Loading...

PENGRAJIN GULA KELAPA KABUPATEN KEBUMEN NGANGSU KAWRUH KE KELOMPOK TANI MANGGAR JAYA DESA SEMEDO KECAMATAN KUNCEN KABUPATEN

PENGRAJIN GULA KELAPA KABUPATEN KEBUMEN NGANGSU KAWRUH KE KELOMPOK TANI MANGGAR JAYA DESA SEMEDO KECAMATAN KUNCEN  KABUPATEN
Pada hari Kamis , 2 Agustus 2018 sejumlah 25 orang petani dan pendamping petani ngangsu kawruh ke luar daerah untuk saling tukar menukar pengalaman seputar pengolahan dan pemasaran gula kelapa organik. Ikut serta Rombongan kepala bidang Hortbun. Dinas pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen Santoso,SE. Sambutan penerimaan Rromnongan yang diwakili oleh Kabid Hortbun Distapang Kebumen mengatakan bahwa kedatangannya ke Kelompok Tani Manggar Jaya Desa Semedo Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas bahwa para penderes/dewan sesungguhnya sudah berpengalaman namun dirasa masih kurang trampil dalam hal pengelolaan panen dan pasca panen kelapa, untuk itu para pederes yang pada umumnya berasal dari pesisir pantai selatan ingin mengetahui lebih dekat dan secara langsung praktek pengolahan gula kelapa utamanya Gula Semut (kristal) sejak dari penderesan sampai dengan sampai jadi Gula Semut atau produk lain. Kami berharap setelah pulang dapat mempraktekan dan menambah ketrampilannya . Rombongan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas Ir. Widarso. Ucapan selamat datang oleh Kepala Dinas mengucapkan terima kasih atas kedatangannya ke Banyumas, mohon maaf yang sebesar – sebesarnya bilamana Kab. Banyumas keadaannya lebih baik dengan Kab. Kebumen. Disampaiakn pula bahwa Kabupaten Banyumas jauh berbeda dengan Kab. Kebumen dalam hal pola tata tanam yang sudah mantap dengan Padi – padi – palawija. Menurut beliau bahwa Petani Indonesia kalah dengan luar negeri salah satunya karena sulit untuk berkelompok, sehingga tidak memiliki daya tawar sehingga harga jual produk ditentukan oleh pedagang, disamping itu pemilikan lahan yang rata – rata sempit dan modal usaha lemah. Dalam akhir sambutan dilanjutkan tukar menukar cindera mata, dari Kab. Kebumen memberikan bibit kelapa Genjah Entok sedangkan dari Kab. Bayumas memberikan Vandel. Praktek Pengolahan Gula Kelapa di pandu oleh Ketua Kelompok Tani Manggar Jaya. Akhmad Sobirin. Gula yang diproduksi dari Kel Tani Manggar Jaya adalah Gula Organik tanpa menggunakan bahan kimia, seperti Natrium bisulfat pada larunya dapat merusak organ tubuh dan peralatan produksi. Penggunaan laru diganti dengan tatal dengan pohon nangka maupun kulit manggis yang sudah dikeringkan. Pemasakan dengan menggunakan tungku yang ditanam dalam tanah dengan menggunakan bahan bakar kayu atau sekam. Tungku dilengkapi dengan cerobong keluar ruangan masak sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Sementara pengeluaran asap dipergunakan untuk mengeringkan kayu yang masih basah. Upaya pembuatan gula organik dirintis semenjak tahun 2015 setelah kelompok dipinpin oleh Akhmad Sobirin Alumnus UGM Yogyakarta. Gula Organik di mulai dari pupuk yang digunakan, pestisida yang diaplikasikan dan juga penangan pasca panennya. Pengolahan hasil dengan menggunakan alat dan mesin moderen . Pengeringan dengan menggunakan open, pengayakan dengan menggunakan detektor maknet sehingga tidak terjadi pencemaran logam dalam produk tersebut. Setelah menggunakan label organik permintaan semakin meningkat baik pasar domestik maupun manca negara seperti Amerika. Harga jual gula organik semakin tinggi yakni dijual dengan harga Rp. 17.000,-/kg di tingkat petani sedangkan harga gula eksport Rp. 22.000 ,- per kilo. Produk – produk yang dihasilkan seperti gula, rempah – rempah yang menyehatkan tubuh , cimplung juga berbagai instans. Adapun proses pengolahan sebagai berikut : 1. Pemasakan Nira ( Sebelum dimasak disaring dengan mesh 20 mm )2. Pengadukan nira sampai mengental3. Pemepesan dengan minyak kelapa4. Pendinginan 5. Pengayakan ( Pengkristalan ) Pesan dan kesan disampaikan oleh Imam Mustakhim,S.PKP petugas pendamping petani gula kelapa dari Kecamatan Sempor, para peserta sangat terkesan terhadap penyambutan yang ramah dan familie. Para peserta betah tinggal di lokasi kunjungan karena udaranya sejuk dan angin yang sejuk walaupun ditempuh dengan perjalanan yang manjat dan terjal. Semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat dan dapat dipraktekkan di Kabupaten Kebumen sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga dapat mensejahterakan petani kelapa. Selesai penutupan peserta pulang ke daerah masing – masing dengan selamat. (Paryoto)