Loading...

Peningkatan Produksi Kakao Melalui Aspek Pemangkasan

Peningkatan Produksi Kakao Melalui Aspek Pemangkasan
Kegiatan ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 02 Agustus 2018 bersama petani di Desa Seuneubok Gunci Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen.Kakao merupakan komoditas yang mampu memberikan penghasilan yang cukup baik dan terus menerus sepanjang tahun bagi masyarakat petani kakao. Penanaman kakao tidak harus monokulture dalam budidaya, tetapi dapat ditanam bersama tanaman lain sebagai tumpang sari ataupun dengan tanaman penaung sehingga petani memperoleh keuntungan ganda (Baon dan Abdoellah, 2004). Namun saat ini produktivitas tanaman masih jauh di bawah potensial, sedangkan potensi produktivitas dapat mencapai 1,5-3 ton/ha. Untuk menjaga agar produktivitas kakao meningkat dapat dilakukan pemeliharaan tanaman yang salah satu aspeknya adalah pemangkasan.Pemangkasan adalah salah satu tindakan yang dilakukan petani perkebunan kakao untuk mengoptimalkan nilai LAI (Leaf Area Indeks) dan mengutamakan ranting sebagai objek pemangkasan sehingga tanaman kakao dapat berproduksi baik dan terus menerus. Pengaruh pemangkasan pada tanaman kakao berdampak besar, yaitu menurunkan kelembaban kebun, memperoleh iklim mikro yang sehat serta berproduksi tinggi, serta pemangkasan yang efektif dan tepat waktu membantu pengontrolan penyakit tanaman kakao. Pemangkasan pada tanaman kako antara lain pemangkasan bentuk untuk membentuk kerangka tanaman, pemangkasan pemeliharaan untuk mempertahankan kerangka dan membuang cabang sakit, serta pemangkasan produksi yang bertujuan untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia, 2004).