Loading...

PENINGKATAN PERSEPSI PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI JARWO SUPER PADI SAWAH DI NAGARI GUNUNG MEDAN KABUPATEN DHARMASRAYA

PENINGKATAN PERSEPSI PETANI DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI JARWO SUPER PADI SAWAH DI NAGARI GUNUNG MEDAN KABUPATEN DHARMASRAYA
Oleh : Rela Setia Nita Sasaran pembangunan pertanian saat ini tidak hanya untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarganya. Peningkatan kesejahteraan petani merupakan salah satu tujuan penyuluhan pertanian, yang ditegaskan dalam UU RI No.16 Tahun 2006. Bahwa penyuluhan juga ditujukan untuk memberdayakan pelaku utama dan pelaku usaha dalam peningkatan kemampuan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, penumbuhan motivasi, pengembangan potensi, pemberian peluang, peningkatan kesadaran dan pendampingan serta fasilitasi. Pencapaian sasaran penyuluhan salah satunya dilakukan melalui pengembangan dan diseminasi inovasi pertanian serta penumbuhan motivasi pada petani menggunakan inovasi teknologi. Karakteristik individu yang diperlihatkan dengan sikap empati, dogmatis, kemampuan abstraksi, rasionalitas, intelegensi, sikap terhadap perubahan, keberanian beresiko dan sikap futuristik, termasuk salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam kegiatan diseminasi agar mendukung efektivitas penyampaian pesan pembangunan (Pertiwi dan Saleh, 2010). Sehingga memperkuat keputusan petani untuk memilih dan mengadopsi inovasi teknologi yang awalnya, terbentuk dari penilaian dan persepsi petani terhadap komponen teknologi PTT padi sawah tersebut. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi beras adalah melalui Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah yang merupakan suatu pendekatan inovatif dan dinamis dalam upaya meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui perakitan komponen teknologi secara partisipatif bersama petani yang meliputi; varietas unggul baru, benih bermutu dan berlabel, pemberian bahan organik melalui pengembalian jerami atau pupuk kandang ke sawah dalam bentuk kompos, pengaturan populasi tanaman secara optimum, pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah, pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) dengan pendekatan PHT (pengendalian hama terpadu), pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, penggunaan bibit muda (Petani padi merupakan sasaran yang perlu dijamah dalam pengembangan dan diseminasi inovasi pertanian, mengingat petani padi merupakan individu pelaku utama dalam penyediaan produksi beras. Sedangkan Individu petani dalam memahami suatu inovasi adalah melalui proses persepsi, termasuk persepsi petani terhadap suatu inovasi teknologi baru merupakan proses pengorganisasian dan interpretasi terhadap stimulus yang diterima oleh individu petani. Sehingga inovasi teknologi tersebut merupakan sesuatu yang berarti, bermanfaat dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu sebelum mengambil keputusan untuk berperilaku. Menurut Bulu (2010), bentuk keputusan berperilaku adalah merupakan tindakan individu untuk memaknai inovasi teknologi yang telah diyakini dan dibuktikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi adalah melalui Penerapan Inovasi dan Adaptasi Teknologi Sistem tanam Jajar Legowo pada Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi sawah. Individu petani dalam memahami suatu inovasi adalah melalui proses persepsi baru bisa berjalan proses adaptasi terhadap teknologi. Perubahan persepsi petani menjadi lebih baik merupakan upaya yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan diseminasi inovasi dan dapat dijadikan indikator adopsi inovasi yang didiseminasikan. Pengkajian dilaksanakan untuk mengetahui persepsi petani Kelompok Tani Sinar Pagi I Jorong Ganting Nagari Gunung Medan Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya tentang penerapan komponen Adaptasi teknologi Jakar Legowo Super PTT padi sawah sebelum dan sesudah dilaksanakannya kegiatan diseminasi percepatan adopsi inovasi teknologi. Data yang diambil terdiri dari data primer meliputi karakteristik petani, persepsi petani terhadap komponen adaptasi teknologi PTT padi sawah, faktor-faktor yang mempengaruhinya dan data sekunder diambil dari data Jorong, BPP Sitiung dan Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya. Analisis data menggunakan Uji Statistik Wilcoxon Signed Ranks Test dan Korelasi Peringkat Spearman. Hasil pengkajian menunjukkan terdapatnya peningkatan persepsi petani mengenai komponen Adaptasi Teknologi PTT padi sawah dari sebelum adanya kegiatan diseminasi memperlihatkan nilai rata-rata total skor 3,41 (kriteria cukup baik) dan meningkat menjadi 4,63 (kriteria sangat baik). Tingkat pendidikan tidak berpengaruh terhadap persepsi petani, hal ini dimungkinkan adanya faktor-faktor eksternal lainnya yang belum terukur, seperti; norma-norma, kebiasaan, komunikasi sosial, interaksi sosial dan belajar sosial individu petani dalam sistem sosial. Persepsi petani terhadap inovasi teknologi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam (agro-ekosistem dan agro-klimat). DAFTAR PUSTAKAAlma B dan Riduwan. 2009. Pengantar Statistika Sosial. Penerbit CV. Alfabeta. Bandung. Badan Litbang Pertanian. 2010. Pedoman Umum PTT Padi Sawah. Kementerian Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. Bulu Yohanes Geli. 2010. Persepsi Petani Terhadap Peran Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (LUEP) dalam Usahatani Padi di Kecamatan Sukaharjo Kabupaten Dinas Pertanian R/L . 2011. Produktivitas Padi Sawah Kabupaten Dharmasraya Tahun 2010. Dinas Pertanian Kabupaten Dharmasraya. Pertiwi, R P dan Saleh A. 2010. Persepsi Petani Tentang Saluran Komunikasi Usahatani Padi (Online). http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/32203/ Van Den Ban dan Howkins. 2000. Penyuluhan Pertanian. Penerbit CV. Kanisius. Yogyakarta.