Peningkatan Penerapan Teknologi Jajar Legowo di WKPP Kudukeras
Upaya peningkatan produksi, produktivitas serta mutu hasil pertanian tanaman pangan ditempuh dengan mengucurkan beberapa program unggulan seperti intensifikasi, ekstensifikasi dan diversifikasi. Program ekstensifikasi dengan perluasan areal lahan pertanian tidak mungkin dilakukan di Desa Kudukeras karena ketersediaan lahan yang sangat terbatas. Sementara program diversifikasi masih relatif jarang dilakukan mengingat pangsa pasar dari komoditi yang diusahakan masih terbatas, sementara produk pertanian yang dihasilkan relatif tidak tahan disimpan. Selain itu penguasaan teknologi budidaya tumpang sari, tumpang gilir dan teknologi pasca panen belum maksimal. Satu-satunya program peningkatan produksi yang paling mungkin dilakukan adalah intensifikasi, yaitu dengan penerapan teknologi produksi yang lengkap dan terpadu dalam pengelolaan tanaman pangan. Salah satunya metode pendekatan dalam mengajarkan teknologi produksi tanaman pangan kepada petani adalah metode pendekatan kelompok dengan inti kegiatan Sekolah Lapang Upaya Khusus (SL UPSUS) Padi. Berdasarkan latar belakang tersebut maka Kementrian Pertanian menetapkan Program Sekolah Lapang Upaya Khusus (SL UPSUS) sebagai kegiatan unggulan untuk mendorong percepatan peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil tanaman pangan khusunya Padi. Tentunya hal ini tidak lepas dari penerapan teknologi pertanian salah satunya dengan penerapan jarak tanam legowo 2, dimana jajar legowo merupakan terapan teknologi yang sangat penting bagi peningkatan produksi hasil. Di WKPP Kudukeras saat ini sudah kurang lebih 50% yang menerapkan jajar legowo dari musim tanam sebelumnya hanya 28%. Tujuan SL UPSUS telah tercapai, hal ini dapat dilihat dari hasil produktivitas sebelum SL UPSUS yang hanya mencapai rata-rata 6 Ton / Ha setelah dilaksanakan percontohan di lahan SL UPSUS hasilnya meningkat 0,3 Ton / Ha di WKPP Desa Kudukeras menjadi 6,3 Ton / Ha, dari hasil yang didapat cukup memuaskan namun jika penterapan teknologi dan mekanisasi pertanian dalam kegiatan panen dan pasca panen dengan menggunakan power treaser ataupun dengan menggunakan Combine Harvester maka hasil yang didapat tentunya akan menjadi lebih banyak karena tingkat kehilangan hasil dapat diminimalisir sehingga mempengaruhi hasil panen yang berakibat hasil panen berbeda dengan hasil ubinan. Ditulis oleh: Indra Lesmana (PPL WKPP Kudukeras, BPP Gebang)