Loading...

PENGUATAN KAPASITAS KELOMPOK

PENGUATAN KAPASITAS  KELOMPOK
A. Pengertian Penguatan Kapasitas Kelompok Penguatan Kapasitas Kelompok adalah rangkaian kegiatan pembekalan yang diperlukan kelompok dengan pendampingan rutin, agar kelompok dapat berkembang men jadi kelembagaan yang aktif, sehat,partisifatif, berfungsi dan bermanfaat bagi anggotanya. B. Prinsip-prinsip Penguatan Kapasitas Kelompok Prinsip adalah Sesuatu yang dijadikan panduan atau acuan yang harus (wajib) dilaksanakan, sebab apabila tidak dilaksa nakan tujuan tidak tercapai Beberapa prinsip dalam penguatan kapasitas kelompok yaitu Kepemimpinan dari mereka sendiri Ketua dan pengurus kelompok dipilih dari dan ditentukan oleh mereka sendiri. Pemimpin dari kalangan mereka sendiri akan lebih memahami masalah serta keinginan para anggotanya Partisipasi Dalam proses penguatan kelompok, para anggota diberi kesempatan untuk ikut serta secara aktif sehingga mereka lebih menyadari akan potensinya dan menentukan hari depan yang lebih baik. Keswadayaan Dalam proses penguatan kapasitas kelompok harus selalu diupayakan tumbuhnya kemampuan atau keswadayaan para anggota kelompok sehingga secara bertahap ketergantuangan kepada pihak lain berkurang. Kesatuan Keluarga Prinsip ini menuntut proses penguatan kelompok untuk juga memperhatikan seluruh anggota keluarga anggota kelompok untuk dapat berperan serta dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga Belajar Menemukan Sendiri (Discovery Learning) Metoda dan pendekatan yang dipakai dalam seluruh rangkaian penguatan kapasitas kelompok harus dapat mendorong para anggota kelompok untuk belajar menemukan sendiri apa yang mereka butuhkan dan apa yang akan mereka kembangkan dalam rangka meningkatkan penghidupan dan kehidupan Kemandirian Sejak awal proses penguatan kapasitas Kelompok, para anggota kelompok sudah dimotivasi dan didampingi untuk mengambangkan kemampuan sehingga pada suatu saat mereka mampu lepas dari segala bantuan dan secara mandiri mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya. Kemandirian tersebut diharapkan dapat dicapai dalam waktu 4 (empat) tahun pendampingan C. Tahapan Penguatan Kapasitas Kelompok yaitu: Tahap pembentukan dan pengembangan diri anggota yang aktif; Tahapan pemupukan dan pengembangan dana bersama kelompok; Tahap pemantapan dan pengembangan usaha anggota dan kelompok yang menguntungkan Tahap perintisan dan pemantapan jalinan hubungan yang saling menguntungkan dengan pihak lain Tahap pemandirian kelompok untuk mewujudkan kelompok yang mandiri Dalam proses penguatan kapasitas Kelompok, faktor kepemimpinan sangat menentukan. Kepemimpinan ini diperlukan dalam setiap tahapan untuk mencapai kemandirian kelompok. Oleh sebab itu kepemimpinan perlu dikembangkan oleh anggota kelompok pada setiap tahapan, sehingga pada akhirnya akan dicapai kemandirian kelompok yang mencerminkan tingkat kedewasaan atau kematangan kepemimpinan seluruh anggota kelompok. Secara garis besar, tahapan proses penguatan kapasitas kelompok seperti : 1. Memiliki Anggota Dan Pengurus Yang Aktif Kelompok memperkuat kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan Pengurus dipilih secara demokratis Mempunyai tujuan dan rencana kegiatan Anggota aktif dalam kelompok Mempunyai aturan dan sanksi yang disepakati Melaksanakan pertemuan rutin .Pengurus bergiliran diantara anggota dengan priode yang disepakati Melaksanakan pencatatan semua kegiatan Mampu dan melaksanakan monitoring evaluasi perkembangan. kelompok 2. Memiliki Dana Bersama Yang Terus Berkembang Anggota aktif menabung Mempunyai kegiatan simpan pinjam Mempunyai buku tabungan dan simpan pinjam Mempuyai kontrol terhadap dana bersama Aktif mengembangkan dana bersama Memiliki Usaha Yang Menguntungkan Dan Terus Berkembang Mampu memilih usaha yang menguntungkan Mampu menganalisis biaya dan keuntungan Mampu menyusun rencana usaha Mampu mengelola usaha Mampu mengembangkan Memiliki Hub/Kerjasama Saling Menguntungkan Dengan Berbagai Pihak Mampu menjalin hub dengan pihak lain Kelompok dapat akses kepada lembaga keuangan umum Berpartisipasi aktif dalam kegiatan masyarakat 5.Kemandirian Kelompok Kemandirian kelompok dapat dilihat dari aktifitas kelompok yang juga terhadap apa-apa yang telah disampaikan di atas dapat terpenuhi. Hal ini dapat dilakukan evaluasi kemandiirian dari beberapa indicator yang telah ditetapkan. Hal ini mempunyai blangko yang dapat dievaluasi oleh kelompok secara bersama-sama untuk keberadaan klas kelompok Dengan mengetahui klas kelompok maka akan diketahui tingkat kemandirian kelompok D. Teknis Penguatan Kapasitas Kel Pengenalan anggota kelompok Pembina Tempat belajar Materi belajar kelompok Metoda Peralatan Monitoring dan evaluasi perkembangan Kelompok E. Beberapa materi penguatan Kapasitas Kelompok adalah Mengenal Potensi Diri Analisa Sosial Wealth Ranking Penilaian Partisipatif Membangun Cita-cita/Harapan Kelompok Keuntungan Berkelompok Membangun Cita-cita Kelompok Mengembangkan Aturan Kelompok Dinamika dan Kerjasama Kelompok Menjaga Keutuhan Kelompok Membangun Pemimpin dan Rotasi Pimpinan Mengenal Peranan Anggota dan Tugas Pengurus Kelompok Menghargai Beda Pendapat Pertemuan Kelompok Kebiasaan Menabung dan Pengelolaan Ekonomi Rumah Tangga Mengelola Ekonomi Rumah Tangga Mengembangkan Kebiasaan Menabung Pengelolaan Dana Bersama Pencatatan Kelompok Mengembangkan Budaya Mencatat Pembukuan Kelompok Pembukuan Keuangan Kelompok Pengembangan Usaha Kajian Usaha Keluarga Diversifikasi Usaha Menyusun RUA dan RUB Menentukan Harga Jual dan Titik Impas Analisa Sumber-sumber Modal Kerjasama/Kemitraan Kerjasama/Kemitraan F. Dalam pertemuan/pendampingan, peran Penyuluh Pertanian adalah Mendorong, memberi kesempatan agar semua peserta dapat aktif Menumbuhkan suasana kerjasama antar peserta Menyesuaikan kegiatan pertemuan/kursus kepada kebutuhan/keperluan peserta Mendorong peserta untuk mengaitkan materi pembinaan dengan situasi nyata sehari-hari Menjadikan mereka sebagai rekan atau mitra kerja Anda Ditulis oleh Marlena, SP/19830318 200903 2 005 Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Benai