Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan (Solanaceae). Keluarga ini diduga memiliki sekitar 90 genus dan sekitar 2.000 species yang terdiri dari tumbuhan herba, semak dan tumbuhan kerdil lainnya. Namun secara ekonomis yang sudah atau dapat dimanfaatkan baru beberapa species saja. Diantaranya kentang, tomat dan tembakau.Tanaman cabe sebagai tanaman yang kebanyakan tumbuh di daerah tropis bilamana akan dibudidayakan memerlukan berbagai perlakuan, hal yang paling penting adalah faktor media tanam yang menyangkut masalah olah tanah dan ketersediaan nutrisi atau unsur hara. Tanah yang memenuhi syarat ialah tanah yang menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat digolongkan sebagai berikut:? Zat Organik : Di sini berarti zat dalam bentuk karbohidrat, protein dan lemak. Ketiganya dibentuk sendiri oleh tanaman melalui proses asimilasi zat asam arang (CO2). Dalam proses asimilasi ini terdapat tiga unsur penting yaitu energi ( sinar mata hari ), air, dan CO2. ketiganya akan melakukan proses oksidasi dalam tubuh tanaman sehingga berubah menjadi energi yang dibutuhkan tanaman.? Zat Mineral : Mineral merupakan zat pelengkap dalam pembentukan zat organik. Mineral ini meliputi : 1. Bahan baku zat organik ( karbohidrat dan lemak ) seperti CO2, O2, dan hidrogen dalam molekul air (H2O).2. Zat primer seperti N, P, K sebagai bahan pelengkap pembentukan protein3. Zat sekunder seperti kapur (Ca), magnesium (Mg), dan belerang (S), 4. Zat mikro seperti barium (Ba), seng (Zn), pumblum (Pb), mangan (Mn), garam kobal (Co), dan molibdenum (Mo).Dari zat – zat mineral tersebut yang sebagian besar terkandung dalam tanah tersebut adalah zat primer dan zat sekunder yang disebut juga unsur makro dan unsur mikro. Sementara itu, kandungan bahan baku diperoleh dari udara dan air. Inilah sebabnya sehingga tanah harus diolah dahulu agar sirkulasi udara dan peresapan air dalam tanah menjadi lancar meskipun unsur makro dan mikro sudah ada dalam tanah. Dengan cara mengolah tanah terlebih dahulu menyebabkan CO2, O2, dan H2O yang dibutuhkan tanaman dapat cukup terpenuhi. Bila unsuh makro dan mikro tidak tersedia dalam jumlah yang cukup maka diperlukan bahan tambahan berupa pupuk, baik berupa pupuk alam atau organik maupun pupuk buatan atau anorganik. Pengolahan Tanah dan Pembedengan Agar tanah dapat ditanami dengan baik maka perlu pengolahan tanah secara umum yautu :1. Penyemprotan Herbisida ini dimaksudkan untuk membrantas gulma atau tanaman lain yang tak dikehengdaki keberadaannya2. Pembajakan tujuan dari pembajakan adalah untuk membalik tanah sehingga tanah dapat bertukar dan racun dalam tanah serta keasaman tanah berkurang3. Pengapuran ini dimaksudkan untuk meningkatkan PH tanah dan menambah beberapa unsur penting yang dibutuhkan tanaman, dosis dari pengapuran menyesusikan dengan PH tanah4. Pembentukan bedengan yaitu menata tanah mengikuti alur tanah atau arahnya sinar matahari dengan ukuran panjang menyesuaikan lahan dan lebar antara 110 – 120 cm dengan tinggi antara 30 – 40 cm (kemarau) dan 50 – 70 cm (hujan)5. Pemupukan ? Pupuk kandang dosis 15 -20 ton/ha, dengan aplikasi awal bedengan dibuat? Pupuk kimia meliputi ZA 300 kg, NPK Phonska 250 kg dan SP36 350 kg tiap ha.? Pupuk mikro diberikan melalui daun atau semprot? ZPT bahan ini sebagai zat penghentak pertumbuhan dan diberikan melalui daun6. Pemberian insektisida tanah, diberikan bersama pemupukan atau bersama olah tanah dengan tujuan untuk mengendalikan nematoda dan ulat tanah serta anjing tanah atau orong-orong7. Pupuk susulan diberikan tiap 10 hari melalui kocoran dan penyemprotan lewat deun.8. Pemulsaan segera setelah aplikasi fungisida. Oleh : Beta Kurniawati, S.Pt.