Evaluasi dan penilaian terhadap Sistim Pertanian Terintegrasi (Simantri) tahun 2017 tingkat Provinsi dilaksanakan mulai tanggal 25 Agustus 2017. Penilaian pertama dilaksanakan di kabupaten Buleleng yang diwakili oleh Simantri 504. Simantri ini berlokasi di Banjar Dinas Asah Desa Kaliasem Kecamatan Banjar.BPP Banjar menunjuk Simantri 504 mewakili Simantri Kabupaten Buleleng yang telah diferivikasi oleh Tim Simantri Kabupaten awal agustus 2017. Simantri ini akan bersaing merebut peringkat satu dengan simantri di delapan kabupaten se provinsi Bali.Tim penilai Simantri di tingkat Provinsi dipimpin A.A.A Putri Jayaningsih, dengan mengajak 11 orang tim ferivikasi, Diantaranya dari BPTP, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi, Dari Perkebunan, Dari Peternakan, dan dari UPT Simantri Bali. Tim datang kelokasi sekitar jam sebelas siang, dengan ditunggu oleh anggota Kelompok Tani Raja Banteng, Pendamping Simantri, Balai Penyuluhan Pertanian Banjar, Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, Camat Banjar, Jajaran Pemerintah Desa Kaliasem, dari Lembaga Adat, BPD dan LPM Desa Kaliasem serta Ibu-ibu KWT Raja Banteng.Acara penilaian dilakukan secara terbuka, dengan laporan ketua Kelompok Simantri 504, Penyerahan propil Simantri, dan sambutan sambutan dari Dinas Pertanian Kabupaten dan dari Ketua Tim Penilai. Untuk mengurangi rasa penat anggota tim setelah menempuh perjalanan selama tiga jam, anggota simantri menampilkan tembang geguritan disertai gamelan rindik. Acara berakhir sekitar jam 14.00 setelah tim meninjau keberadaan simantri 504 dan penilaian lapangan.Apresiasi disampaikan oleh Ketua Tim penilai setelah meninjau lapangan, yakni Simantri telah mempunyai usaha penjualan pupuk baik padat maupun cair, keberhasilan demplot buah naga dengan menggunakan tegnologi penyiraman air bekas mandi ternak sapi, Ternak sudah sehat dan tidak pernah ada kematian semenjak ada bantuan simantri tahun 2015. Dari BPTP menyarankan adanya banyak kerjasama dengan pihak suasta, walaupun telah bekerjasama dengan satu orang pengusaha, dan agar tetap diupayakan. Demikian juga perlu dibentuk koperasi. ( Inyoman Sudrana SP, PP Buleleng)