Loading...

PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI SE-KECAMATAN BUKIT BATU

PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI SE-KECAMATAN BUKIT BATU
Kegiatan penumbuhan dan pengembangan Kelompok Tani (Poktan) dilakukan melalui pemberdayaan Petani, dengan perpaduan dari budaya, norma, nilai, dan kearifan lokal untuk meningkatkan usahatani dan kemampuan Poktan dalam melaksanakan fungsinya. Ada pun pemberdayaan petani dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan penyuluhan dengan pendekatan kelompok. Kegiatan penyuluhan melalui pendekatan kelompok untuk mendorong terbentuknya kelembagaan petani yang mampu membangun sinergitas antar petani dan antar Poktan dalam upaya mencapai efisiensi usaha (Permentan No. 67 Tahun 2016). Agenda Pelatihan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Tani se-kecamatan Bukit Batu berlangsung pada Hari Kamis, Tanggal 15 Oktober 2020. Kegiatan pelatihan bagi petani dan pelaku agribisnis tersebut, mengambil tempat di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bukit Batu, di Perkantoran Terpadu Desa Sungai Selari. Acara yang berlangsung pukul Pukul 09:00 WIB ini dihadiri oleh Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis. Turut hadir Kepala UPT BPP Kecamatan Siak Kecil, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Bukit Batu dan Bandar Laksamana. Hadir juga narasumber dari UPT Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi Riau. Ketua dan Pengurus Kelompok Tani se-kecamatan Bukit Batu datang sebagai peserta pelatihan. Pada sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis yang dibacakan oleh Bapak Herizal, disampaikan bahwa, Kelembagaan Petani adalah lembaga yang ditumbuhkembangkan dari, oleh, dan untuk petani, guna memperkuat dan memperjuangkan kepentingan petani, mencakup Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani, Asosiasi Komoditas Pertanian, dan Dewan Komoditas Pertanian Nasional. Berdasarkan hal tersebut, pemetaan terhadap keragaan dan keberadaan kelompok tani, diperlukan seiring dengan perkembangan kemajuan teknologi dan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Strategi ini dilakukan agar terapi terhadap kelompok tani menjadi berdaya guna dan berhasil guna dalam pencapaian program pembangunan pertanian. Kegiatan kemudian dilangsungkan dengan agenda pemaparan materi dan diskusi bersama, ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada peserta pelatihan.