Loading...

Pengolahan Tanah Dan Persemaian Dalam Budidaya Tanaman Padi

Pengolahan Tanah Dan Persemaian Dalam Budidaya Tanaman Padi
PENGOLAHAN TANAH DAN PERSEMAIAN Dalam BUDIDAYA TANAMAN PADI LATAR BELAKANG Padi (Oryza sativa) adalah bahan baku pangan pokok yang vital bagi rakyat Indonesia. Menanam padi sawah sudah mendarah daging bagi sebagian besar petani di Indonesia. Mulanya kegiatan ini banyak diusahakan di pulau Jawa. Namun, saat ini hampir seluruh daerah di Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kegiatan menanam padi di sawah. Sistem budidaya padi biasanya didahului oleh membuat persemaian. Pembuatan persemaian memerlukan suatu persiapan yang sebaik-baiknya, sebab benih di persemaian ini akan menentukan pertumbuhan padi di sawah, kemudian pengolahan tanah yang bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh tanaman. Pengolahan tanah sawah terdiri dari beberapa tahap yaitu pembersihan, pencangkulan, pembajakan, penggaruan, dan perataan. Dalam penanaman bibit padi harus diperhatikan sebelumnya adalah persiapan lahan, umur bibit, dan tahap penanaman. Dalam pemeliharaan meliputi penyulaman dan penyiangan, pengairan, pemupukan, penyulaman dan penyiangan, dan pengendalian hama dan penyakit. Pengolahan tanah bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati dan membusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanah menjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini, dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematang (galengan) sawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasi sehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman. Berbagai upaya dalam peningkatan produktivitas yang telah dilakukan oleh petani dalam upaya perbaikan cara bercocok tanam. Dan pegolahan tanah yang baik akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi. Pengolahan tanah untuk persemaian harus di prioritaskan lagi, karena tanaman yang masih muda atau baru tumbuh sangat membutuhkan struktur tanah yang berlumpur dan bebas dari tanaman inang. Pengolahan Media Tanam Menurut Idawanni (2015) pengolahan bertujuan untuk mengubah sifat fisik tanah agar lapisan yang semula keras menjadi datar dan melumpur. Dengan begitu gulma akan mati danmembusuk menjadi humus, aerasi tanah menjadi lebih baik, lapisan bawah tanahmenjadi jenuh air sehingga dapat menghemat air. Pada pengolahan tanah sawah ini,dilakukan juga perbaikan dan pengaturan pematang sawah serta selokan. Pematangsawah diupayakan agar tetap baik untuk mempermudah pengaturan irigasisehingga tidak boros air dan mempermudah perawatan tanaman. Tahapan pengolahantanah sawah pada prinsipnya mencakup kegiatan-kegiatan sebagai berikut : Pembersihan Pematang sawah dibersihkan dari rerumputan, diperbaiki, dan dibuat agak tinggi.Fungsi utama pematang disaat awal untuk menahan air selama pengolahan tanahagar tidak mengalir keluar petakan. Fungsi selanjutnya berkaitan erat denganpengaturan kebutuhan air selama ada tanaman padi.Saluran atau parit diperbaikidan dibersihkan dari rerumputan. Kegiatan tersebut bertujuan agar dapatmemperlancar arus air serta menekan jumlah biji gulma yang terbawa masuk kedalam petakan. Sisa jerami dan sisa tanaman pada bidang olah dibersihkansebelum tanah diolah. Jerami tersebut dapat dibakar atau diangkut ke tempat lainuntuk pakan ternak, kompos, atau bahan bakar. Pembersihan sisa–sisa tanamandapat dikerjakan dengan tangan dan cangkul. Pencangkulan Setelah dilakukan perbaikan pematang dan saluran, tahap berikutnya adalahpencangkulan. Sudut–sudut petakan dicangkul untuk memperlancar pekerjaan bajakatau traktor. Pekerjaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan saat pengolahantanah. Pembajakan Pembajakan dan penggaruan merupakan kegiatan yang berkaitan. Kedua kegiatantersebut bertujuan agar tanah sawah melumpur dan siap ditanami padi. Pengolahantanah dilakukan dengan dengan menggunakan mesin traktor. Sebelum dibajak,tanah sawah digenangi air agar gembur. Lama penggenangan sawah dipengaruhioleh kondisi tanah dan persiapan tanam. Pembajakan biasanya dilakukan dua kali.Dengan pembajakan ini diharapkan gumpalan–gumpalan tanah terpecah menjadi kecil–kecil. Gumpalan tanah tersebut kemudian dihancurkan dengan garu sehingga menjadi lumpur halus yang rata. Keuntungan tanah yang telah diolah tersebut yaituair irigasi dapat merata. Pada petakan sawah yang lebar, perlu dibuatkan bedengan–bedengan. Antara bedengan satu dengan bedeng lainnya berupa salurankecil. Ujung saluran bertemu dengan parit kecil di tepi pematang yang bergunauntuk memperlancar air irigasi. Pemilihan bibit Bibit pada tanaman padi harus melalui pengujian terlebih dahulu untuk menentukan kualitasnya. Pengujian dilakukan dengan merendam sekitar 100 butir benih padi dalam air. Setelah dua jam periksalah benih tersebut. Cara menanam benih padi yaitu dengan Pemeriksaan benih dilakukan dengan mengidentifikasi perubahan pada benih. Jika terdapat lebih dari 90 butir benih atau lebih dari 90% benih mengeluarkan kecambah, maka artinya benih tersebut berkualitas unggul dan bermutu tinggi. Tentu benih yang berkualitas unggul dan bermutu tinggi inilah yang layak untuk dibudidayakan. Sedangkan jika benih tidak menunjukkan tanda seperti yang disebutkan diatas, artinya benih tersebut tidak disarankan untuk dibudidayakan. Setelah menentukan benih yang akan dijadikan bibit, maka dapat dilakukan persemaian segera. Persemaian Persemaian dilakukan setelah menentukan bibit yang unggul. Bibit unggul tersebut kemudian akan disemai di wadah persemaian. Wadah persemaian terlebih dahulu harus disiapkan. Kebutuhan wadah semai diberikan dalam perbandingan sebesar 1 : 20. Misalkan akan menggunakan lahan sawah sebesar 1 hektar maka wadah persemaiannya sekitar 500 m2. Lahan pada wadah persemaian haruslah juga berair dan berlumpur. Berikan pupuk urea dan pupuk TSP pada lahan persemaian dengan dosis masing-masing 10 gr per 1 m2. Jika lahan persemaian sudah siap, sebarkan benih yang telah berkecambah dengan merata. Proses penanaman dilakukan setelah benih pada proses persemaian telah tumbuh daun sempurna sebanyak tiga hingga empat helai. Jangka waktu dari persemaian ke bibit siap tanam umumnya sekitar 12 hingga 14 hari saja. Jika sudah siap tanam, pindahkan bibit dari lahan semai ke lahan tanam. Pemidahan dilakukan dengan hati-hati dan tidak merusak tanaman. Penanaman dilakukan pada lubang-lubang tanam yang telah disiapkan. Khusus untuk tanaman padi dalam satu lubang dapat ditanam dua bibit sekaligus. Penanaman dilakukan dengan memasukkan bagian akar membentuk huruf L agar akar dapat tumbuh dengan sempurna. Kedalaman bibit ditanam pun ditentukan berkisar pada rentang 1 cm hingga 15 cm. Masa penanaman padi lebih baik dilakukan dua kali dalam setahun berdasarkan masa penanamannya yang ideal. Demikianlah cara persemaian dan pengolahan tanah pada budidaya tanaman padi yang benar secara berurutan. Jika dilakukan dengan baik dan benar, maka hasilnya pun akan memuaskan dan menguntungkan. Untuk itu lakukanlah penanaman padi dengan tepat. *) Penulis : Nurul Suprihatini, SP NIP.19790629 201001 2 007 PP Muda-UPTD Pertanian Kec. Labuapi, Kab. Lombok Barat NTB *) dari berbagai sumber