Loading...

PENGOLAHAN TANAH DAN PERSEMAIAN YANG BAIK

PENGOLAHAN TANAH DAN PERSEMAIAN YANG BAIK
Oleh : Novian Doni, SP Kec. Muara Lakitan PENGOLAHAN TANAH Pengolahan tanah dapat dilakukan secara sempurna dengan dua kali pembajakan dan satu kali garu atau minimal, atau tanpa olah tanah. Pemilihan cara yang akan dilakukan disesuaikan dengan keperluan dan kondisi. Faktor yang menentukan adalah kemarau panjang, pola tanam dan jenis/struktur tanah. Pada saat menggaru dan meratakan tanah, usahakan agar air tidak mengalir didalam sawah supaya unsur hara yang ada ditanah tidak hanyut. Setelah tanah diratakan, buatlah parit di bagian pinggir dan tengah tiap petakan sawah untuk memudahkan pengaturan air Dua minggu sebelum pengolahan tanah, taburkan bahan organik secara merata diatas hamparan sawah. Bahan organik yang digunakan dapat berupa pupuk kandang (2 ton/ha) atau kompos jerami (5 ton/ha). Bahan organik sangat penting dan dibutuhkan bagi tanaman dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Bahan organik penting karena dapat berpengaruh pada; Sifat fisik tanah, semakin tinggi kandungan organik tanah maka akan semakin tahan saat kemarau/kering karena tanah akan lebih mampu meningkatkan kapasitas menahan air. Sifa Kimia Tanah, bahan organik akan meningkatkan pasokan dan ketersediaan unsur hara utama yaitu: N, P, K, Ca dan Mg. Sifat biologi tanah, bahan organik merupakan sumber energi bagi makro dan mikro fauna tanah, sehinga dengan tersedianya bahan organik maka aktifitas dekomposer tanah atau bakteri pengurai akan semakin meningkat dan secara otomatis akan meningkatkan kesuburan tanah. Berikut perbedaan pengolahan tanah secara konvensional dan SRI Sistem Konvensial SRI Pengolahan tanah memakai tenaga traktor/sapi dengan urutan tanah dibajak, digaru, dan diratakan. Memakai tenaga traktor/sapi dengan urutan tanah dibajak, digaru + disebari pupuk organik, dan diratakan PERSEMAIAN Varietas Unggul Dalam budidaya padi sawah pemilihan varietas merupakan salah satu komponen utama yang mampu meningkatkan produktivitas padi. Varietas padi yang akan ditanam dipilih varietas unggul baru (VUB) yang mampu beradaptasi dengan lingkungan untuk menjamin pertumbuhan tanamanyang baik, tahan serangan penyakit, berdaya hasil dan bernilai jual tinggi serta memiliki kualitas rasa yang dapat diterima pasar.Varietas unggul baru (VUB) dapat berupa padi inbrida seperti ciherang, mekongga,inpari (10, 11,13) atau hibrida seperti rokan, hipa 3, bernas super dan intani. Tanam varietas unggul baru ini secara bergantian untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit. Benih Bermutu Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, berukuran penuh dan seragam, daya kecambah diatas 80 % (vigor tinggi), bebas dari biji gulma, penyakit dan hama atau bahan lain. Gunakan selalu benih yang telah memiliki sertifikasi atau label untuk mendapatkan benih dengan tingkat kemurnian tinggi dan berkualitas atau benih bermutu yang diproduksi oleh petani. Budidaya padi sawah menganjurkan untuk menyeleksi atau memilih benih bermutu agar didapatkan benih yang benar-benar berkualitas (bernas) dan vigor tinggi dengan cara membuat larutan garam dapur (30 gram garam dapur dalam 1 liter air) atau larutan pupuk ZA (1kg pupuk ZA dalam 2,7 literair). Benih dimasukkan ke dalam larutan garam atau pupuk ZA (volume larutan 2 kali volume benih) kemudian diaduk dan benih yang mengambang atau terapung dipermukaan larutan dibuang. Cara sederhana dapat dilakukan dengan merendam benih dalam larutan garam dapur menggunakan indikator telur. Telur mentah (bisa telur ayam atau bebek) dimasukkan ke dalam air, kemudian masukkan garam sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai telur terapung ke permukaan. Kemudian telur diambil dan benih dimasukkan ke dalam larutan garam. Benih yang mengapung dibuang dan benih yang tenggelam selanjutnya dicuci sampai bersih dari garam untuk disemai. Untuk keperluan penanaman seluas 1 hektar benih yang dibutuhkan kurang lebih sebanyak 20 kg. Benih bernas (yang tenggelam) dibilas dengan air sampai bersih dari garam kemudian direndam dengan air bersih selama 24 jam. Selanjutnya diperam dalam karung atau wadah lainnya selama 48 jam dan dijaga kelembabannya dengan membasahi wadah dengan air. Untuk benih padi hibrida tidak diberi perlakuan perendaman dalam larutan garam tetapi langsung direndam dalam air dan selanjutnya diperam. Lahan persemaian untuk 1 hektar luasan lahan pertanaman sebaiknya 400 meter persegi (4% dari luas tanam) dengan lebar bedengan 1 – 1,2 meter dan antar bedengan dibuat parit sedalam 25 – 30 cm. Saat pembuatan bedengan taburkan bahan organik 2 kg /meter persegi seperti kompos, pupuk kandang atau campuran berbagai bahan antara lain kompos, pupuk kandang, serbuk kayu, abu dan sekam padi. Tujuan pemberian bahan organik ini untuk memudahkan pencabutan bibit padi sehingga kerusakan akar bisa dikurangi.