrips (Thrips oryzae)Gejala : Daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi.Pengendalian: BVR atau Pestona.3) WerengPenyerang batang padi : Wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), Wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Wereng penyerang daun padi : Wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. impicticep).Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi dan dapat menularkan virus.Gejala : Tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tanaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil.Pengendalian : Bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR 48, IR 64, Cimanuk, Progo dsb, membersihkan lingkungan, melepas musuh alami seperti laba-laba, kepinding dan kumbang lebah. Penyemprotan BVR.4) Walang sangit (Leptocoriza acuta)Menyerang buah padi yang masak susu.Gejala : Buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut, berwarna coklat dan tidak enak, pada daun terdapat bercak bekas isapan dan bulir padi berbintik-bintik hitam.Pengendalian : Bertanam serempak, peningkatankebersihan, mengumpulkan dan memusnahkan telur, melepas musuh alami seperti jangkrik, laba-laba. Penyemprotan BVR atau Pestona. Nurchalis Yusuf, SP