Loading...

PENGUKURAN PH DILOKASI BAWANG MERAH

PENGUKURAN PH DILOKASI BAWANG MERAH
Mengapa kita mengklasifikasikan larutan yang biasa kita gunakan setiap hari seperti cuka sebagai bersifat asam? Sebabnya adalah karena cuka mengandung ion hidronium (H3O+) dalam jumlah berlebihan dan kelebihan ion hidronium dalam sebuah larutan menjadikan larutan tersebut bersifat asam. Kelebihan ion hidroksil (OH–) sebaliknya menjadi sesuatu bersifat basa atau alkali. Dalam air murni, ion hidronium dinetralkan dengan ion hidroksil dan larutan yang dihasilkan ini kita sebut memiliki nilai pH netral. H3O+ + OH– ? 2 H2O Gambar 1. Reaksi asam dan basa membentuk air. Jika molekul sebuah zat melepas ion hidrogen atau protein lewat disosiasi, kita sebut zat ini asam dan larutan menjadi bersifat asam. Beberapa asam yang paling terkenal mencakup asam hidroklorat, asam sulfur, dan asam asetat atau cuka. Disosiasi cuka ditampilkan di bawah: CH3COOH + H2O ? CH3COO– + H3O+ Gambar 2. Disosiasi asam asetat. Tidak semua asam sama kuat. Seberapa kuat keasaman sesuatu ditentukan oleh jumlah total ion hidrogen di dalamnya. Nilai pH selanjutnya ditetapkan sebagai logaritma negatif konsentrasi ion hidrogen. (Lebih tepatnya, keasaman ditentukan oleh aktivitas ion hidrogen. Lihat bab 4.2 untuk penjelasan lain tentang aktivitas ion hidrogen). pH = –log [H3O+] Gambar 3. Rumus untuk menghitung nilai pH dari sebuah konsentrasi ion hidronium. Perbedaan kuantitatif antara zat asam dan alkali dapat ditentukan dengan melakukan pengukuran nilai pH