Loading...

Pengolahan Tanah Sawah Untuk Budidaya Padi

Pengolahan Tanah Sawah Untuk Budidaya Padi
Pengolahan tanah merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam suatu budidaya tanaman yang bertujuan untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap tanam, baik secara fisik, kimia, dan biologis, sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik. Tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil olahan tanah yang maksimal adalah sebagai berikut : Proses pengolahan lahan sawah diawali dengan cara melakukan pemisahan jerami, sisa-sisa panen yang tidak terangkat, rumput dan tanaman gulma lainnya. Hasil pengamatan yang diperoleh adalah masih terdapat sisa-sisa jerami ataupun sisa tanaman yang sebelumnya ditanami. Proses perbaikan saluran dan galengan dilakukan dengan cara mencangkul bagian galengan ke arah luar. Pada hasil pengamatan yang diperoleh galengan sudah diperbaiki dan mampu menahan air agar tidak keluar dari petakan. Perbaikan galengan tersebut bertujuan untuk memperlancar irigasi dan memperbaiki lahan sawah untuk dapat digunakan kembali. Proses pencangkulan adalah pembajakan manual menggunakan cangkul pada area yang belum terbajak oleh traktor. Pada umumnya daerah yang belum tersentuh oleh traktor adalah bagian tepi maupun sudut sawah. Proses pembajakan dilakukan dengan cara membajak area sawah dengan menggunakan mesin traktor. Pembajakan menggunakan mesin traktor dinilai lebih efisien dan cepat. Hasil tanahnya pun lebih sempurna dan maksimal. Proses pembajakan agar dapat maksimal kontur tanahnya sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali. Pada saat melakukan proses proses pembajakan, kedalaman tanah yang dibajak harus sesuai. Kedalaman tanah yang ideal dalam pembajakan adalah sekitar 15-25 cm hingga tanah benar-benar terbalikan dan hancur. Disusun Oleh : Bayu Rohmatulloh Admin SMIPP BPP Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis