PENINGKATAN PRODUKTIFITAS MELALUI KEGIATAN TANAM PADI SERENTAK DENGAN SISTIM TANAM JAJAR LEGOWO 2:1 DI KABUPATEN BATU BARA
Kegiatan gerakan tanam serempak tanaman padi sawah di Kabupaten Batu Bara dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Desember 2015 di Kelompoktani Pembangunan Desa Pasar Lapan Kecamatan Air Putih. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Bupati Batu Bara, Kepala BPTP Sumatera Utara, Kepala BKP3, Kepala Dinas Pertanian, Danramil/Babinsa Kecamatan Air Putih, Seluruh Kepala Desa/Lurah Se-Air Putih, KTNA Air Putih, Ka BPP dan PPL SeKabupaten Batu Bara serta kelompoktani/petani.Kegiatan tanam padi serentak merupakan wujud mensukseskan pencanangan swasembada pangan khususnya padi, dimana sasaran yang akan dicapai sampai dengan tahun 2017 adalah sebesar 76,2 juta ton padi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan adopsi teknologi system tanam jajar legowo. Kepala Badan BKP3 Sahala Nainggolan menjelaskan, untuk musim tanam periode Okmar 2015/2016 realisasi tanam di Kabupaten Batu Bara sudah mencapai 7240 ha dan diharapkan sampai dengan januari 2016 realisasi tanam untuk seluruh wilayah Kabupaten sudah selesai. Beliau menambahkan pencapaian produktivitas padi di Kabupaten Batu Bara sebesar 6,5 ton/ha tentu ini pencapaian yang mengembirakan, namun pencapaian produktivitas ini bisa lebih ditingkatkan dengan penggunaan benih unggul dan system tanam jajar legowo 2:1. Dengan system ini beliau menjelaskan dapat meningkatkan produksi gabah sebesar 10-15% dikarenakan ada penambahan jumlah populasi sebesar 33%.Menurut Kepala BPTP Sumatera Utara, untuk memenuhi kebutuhan akan beras sebagai bahan makanan pokok bagi penduduk Indonesia yang berjumlah 255 juta jiwa diperlukan beras sebanyak 35 juta ton beras/tahun, ini merupakan tantangan bagi kita semua untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut bagi masyarakat Indonesia. Melalui program UPSUS dengan perbaikan jaringan irigasi dan pemenuhan kebutuhan alsintan serta peningkatan indeks pertanaman (IP) dari 2 menjadi 3 merupakan solusi peningkatan produksi padi. Permasalahan klasik yang terus kita alami adalah alihfungsi lahan yang tiap tahun bertambah, sementara penambahan areal tanam (PAT) sangat sulit untuk dilakukan oleh karena itu harus dilakukan upaya intensifikasi melalui IP maupun system tanam.Bapak JR Sinaga Danramil Kecamatan Air Putih menambahkan keterlibatan TNI sebagai pengawalan, pengawasan dan penggerak diharapkan mampu menggerakkan kegiatan tanam serempak ditiap desa serta mengawasi pendistribusian bantuan benih dan pupuk subsidi agar tepat sasaran dan tidak terjadi penyelewengan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.Kegiatan tanam serempak ini sangat diapresiasi oleh Bapak Bupati Batu Bara sebagai salah satu wujud kegiatan mensukseskan pencapaian swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Beliau mengatakan, pemerintah Batu Bara akan tetap konsisten dan memperhatikan pertanian yang ada di Kabupaten Batu Bara. Kepada seluruh Kepala Desa/Lurah agar tetap memantau dan mengawasi kegiatan pembangunan jaringan irigasi tersier diwilayah masing-masing . Terkait dengan luas lahan pertanian khususnya padi sawah beliau menambahkan luas lahan produktif yang ada sekarang ini akan tetap dipertahankan keutuhannya walaupun wilayah Kabupaten Batu Bara saat ini merupakan kawasan ekonomi khusus.Bapak Bupati berharap keberadaan penyuluh pertanian dapat merubah prilaku petani kearah yang lebih baik sehingga kedepan Batu Bara tetap menjadi salah satu wilayah sentra pangan di Sumatera Utara.Ditulis oleh KENNEDIPenyuluh PNS Kecamatan Air Putih