Loading...

PENINGKATAN SDM PELAKU UTAMA MELALUI SEKOLAH LAPANG BAWANG MERAH

PENINGKATAN SDM PELAKU UTAMA MELALUI SEKOLAH LAPANG BAWANG MERAH
Dalam rangka pengembangan kawasan horikultura di Kota Palangka Raya,terutama bawang merah dengan sasaran tanam seluas 21 ha, maka pada tanggal 2 Nopember 2017 diadakan sekolah lapang bawang merah di kelompoktani Sari Mulya, BP3K Tangkiling , Kota Palangka Raya. Sekolah Lapang (SL) dikuti oleh 20 orang petani dengan pelaksanaan di lapangan 3 (tiga) kali pertemuaan. Sekolah lapang (SL) hendaknya menjadikan pembelajaran bagi petani dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas hortikultura, khususnya bawang merah. Dalam pelaksanaan Sekolah Lapang (SL) bawang merah diharapkan petani akan lebih memahami hal-hal terkait dengan SOP dalam budidaya bawang merah, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas. Benih yang dipergunakan untuk sekolah lapang (SL) didapat dari petani penangkar bawang merah pak Wijianto Ade. Benih yang dikembangkan dari umbi yaitu varietas Bima Brebes, bagus ditanam pada musim kemarau, cukup tahan terhadap busuk umbi. Pagi-pagi sekali petani berkumpul... mereka sangat antusias untuk mengikuti kegiatan sekolah lapang. Keingintahuan mereka sangat besar, sehingga rajin bertanya .. kenapa ?... bagaimana ? dst.. Pak Rahmadi sebagai ketua kelompoktani sangat berterima kasih karena dengan adanya sekolah lapang (SL), dapat menambah pengetahuan mereka dalam membudidayakan bawang merah, apalagi mereka minim pengalaman dalam hal tersebut. Dengan harapan apabila nantinya mendapat benih bawang merah mereka sudah pandai membudidayakan bawang merah sesuai SOP. Selama ini mereka lebih senang menanam cabe, kacang panjang, tomat, pare dan jagung manis yang tidak membutuhkan perawatan intensif. Tetapi melihat keberhasilan bawang merah di Kelurahan Banturung...tepat sekali dengan adanya sekolah l.apang di kelompoktani mereka. Pengolahan tanah, pemupukan dan tanam mereka ikuti dengan seksama dan penuh perhatian. Semangat ya "bapak" ..." ibu"...belajarnya "canda saya". Sambil bersenda gurau dan bekelakar ada yang menyahut : "iya ibu penyuluh"... "Harapan dan doa" saya panjatkan semoga petani suskses dan berhasil membudidayakan bawang merah secara mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan bawang merah di Kota Palangka Raya serta benih bagi Kabupaten lain sebagai penangkar. Penulis : Yayah Mutiah, SP (Penyuluh Pertanian Kota Palangaka Raya)Sumber Informasi :- Wawancara langsung Rahmadi. Petani demonstrator sekolah lapang bawang merah Kelurahan Habaring Hurung, 2017