Tepung kedelai mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi oleh karena itu tepung kedelai digunakan sebagai bahan baku tambahan dalam pembuatan olahan makanan seperti mie, makanan bayi, bubur, obat herbal, dan campuran kue agar diperoleh peningkatan kadar protein. Kadar protein tepung kedelai lebih tinggi dari whole milk maupun skimmed milk. Bila dilihat dari kadar proteinnya saja, maka tepung kedelai dapat digunakan untuk mengganti susu. Pengolahannya tidak sulit, dan dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan yang biasa terdapat dirumah tangga.Ada beberapa metoda dalam pembuatan tepung kedelai yaitu dengan perebusan dan tanpa perebusan. Pengolahan dengan perebusan meliputi dua cara yaitu pengolahan dengan menggunakan mesin pengupas kering dan pengolahan dengan mesin pengupas basah. Daya simpan tepung kedelai sekitar 6 bulan.Dalam pembuatan tepung kedelai diperlukan peralatan : 1) Alat pengupas kulit kedelai; 2) Alat perebusan; 3) Kompor; 4) Ember plastik; 5) Alat pengering; 6) Mesin penepung; 7) Pengayak; 8) Toples plastik besar; 9) Sealer listrik; 11) Kantong plastik; 12) TimbanganTepung kedelai dibuat dengan dua cara yaitu dengan perebusan dan tanpa perebusan. Cara perebusan dapat dilalakukan dengan menggunakan mesin pengupas kering dan mesin pengupas basah hidrosiklon. 1. Pengolahan dengan perebusan menggunakan mesin pengupas kering sbb.1) Pembersihan Kedelai dibersihkan dari biji rusak (berwarna kehitaman, berjamur, dan busuk) dan kotoran seperti tanah, kerikil, daun dan ranting2) PengeringanKedelai dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air dibawah 7%. Kedelai yang kurang kering sulit untuk dikupas secara kering,3) Pengupasan kulitKulit biji dikupas dengan mesin pengupas kering4) Pencucian Kedelai yang telah dikupas, dicuci dengan air bersih sampai air bilasan menjadi bening5) PerendamanBiji kedelai direndam di dalam air bersih selama 2 jam. Setiap 1 kg kedelai membutuhkan 2,5 liter air perendam.6) PerebusanSetelah perendaman, biji kedelai direbus di dalam air mendidih selama 2 jam. Setiap 1 kg kedelai membutuhkan 2,5 liter air bersih. Kedalam air perebus ditambahkan soda kue. Setiap 1 kg kedelai membutuhkan soda kue 0,5 – 1 gram. Setelah itu, biji kedelai ditiriskan dan didinginkan.7) PengeringanBiji yang telah ditiriskan dan masih panas, dikeringkan di dalam alat pengering sampai kadar air dibawah 5%.8) Penepungan dan pengayakan Kedelai yang telah benar-benar kering digiling sampai halus, kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh yang akan menghasilkan tepung kedelai tawar.9) PengemasanTepung kedelai dikemas di dalam kantong plastik atau kotak kaleng yang terutup rapat.2. Pengolahan dengan perebusan menggunakan mesin pengupas basah hidrosiklon sbb.1) Pembersihan Kedelai dibersihkan dari biji rusak (berwarna kehitaman, berjamur, dan busuk) dan kotoran seperti tanah, kerikil, daun dan ranting2) PerendamanBiji kedelai direndam di dalam air bersih selama 2 jam. Setiap 1 kg kedelai membutuhkan 2,5 liter air perendam.3) PerebusanSetelah perendaman, biji kedelai direbus di dalam air mendidih selama 2 jam. Setiap 1 kg kedelai membutuhkan 2,5 liter air bersih. Kedalam air perebus ditambahkan soda kue. Setiap 1 kg kedelai membutuhkan soda kue 0,5 – 1 gram. Setelah itu, biji kedelai ditiriskan dan didinginkan.4) Pengupasan kulit Kulit biji kedelai dikupas dengan mesin pengupas basah hidrosiklon yang dapat memecah biji dan memisahkan kulit dari bijinya.5) Pencucian kedelaiKedelai yang dikupas, dicuci dengan air bersih sampai air bilasan menjadi bening.6) PengeringanKedelai dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air dibawah 5%. 7) Penggilingan dan pengayakanKedelai yang telah benar-benar kering digiling sampai halus, kemudian diayak dengan ayakan 80 mesh. Hasil pengayakan adalah tepung kedelai tawar.8) PengemasanTepung kedelai dikemas di dalam kantong plastik atau kotak kaleng yang ditutup rapat. Pengemasan menggunakan dua plastik jenis polipropilen dan polietilen untuk kemasan primer dan kotak karton untuk kemasan sekunder.3. Pengolahan tanpa perebusan sbb.1) PembersihanKedelai dibersihkan dari biji rusak (berwarna kehitaman, berjamur, dan busuk) dan kotoran seperti tanah, kerikil, daun dan ranting.2) Pengeringan Kedelai dijemur atau dikeringkan dengan alat pengering sampai kadar air dibawah 7%. Kedelai yang kurang kering sulit untuk dikupas secara kering,3) Pengupasan kulitKulit biji dikupas dengan mesin pengupas kering4) PerendamanBiji kedelai direndam dalam air bersih selama 24 jam tanpa pemanasan5) PenepunganBiji kedelai yang telah direndam kemudian ditiriskan dan digiling kasar dan digiling halus menjadi tepung kedelai6) PengeringanKemudian tepung kedelai dikeringkan hingga diperoleh kadar air yang rendah (3%)Penulis : Marwati (Penyuluh Pertanian BPPPSDMP-Kementan)Sumber : Pedoman Pengembangan Agroindustri Kedelai, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran HasilPertanian, Kementerian Pertanian,tahun 2012