PENILAIAN CALON PETANI BERPRESTASI TAHUN 2018 DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA
PENILAIAN CALON PETANI BERPRESTASI TAHUN 2018 DI KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Salam Penyuluh,Penyuluh Jaya.... Petani Sejahtera.... HSU Mantap.... Kamis, 22 Maret 2018 dilakukan anjangsana yang beragendakan "Identifikasi Calon Petani Berprestasi Tahun 2018" yang dilaksanakan oleh tim verifikator dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Amuntai Selatan. Petani yang ditetapkan sebagai calon tahun ini adalah Bapak H. Kamrani, petani dari Kelompok Tani (Poktan) Hikmat Membangun, Desa Keramat. Menurut Ibu Dewi Novita Andriani (PPL WKPP Setempat), Bapak H. Kamrani juga merupakan Ketua Poktan yang sangat aktif dan partisipatif dalam setiap kegiatan penyuluhan. Bapak Rahmani selaku Kepala BPP Kecamatan Amuntai Selatan dalam sambutannya kali ini mengatakan bahwa dengan adanya penilaian ini juga akan menjadi sarana terjalinnya rasa keakraban dan kekeluargaan antar petani dengan penyuluh dan menjadikan petani semakin bersemangat dalam memajukan pertanian di banua tercinta. Penilaian calon petani berprestasi ini tidak bisa dilakukan dengan sembarang, ada aspek-aspek yag harus diperhatikan dari aspek profil usahatani seperti komoditas usahatani, pengelolaan usahatani dan teknologi usahatani baik yang ditemukan , dikembangkan maupun diterapkan oleh petani yang bersangkutan dimana aspek-aspek tersebut dimasukkan ke dalam instrumen penilaian yang range skor terhadap variabel dan indikatornya sudah ditetapkan. Kegiatan penilaian ini selalu pada intinya bertujuan untuk memacu kinerja dan prestasi. Bapak H. Kamrani, petani kelahiran tahun 1950 ini merupakan petani pemilik dan penggarap komoditas usaha utama sektor tanaman pangan, bagi beliau menjadi petani adalah jalan hidup yang sudah digariskan Tuhan yang juga merupakan pilihan dan panggilan jiwa, meskipun pendidikan terakhir beliau hanya Sekolah Dasar namun usahatani yang sudah digelutinya lebih dari 45 tahun lamanya ini mampu menghidupi dan mensejahterakan keluarganya. Maka dari itu, pertanian adalah hal mustahil yang dia tinggalkan hingga akhir hayat. Dan ia berharap kelak anak cucunya juga meneruskan usahataninya namun dengan tata kelola atau teknik serta teknologi yang lebih baik lagi sehingga pertanian bukan lagi dianggap sektor yang terpinggirkan atau kurang menjanjikan bagi kesejahteraan hidup. Ditulis oleh : H. Qamariatul Husna, S.P.Penyuluh Pertanian Ahli / PP Sumber Daya BPP Kec. Amuntai Selatan