Pemilihan dan Persiapan LahanTanaman salak akan tumbuh baik pada dataran rendah hingga ketinggian 800 mdpl dengan tipe iklim basah, dan tipe tanah podzolik dan regosol atau latosol yang yang bertekstur geluh lempungan sampai geluh pasiran. Tanaman salak memerlukan naungan dan bahkan tanaman salak muda memerlukan naungan berat untuk mengurangi transiprasi dan evaporasi, sehingga lahan perlu dipersiapkan dengan menanam pohon pelindung terlebih dahulu atau ditumpangsarikan dengan tanaman lainnya. Mengingat sistem perakaran salak itu dangkal, jadi tanaman salak memerlukan permukaan air nan dangkal dan mendapatkan pengairan sepanjang tahun, baik dari irigasi maupun dari curah hujan.Budidaya salak telah banyak tersebar di daerah Jawa, terutama di kota-kota besar yang memiliki jumlah permintaan salaknya selalu tinggi. Di beberapa kota besar, salak pondoh tetap disukai, bahkan dibutuhkan. Meski sebaran budidaya salak semakin meluas, dan harga salak di pasaran cenderung menurun, namun budidaya salak pondoh nan baik tetap akan mendatangkan keuntungan.Dalam memilih lahan buat budidaya salak, selain tanahnya harus memenuhi syarat, usahakan agar huma berada dekat dengan sumber air. Sekedar untuk diingat bahwa tanaman salak muda itu memerlukan naungan berat, sehingga huma nan dipilih harus ditanami pohon pelindung terlebih dulu. Atau jika tak memungkinkan, tanaman salak muda dapat juga ditumpangsarikan dengan tanaman lain, seperti mangga, pisang, rambutan, nangka, dan sebagainya.Pengolahan TanahPengolahan tanah buat budidaya salak dilakukan dengan cara mencangkulnya dan membersihkannya dari gulma. Selanjutnya, tanah nan sudah dicangkul diberi patok atau ajir dengan ukuran 2,5x2 meter buat keperluan jeda tanam. Jeda 2,5 meter ialah jeda antar larikan dan 2 meter ialah jeda antar tanaman dalam satu larikan.Sepanjang larikan, dengan ajir sebagai titik tengahnya dibuat galian sedalam 15 cm dan lebar 100 cm. Tanah galian sebagian ditaruh di kiri larikan dan sebagian lagi di kanan larikan. Jika sudah begitu, akan terbentuk semacam bedengan di setiap sisi larikanya. Larikan sebaiknya dibuat membujur dari timur ke barat.Pada saat penimbunan, tanah di bagian bawah dikembalikan pada posisi semula, sedangkan tanah bagian atas setebal kurang lebih 25 cm dicampur dengan pupuk organic (kompos atau pupuk kandang) dengan perbandingan 1:1. Dengan demikianpada bekas lubang akan terbentuk gundukan setinggi 25-30 cm. Gundukan tanah ini tak perlu dipadatkan atau diratakan. Biarkan saja agar menyusut dengan sendirinya. Proses pengolahan tanah harus direncanakan dengan baik, yaitu meliputi:1. Pembuatan SaluranSaluran di sekitar kebun dibuat untuk saluran air di musim hujan, dan untuk mengairi kebun di musim kemarau.2. Pengaturan Jarak TanamPengaturan jarak tanam antara system penanaman monokultur berbeda dengan polikultur. Sistem monokultur adalah system penanaman yang hanya menanam satu jenis tanaman dalam satu areal. Jarak yang dipakai untuk menanam salak pondoh adalah 2 x 2 meter, dengan jumlah tanaman 1.800 rumpun untuk tiap hektarenya.Sedangkan system polikultur adalah menanam areal kebun dengan beberapa jenis tanaman. Untuk system ini, jarak tanam antara tanaman yang satu dengan yang lain adalah 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ada tambahan bahwa untuk tanah yang subur, jarak tanam antara tumbuhan satu dengan yang lain lebih luas dibandingkan tanah yang kritis. 3. Pembuatan lubang TanamSetelah kita tentukan jarak tanam antara tumbuhan salak yang satu dengan yang lain, maka kita sekarang mulai membuat lubang tanam. Ukuran lubang tanam adalah 50 x 50 x 50 cm atau 75 x 75 x 75 cm. Pada saat membuat lubang tanam, sebaiknya dipisahkan antara tanah yang di bagian atas dan tanah bagian bawah. Setelah pembuatan lubang selesai, lubang dibiarkan dahulu selama 3 minggu agar terkena sinar matahari. Selain itu, kedalaman lubang ditambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos kira-kira 15 kg. Masukkan kembali tanah yang telah berisi pupuk, tunggu selama 1 minggu baru dapat ditanami dengan bibit salak. Sumber :1. Departemen Pertanian. (1995). Salak Pondoh. Proyek Informasi Pertanian.2. Tim Penulis Penebar Swadaya. (1998). 18 Varietas Salak: Budidaya, Prospek3. http://www.berbudidayatanaman.com/2013/01/Budidaya-Salak-Pondoh-dan-Cara-Menanam. Penulis : Iman Priyadi, (Penyuluh Pertanian Balai Besar pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian) email : imanpriyadi@yahoo.co.id