Program pencapaian swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh pemerintah tidak terlepas dari pembinaan dan evaluasi. Demikian pula hal dengan kegiatan peningkatan mutu intensifikasi (PMI) untuk tanaman padi di Kabupaten Badung dalam tahun 2016 sudah mulai dievaluasi pelaksanaannya di tingkat lapang. Beberapa kelompok tani yang mengikuti kegiatan ini sudah tentu dari awal persiapannya menerapkan inovasi teknologi anjuran yang disosialisasikan di tingkat kelompok dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian yang mewilayahi kelompok tani yang mengikuti penilaian peningkatan mutu intensifikasi. Di Kabupaten Badung dalam tahun 2016 beberapa kelompok tani yang telah dievaluasi antara lain Kelompok tani (Subak) Tungkub Dalem Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi; Kelompok tani (Subak) Dawas Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara; Kelompok tani (Subak) Buangga Desa Pangsan, Kecamatan Petang. Kelompok tani yang telah dievaluasi ternyata masalah yang ditemui ketika dilakukan wawancara dengan responden yang mewakili kelompok, ditemukan bahwa dari aspek teknis, masih belum optimalnya penerapan beberapa inovasi teknologi yang kita miliki sebagai upaya untuk peningkatan produktivitas tanaman padi. Seperti misalnya belum optimalnya populasi tanaman per hektar karena jarak tanam yang belum teratur, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman dapat diamati dari beberapa komponen-komponen hasil yang diperoleh pada saat dilakukan panen. Dengan pelaksanaan kegiatan Peningkatan Mutu Intensifikasi (PMI) padi ini kelompok tani mendapat pembinaan sehingga Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dapat tercapai.Simbaryadnya (PP.Madya Distanbunhut Badung).