Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) merupakan ujung tombak dalam kegiatan penyuluhan di perdesaan. Salah satu indikator kinerja penyuluh adalah dapat terdesiminasi/tersebarluaskannya informasi teknologi pertanian kepada pelaku utama atau para petani. Sedang faktor keberhasilan, efektivitas dan efisiensi dari desiminasi itu sendiri akan sangat ditentukan oleh metoda penyuluh menyampaikan pesan dan media apa yang digunakaannya. Artinya penyampaian pesan penyuluhan akan efektif dan efisien apabila disampaikan dengan menggunakan cara dan media yang tepat. Dengan demikian seorang penyuluh harus memiliki pengetahuan dan kemampuan yang cukup untuk memilih dan menyiapkan serta menyampaikan dengan metode yang tepat tadi.Dalam rangka peningkatan kapasitas kemampuan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Provinsi Lampung telah menyelenggarakan Diklat Media Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan bagi Aparatur pada tanggal 11 – 20 Agustus 2016. Diklat ini diikuti oleh 30 orang PPL perwakilan dari seluruh kecamatan se Kabupaten Lampung Selatan. Selama 10 hari peserta diklat menerima pelajaran dan berinteraksi baik secara tiori maupun praktek dengan berbagai Widyaiswara dan Narasumber yang berpengalaman. Materi yang selama ini belum pernah diketahui atau baru kenal namanya saja maupun yang sudah pernah dilakukan, diperdalam dan dilatih lebih profesional lagi dengan didukung peralatan multimedia yang canggih. Di antaranya adalah pembuatan media cetak (buku, leaflet, folder, selebaran dan poster), media audio (rekaman suara & siaran radio) serta audio visual (pembuatan video, presentasi audio visual).Di era multimedia seperti sekarang ini seorang penyuluh dituntut mesti mampu memanfaatkan fasilitas yang ada sebagai media melakukan penyuluhan. Dalam membekali dirinya para peserta belajar membuat media cetak seperti leaflet dan folder. Dengan sabar dan tekun Widyaiswara membimbing peserta diklat hingga menguasai bagaimana cara membuat media cetak. Banyak macam aplikasi komputer yang bisa digunakan untuk membuat media cetak seperti Microsoft Word, Power Point, Publiser, TBS Cover Editor dan lainnya. Beberapa aplikasi itulah yang dipelajari dalam pelatihan ini.Selain membuat media penyuluhan tercetak, peserta diklat juga dilatih membuat bahan presentasi. Belajar membuat bahan presentasi berarti pula belajar mengkombinasikan antara media audio dengan video yang biasa disebut audio visual. Pada materi ini peserta dilatih dengan aplikasi Microsoft Power Point. Dengan media ini seorang penyuluh akan lebih nyaman dan leluasa menyampaikan materi karena bisa menampilkan data-data, gambar maupun rekaman kejadian sesungguhnya yang ada di lapangan. Di samping itu bisa disisipkan muatan-muatan yang menarik sesuai dengan situasi dan kondisi audiens.Khusus untuk praktek media penyuluhan audio yaitu siaran radio dilakukan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Studio Radio Pertanian Ciawi Bogor selama dua hari. Peserta dilatih cara pembuatan naskah (Sinopsis, Treatmen dan Skenario), pengenalan peralatan (pemancar transmiter, meja siar, meja narasumber, microfon, mixer, komputer) dan praktek siaran (senam suara, miking, smile voice, intonasi, artikulasi, pelaku peran dan visualisasi). Dua hari adalan waktu yang sangat singkat untuk belajar siaran radio seacara utuh dan mendalam. Kendatipun berpacu dengan waktu yang singkat itu para peserta dengan gigih dan tekun belajar demi menggapai ilmu baru. Belajar membuat naskah berarti peserta belajar membuat alur cerita sebuah tema yang dituangkan dalam sebuah ringkasan yang disebut sinopsis. Kemudian sinopsis diuraikan ke dalam adegan-adegan yang diperankan oleh para pelaku yang dituangkan dalam bentuk narasi atau uraian adegan yang disebut treatmen. Selanjutnya dari uraian cerita adegan-adegan dalam treatmen dituangkan dalam bentuk dialog lansgung dari para pemeran cerita, selingan narator dan selingan musik atau jeda suara lain yang masing-masing adegan terasebut diberikan durasi waktu secara proporsional sehingga secara keseluruhan akumulasi durasi waktunya harus sesuai dengan durasi waktu siaran yang telah ditentukan. Dokumen yang memuat dialog lansung, catatan durasi waktu dan urutan-urutan secara teratur dalam sebuah alur cerita inilah yang disebut skenario atau script. Seluruh dokumen dari Sinopsis, Treatmen dan Skenario secara utuh disebut Naskah.Setelah mengikuti pelatihan media penyuluhan ini diharapkan para peserta dapat lebih berkembang dan meningkatkan kompetensinya dalam penyuluhan. Ilmu yang didapat bisa diimplementasikan sehingga dalam menyampaikan penyuluhan harus bisa memilih media yang memiliki visi jelas (visible), menarik (interesting), sederhana (simple), berguna (usefeul), akurat (acurate), masuk akal/logis (legitimate), dan terstruktur rapi (structured). Bila kaidah-kaidah tersebut terpenuhi dalam memilih media dan melakukan penyuluhan maka sasaran dan tujuan penyuluhan akan lebih mudah tercapai. Penulis : Sutrisno (THLTB PP Kabupaten Lampung Selatan)