Loading...

PENINGKATAN EFISIENSI AIR IRIGASI

PENINGKATAN EFISIENSI AIR IRIGASI
Peningkatan efisien air irigasi mutlak diterapkan karena tanaman padi membutuhkan air yang cukup banyak, disamping biaya penyediaan air sampai kepetakan persawahan relatif cukup tinggi. Oleh sebab itu pemeliharaan dan perbaikan perencanaan dan fisik bangunan, pengurangan kehilangan air, mutlak dilaksanakan. Berikut penjelasan ringkas agar efisiensi air irigasi dapat ditingkatkan. Pada dasarnya peningkatan efisiensi irigasi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain: perbaikan perencanaan/ perancangan, perbaikan kondisi fisik jaringan, perbaikan pengelolaan irigasi (O&P), pemakaian kembali air buangan (reuse), perbaikan kelembagaan, dsb. 1. Perbaikan perencanaan/ perancangan; Perencanaan/ perancangan irigasi di Indonesia pada umumnya didasarkan untuk irigasi tanaman padi (rice base system design), sehingga semua saluran dan bangunannya dirancang untuk pemberian air secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi. Pada kondisi sekarang dimana pada musim kemarau sering mengalami kekurangan air, dan juga dihadapkan pada kenyataan bahwa usaha tani di sawah tidak hanya untuk tanaman padi, tetapi juga tanaman palawija dan hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi, yang cara pemberian airnya tidak terus menerus (intermittent). Agar jaringan dan pengelolaannya lebih optimal maka usulan perancangan kembali dari jaringan maupun cara pengelolaan yang ada perlu dipertimbangkan.2. Perbaikan kondisi fisik jaringan irigasi; Agar jaringan irigasi dapat berfungsi efektip dan efisien (optimal), jaringan tersebut harus dalam kondisi baik, lengkap dengan alat pengatur dan pengukurnya. Karena itu bila kondisi jaringan mengalami kerusakan harus diperbaiki, dan bila perlengkapannya kurang juga harus dilengkapi. Hal ini tentu juga berlaku bagi jaringan yang mengalami redesign.3. Perbaikan pengelolaan; Perbaikan pengelolaan ini harus dilakukan dari mulai penyadapan sumber airnya sampai dengan pemanfaatannya di lahan usaha tani.a. Mengurangi kehilangan air akibat dari adanya seepage, penguapan, pelimpasan maupun dari adanya bocoran bocoran di tingkat penyaluran dan distribusi dengan cara me lining saluran terbuka, mengubah saluran terbuka menjadi tertutup/ sistem perpipaan, melengkapinya dengan alat pengatur dan pengukur, memperbaiki tempat tempat yang bocor, melaksanakan Operasi dan Pemeliharaan (O&P) yang tepat dan sebagainya.b. Perbaikan pengelolaan air di tingkat lapangan/ lahan; - Untuk tanaman padi, Dapat dilakukan melalui persemaian dengan system dapok, pengolahan tanah secara kering, pengolahan tanah minimal/ tanpa olah tanah (TOT) atau zero tillage, pengolahan tanah segera setelah panen (walik jerami), percepatan waktu pengolahan tanah, pemberian air secara macak-macak dan terputus/ putus, menggunakan varietas umur pendek dan tahan kering, system gogo rancah, pemanfaatan curah hujan efektip melalui penambahan tinggi galengan, penghentian irigasi sewaktu hujan, perataan tanah yang baik, mengurangi perkolasi melalui pemadatan subsoil, mencampur tanah bertekstur kasar dengan lempung, melapisi dasar lapisan olah tanah dengan lempung, bitumen, aspal, plastik, dan sebagainya.- Untuk tanaman non padi; Dapat dilakukan melalui pemberian air hanya sebatas kedalaman daerah perakaran sesuai dengan kemampuan tanah menahan air (water holding capacity), penggunaan mulsa (organik/ an organik), dan sebagainya. - Pengaturan pola tanam; Pengaturan pola dan kalender tanam pada daerah beririgasi adalah sangat penting, mengingat bahwa daerah irigasi tersebut kadangkala mengalami kekurangan air maupun kelebihan air/ bahkan kebanjiran. Pada kondisi kurang air pola dan kalender tanam diatur sedemikian rupa sehingga terutama pada periode kritis tanaman tidak mengalami kekurangan air sehingga pertumbuhan dan produksi tanaman dapat optimal. Demikian pula dilokasi yang sering mengalami kebanjiran pola dan kalender tanam disusun agar tanaman maupun produksinya tidak akan mengalami kerusakan bila pada saatnya terjadi banjir. - Menggunakan kembali air buangan (reuse) dan aliran permukaan; Salah satu cara yang efektip untuk mengatasi kekurangan air irigasi adalah dengan memanfaatkan kembali air buangan maupun air limpasan yang ada baik dengan cara gravitasi maupun pemompaan. Air tersebut dapat berasal dari kelebihan/ kehilangan air irigasi di bagian hulunya, maupun kelebihan air irigasi di lokasi yang bersangkutan. Penyunting : Ir. Ali Bosar Harahap. MMEmail : Ali.bosarharahap@yaho.co.idSumber : Direktorat Pengelolaan Air Irigasi. 2014. Modul Pelatihan Pengelolaan Air Tingkat Usaha Tani, Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Kementerian Pertanian. Jakarta 43 halaman.Sumber Gambar : http://blog.umy.ac.id/sekarsulistiyani/halaman-contoh/macam-macam-sistem-pertanian/