Loading...

Pengukuran pH Tanah di Kelompok tani Suka damai Desa Pampanan Kecamatan Pugaan

Pengukuran pH Tanah di Kelompok tani Suka damai   Desa Pampanan Kecamatan Pugaan
Desa Pampanan berada diwilayah Selatan Kabupaten Tabalong,bersebelahan dengan kabupaten Balangan . Penduduk disana kebanyakan mata pencahariannya adalah bertani dan berkebun. Di desa Pampanan ada 8 kelompok tani ,salahsatunya adalah kelompok tani Suka damai. Kelompok tani ini sekarang mulai banyak yang berminat menanam sayuran seperti tomat, bayam dan cabai.Oleh sebab itu mereka meminta pendampingan kepadaPenyuluh Pertanian( PPL)setempat beserta BPP untuk di berikan arahan bagaimana caranya agar apa yang mereka tanam bisa tumbuh dengan baik dan subur,serta produksinya sesuai dengan apa yang mereka harapkan.Salah satu agar tanaman tumbuh subur dan sehat yaitu dengan mengetahui kondisi tanah tersebut . Oleh karena itu PPL Setempat beserta Tim BPP Kelua melakukan Pengukuran PH tanah di desa pampanan yang mana tanah tersebut nantinya akan di Tanami tanaman cabe rawit. Anggota Kelompok di sana sangat berterima kasih dengan adanya pengukuran PH tanah tersebut, karena mereka dahulunya tidak mengetahui apa manfaat dari pengukuran PH tanah tersebut. Dengan adanya pengukuran PH tanah sekaligus arahan dari PPL, anggota kelompok tani Suka Damai mengetahui manfaat dari Pengukuran PH tanah tersebut . Dari hasil pengukuran pH tanah di dapatkan pH tanah di kelompok tani suka damai rata-rata 5,5,dari hasil tersebut kita mengetahui bahwa untuk tanah di kelompok tani suka damai belum normal,karena pH tanah yang normal berada pada kisaran 6 hingga 8 atau pada kondisi terbaik memiliki pH 6,5 hingga 7,5 .Tanah dengan pH yang netral memungkinkan tersedianya berbagai unsure kimiawi tanah yang seimbang, Oleh karena itu tanah di kelompok tani suka damai perlu adanya pemberian kapur pertanian/ Dolomit. Sebelum melakukan pemberian kapur pertanian terlebih dahulu kita harus mengetahui berapa kadar pH tanah tersebut,sehingga dosis yang kita berikan sesuai kebutuhan. Tanah adalah media alami yang menjadi salah satu aspek penunjang kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk pula tanaman. Subur atau tidaknya tanah dipengaruhi oleh kandungan unsur hara yang berbeda-beda pada setiap jenis tanah.Unsur hara yang terkandung dalam tanah secara langsung berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman disamping faktor kemampuan tanaman dalam menyerap zat hara dari dalam tanah. Kemampuan tanaman untuk melakukan proses penyerapan unsur hara juga dipengaruhi oleh faktor utama, yakni tingkat keasaman tanah atau pH. pH adalah tingkat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. pH tanah atau tepatnya pH larutan tanah sangat penting karena larutan tanah mengandung unsur hara seperti Nitrogen (N), Potassium/kalium (K), dan Pospor(P) dimana tanaman membutuhkan dalam jumlah tertentu untuk tumbuh, berkembang, dan bertahan terhadap penyakit. Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0. Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut. Herbisida, pestisida, fungsisida dan bahan kimia lainnya yang digunakan untuk memberantas hama dan penyakit tanaman juga dapat meracuni tanaman itu sendiri. Mengetahui pH tanah, apakah masam atau basa adalah sangat penting karena jika tanah terlalu masam oleh karena penggunaan pestisida, herbbisida, dan fungisida tidak akan terabsorbsi dan justru akan meracuni air tanah serta air-air pada aliran permukaan dimana hal ini akan menyebabkan polusi pada sungai, danau, dan air tanah. Adapun jenis tanah itu antara lain : Regosol, Andisol, Vertisol, Latosol, dan masih banyak lagi. Disetiap tanah itu terkandung unsur kimia tertentu dan fase-fase reaksi kimia tertentu. Hal ini berpengaruh untuk kesuburan tanah, kembali pada konsep bahwa tanah sebagai media alami pertumbuhan tanaman. Kenyataan pada saat ini, kadang pertanian belum mampu mengkaji hal-hal yang erat kaitannya dengan kimia tanah. hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan dan wawasan mengenai kimia dalam pertanian. Padahal ini cukup berperan penting dalam menopang produksi pertanian. Maka dari itu, pengetahuan mengenai kimia tanah sangat diperlukan dalam bidang pertanian, khususnya ditujukan kepada para petani yang memegang peranan langsung di lapangan. Penulis Arida Fahrina, SP