Loading...

PENINGKATAN KAPASITAS PENYULUH KAB.PURWOREJO

PENINGKATAN KAPASITAS PENYULUH KAB.PURWOREJO
Peran Penyuluh Pertanian kedepanya semakin diperlukan oleh kalangan manapun dikarenakan pangan merupakan kebutuhan yang tidak dapat dipungkiri akan menjadi problem tersendiri ditingkat internasional, oleh karena itu ilmu pengetahuan para penyuluh pertanian terus ditingkatkan baik pengetahuan teknis maupun non teknis sehingga para penyuluh dalam penerapan latihan dan kunjungan tidaklah ketinggalan akan iptek tersebut. Pada tanggal 1 Januari 2014 Penyuluh yang ada di lingkup Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo mengadakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh bagi penyuluhn PNS maupuan THL-TBPP sebanyak 74 penyuluh PNS dan 118 penyuluh THL-TBPP kegiatan tersebut berlangsung di BPP Kutoarjo. Dalam arahanya oleh Penyuluh dari KJF Kab.Purworejo ( Turoso,S.TP) menyampaikan bahwa kegiatan Peningkatan Kapasitas agar di ikuti dan dicermati sehingga dapat diterapkan di tingkat petani,dalam arahannya juga agar peran penyuluh dalam pendampingan berbagai kegiatan baik kegiatan SLPTT padi,jagung,kedele agar benar benar mengawal para petani sampai berhasil sehingga sasaran daripada kegiatan SLPTT dapat tercapai dengan baik,demi tercapainya program P2BN.Kegiatan peningkatan kapasitas penyuluh menghadirkan nara sumber yang sekaligus sebagai pelaku utama/usaha yaitu Bp,Joko Triyanto dari Desa Krendetan Kecamatan Bagelen, petani tersebut berusaha budidaya jagung yang sudah ditekuninya bertahun tahun, dalam paparannya bahwa bertanam jagung tidaklah banyak kendala,kendala yang dihadapi yaitu masalah air ,air disini mengandung maksud apabila kekurangan air tanaman jagung tidak baik dan apabila kebanyakan air tanaman jagung akan kurang baik.Untuk mengatasi masalah yang pertama yaitu kekurangan air dimusim kemarau petani sekarang sudah mulai menggunakan sistim pompanisasi dengan memanfaatkan air dari sumur pantek atau sumur bor.Memang untuk menggunakan pompanisasi akan menambah biaya tinggi karena dalam satu musim tanam jagung petani harus mompa air paling sedikit tujuh kali, untuk menekan biaya tinggi petani bisa memodifikasi penggunaan bahan bakar yang biasanya pompa mengunakan premium maka sekarang petani menggunakan gas tabung LPG,ternyata bisa menekan biaya sampai 50 % untuk bahan bakarnya.Budidaya jagung dimusim kemarau sangat menguntungkan ,karena para peternak disekitar dapat memanfaatkan rumput serta daun jgaung sebagai pakan kambing, sedangkan tehnis bercocok tanam jagung tidak berbeda dengan seperti biasanya yang terpenting sarana pupuk dan air tidak terlambat maka jagung akan dapat meberikan hasil yang optimal. , dengan bertanam jagung maka akan banyak rumput yang tumbuh dibawah tanaman jagung,selain dapat membuka lapangan pekerjaan.Dalam paparannya juga Joko Triyanto ,bahwa pemasaran jagung tidaklah sulit karena dapat bekerjasama dengan para peternak sedang masalah harga dapat terjadi negosisasi.satu kesulitan budidaya jagung pada musim kemrau adalah dimana pada saat panen biasanya bertepatan dengan musim hujan sehinga petani mengalami kesulitan penjemuran dalam jumlah besar.Untuk memperoleh jgaung dengan produktivitas tinggi serta berkualitas baik harus menggunakan benih jagung yang unggul dan berlabel. Untuk Kabupaten Purworejo jagung belum surplus bahkan masih kurang,pemerintah daerah berupaya dengan berbagai kegiatan terus berupaya agar jagung di Purworejo dapat menjadikan komoditas unggulan selain padi ,sehinga lahan dimusim kemarau dapat termanfaatkan,patani meningkat pendapatannya, dan dapat membuka lapangan pekerjaan. Oleh :Turoso,S.TP. Penyuluh Pertanian Madya Kabupaten Purworejo Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Purworejo Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;}